Jumat, 09 Agustus 2024

Proses Penyembuhan Diri

    Pada proses penyembuhan diri, bukan waktu yang sebentar untuk melihat diri, menyadari diri dan mau berproses menghadapi gelap diri. Bahwa setiap dari tindakan diri, membawa cermin tentang proses dihidupnya. Pada proses penyembuhan diri, seperti sengaja membuka kotak lusuh yang sudah disimpan bertahun - tahun dari kenangan - kenangan yang sengaja tidak ingin dilihat. Namun, sengaja dibuka kembali untuk mengetahui keadaan saat ini sedikit banyak memiliki pengaruh dari kenangan yang tersimpan di kotak lusuh itu. Keinginan untuk menjadi individu yang baik, memberanikan diri membuka kotak lusuh yang sudah tersimpan lama. 

Berangkat dari kesadaran, sebuah proses perjalanan melihat diri yang masih bisa terus berkembang. Menjadi individu yang lebih baik lagi untuk diri sendiri dan juga setidaknya, untuk orang terdekat.

Selasa, 07 Mei 2024

Harapan adalah doa

 Aku menunggu dalam keheningan,

Perasaan yang sepi dari gelap malam diterangi bulan tuk menemani.

Seperti hangat yang terasa mulai membakar diri dengan kencangnya angin yang terus meniupkan.

Pecah hening dengan manis tawa yang riang.

Obrolan malam menutup hari dengan orang terkasih, untuk menjadi teman dalam semua.

Harap harap adalah doa, atas keinginan dan keegoisan untuk pemenuhan diri.

Pada akhirnya, ini hanya tentang takdir dan nasib yang berjalan.


-fin, 7 Mei 2024

Minggu, 17 Maret 2024

Perjalanan Melepas "Aku"

    Pada perjalanan melepas kemelekatan dengan hal - hal yang terlalu meracuni diri, diri ini menemui banyak sekali kebisingan maupun keasingan akan diri sendiri. "Konsep Diri" yang awalnya dikira milik "Sang Aku" ternyata hanyalah sebuah ilusi proyeksi bentuk luka akan penjagaan diri. Dalam "Bising", terhenti adalah salah satu tanda untuk "Mengevaluasi". Bertemu dengan tenang dan terkoneksi dengan diri. Bukankah terlalu berlari mengikuti poros hanya akan membuat diri terlepas dari hakikatnya?

    Aku menemukan lagi, waktu rehat dari perjalanan yang terlalu cepat dan panjang. Seperti didesak untuk memenuhi banyak bantuan, sehingga ada kalanya aku pun membutuhkan "Diriku" sendiri ...
Memperhatikan semua dengan poros "Waktu" yang paling sesuai dan di masa kini. Tidak terburu, tidak bising, tidak penuh tipu muslihat. "Ada kalanya aku hidup dengan kehendak mu, dan ada kalanya aku dipercepat hidup karena 'Permintaanya'."

    Ada ingatan yang terus memudar, perlahan, 
hari demi hari dan waktu ke waktu, 
semakin memudar ..
Tentang kebersamaan, perbincangan, tawa riang, 
senyuman manis dan semua cara kesehariannya. 
Mungkin, yang terparah dari bertumbuh adalah "Ingatan yang memudar"...
Laju, pesat, hidupku seorang diri.
Terbentuk dari hangat tawa, rangkulan dan bincang - bincang menghabiskan waktu.
Samar - samar, menjadi abu abu warnanya.
Mungkin terdengar aneh, tapi ingatanku terus tergores waktu dan keadaan.
Pada semua rasa hangat, waktu dan masanya yang telah terlalui ...

1 Maret 2024, Fin

Sabtu, 30 Desember 2023

Sang Maha

Apa yang kamu temukan dalam diri? saat seorang diri?

Selain kembali menemukan dia "Sang Maha" akan daya cipta yang paling besar dengan energinya yang membantu penghidupan akan setiap dari kita.

Saat ramai membuat kamu terbuai dengan kefanaannya, berhenti lah sejenak untuk menemukan kekuatan diri.


-Fin

Kamis, 09 November 2023

Kelahiran dan Kematian

Seperti tema buku yang sedang ku baca saat ini, tentu jika membaca judulnya terlihat seram, ya kan? Ini seperti perjalanan panjang yang akan sedikit ku rangkum.

Saat ini pukul 03.20 wib, lambung ku kambuh dan aku tidak bisa duduk pun berdiri. Rasa sakit yang kuat membuatku berbaring saja meringis, bukan karena telat makan. Tetapi, memang sedang tidak sehat aja. Kembali pada topik yang sedikit ingin ku bahas karena terlintas dikepala saat ini.

    Tentu aku bukan orang yang ahli, jika membicarakan mengenai kematian itu sendiri. Tapi dalam perjalanannya, aku memahami bahwa aku telah dilahirkan ke dunia ini. Hal yang ku jalani dan pahami, ini tentang proses kehidupan itu sendiri. Tentang semua rasa, kejadian, keadaan dan takdir yang membersamai. Untuk mencapai proses kematian itu, perlu berproses didalamnya. Sebuah perjalanan yang panjang, seperti yang ku bilang sebelumnya. Masa dimana aku berada di dalam rahim, lahir dan ada di dunia. Menjalani kehidupan dengan pilihan sendiri atau takdir yang memberi berdasarkan garis tulis yang ada, seperti itu kan?

Pun pada akhirnya, kita menuju kematian itu sendiri. Sebuah jalan yang panjang, untuk hidup dengan banyak pilihan di dalamnya. Sebuah nasib dan takdir didalamnya, bisa sesuai kendali pun banyak yang diluar kendali. Hingga akhirnya, semua hanya menuju satu. Tuhan yang maha kuasa dan kematian itu sendiri, lalu dengan siapa dan seperti apa kamu ingin menjalani kehdupan panjang pula sesaat ini untuk mencapai tujuan? Keabadian yang nyata, bahwa hidup adalah keindahan dengan esensi yang ada didalam dan setiap cerita.

Takut takut, jika kematian telah menunggu esk hari di pintu rumah. Siapa yang tau? Siapa yang siap?

Penting rasanya untuk selalu mengingat tujuan, bukan begitu?

Kalau kamu, seperti apa?


-8 Nov 2023-

Senin, 06 November 2023

Seiring Berjalannya Waktu

    Seperti tangan yang mencekik leherku agar tidak bersua, sulit rasanya untuk menceritakan kenapa aku menjadi seperti sekarang berdasarkan pengalaman ku. Namun, meski begitu pada akhirnya pun aku tidak perlu bersusah payah menjelaskan pada siapa siapa. Hampir setiap saat riuh ramai aku dalam benak, hening adalah sebuah permata berlian dalam hidup. Diri kecil ini tumbuh dengan rasa tidak percaya diri dan pemalu, tertentu dan tumbuh dengan keadaan untuk berani berdiri di kakinya sendiri karena tidak ada manusia lain saat itu untuk bersandar akan emosi hidupnya. Kian waktu, aku banyak menyadari dan belajar mengenai "Fiana". Tumbuh kecil, marah senangnya, emosi dan akal pikirannya. Dia telah berhasil banyak melalui seorang, meskipun tidak benar benar seorang. Banyak doa dari manusia hidup dan mereka yang telah pergi ke rumah Tuhan terlebih dahulu. Bagiku, hidup hanyalah panggung dan permainan. Seiring berjalannya waktu, aku memaafkan pahit asam yang membuatku keras tak berperasaan. Aku mengerti mengapa hal ini terjadi tanpa menghakimi proses yang menghajarku berkali, aku memahami bahwa aku telah tumbuh lebih dewasa dibanding sebelumnya. Mungkin lalu, aku selalu berteriak dalam ruang relung terdalam agar bisa didengar dan dibantu bahwa aku meringis pun tidak sebahagia itu.

    Dewasa ini aku mengerti, itu diriku yang kecil penuh luka, takut dan tangisan. Sekarang dia aman bersamaku, tanpa ku hakimi akan sebab akibat yang dibentuknya. Pun mereka yang jauh lebih berumur dibandingku sedang berproses menjadi manusia, kenapa aku egois untuk menyalahkannya?

    Meski dampaknya cukup terlihat, aku bertekad untuk sehat dan sadar untuk hari ini dan masa depan. Percayalah, aku tumbuh dengan banyak guncangan dan ketidakstabilan yang tidak pernah aku ceritakan ke manusia manapun. Pun, kamu juga?

    Aku hanya berusaha berdamai dan percaya, bahwa Tuhan membenturku sejauh ini untuk menjadikanku manusia yang bermanfaat. Satu hal yang pasti, kita berproses, bertumbuh dan kita bersama disini. Aku sayang kamu <3

-17 Oktober 2023-

Sabtu, 04 November 2023

Sincerity is Scary

Now i know the words that my ex told about "Sincerity is Scary"

Sebetulnya ini judul lagu dari salah satu band favoritnya, yaitu The 1975. Saat itu di pikiranku hanya sebuah lagu, tapi ga lama dari itu hubungan kami selesai. Entah sebuah opini pribadiku aja atau apa, ku cari tau lirik dan maknanya. Seperti ini sebagian liriknya :

Why can't we be friends when we are lovers?
'Cause it always ends with us hating each other
Instead of calling me out, you should be pulling me in
I've just got one more thing to say

    Aku lupa pastinya hubungan kami berapa lama, tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat. Tapi, seperti yang lainnya. Masa PDKT cukup asik, kami sama sama single dan sudah lamaa banget bertahun tahun ga punya hubungan atau pacaran lah, Jadi semuanya berjalan lancar. Satu-satunya orang yang telah memenangkan hatiku dari beberapa yang telah berusaha merebutnya saat itu, ya dia. Agar mempermudah cerita ini, kita sebut saja dia sebagai Awan. Proses PDKT feels so easy, karena kami punya banyak kemiripan. Tau kan orang yang udah lama ga punya hubungan, tiba tiba masuk ke sebuah hubungan? Mungkin perbedaan yang terasa banget, transisi dari PDKT ke pacaran. Jadi banyak hal yang ga asik lagi mungkin? mulai keliatan sisi sedih, gelap, rapuh dan hal hal yang di PDKT ga teraba. Saat itu pun aku full dengan diri sendiri, punya ruang lingkup pertemanan dan begitu juga dia. Kayak se-oke itu, saat itu. Dia masuk semua kriteria dan aneh anehnya aku HAHAHA Semua ceklis, dari mulai obrolan, wawasan, serunya, sampai ke referensi yang disuka atau ga suka. Saat itu sepertinya ngerasa cocok dan banyak kesamaan, meski pada akhirnya semua yang cocok dan mirip satu sama lain pun ga selalu menjamin kelanggengan.

Mungkin semakin lama kamu kenal dengan seseorang, semakin terbuka lapisan dalam dirinya dan itu yang mungkin awan kaget dari aku. Siapa lah aku saat awal bertemunya, riang, penuh warna dan dikelilingi teman teman yang hangat. Bahkan saat di kampus, seperti saat itu, aku punya sorotan ku sendiri. Bukan begitu, awan? Ku kuliti diri sedikit demi sedikit di depannya, pun saat itu keadaan keluarga ku sedang dalam fase goyah dan ada satu lain halnya. Penuh tawa itu lama lama terasa jadi berat ...    

    Kembali pada lirik lagu yang ku tulis diatas, "Why can't we be friends when we are lovers?" Mungkin, kita lupa untuk jadi individu yang utuh saat bersama. Karena aku tipikal yang thinkers ya, saat itu banyak hal yang ku cari tau dan jadi bahan intropeksi diri. Perbedaan yang signifikan itu terasa, apalagi saat itu sedang pandemi. Awal awal pandemi, jadi ga bisa bertemu. Aku pun banyak dealing dengan diri sendiri, fin yang selalu aktif dan sibuk kesana kemari harus 24/7 di rumah. Pekerjaan pekerjaan ku terhenti, rencana untuk buat ini itu tertunda. Seperti mimpi buruk masa isolasi saat itu. Aku cukup stress dan sepertinya sering kena ke awan, mungkin. Pun, dia sama juga merasakan isolasi yang menyiksa. Saat menjalani sebuah hubungan, terkadang lupa untuk tetap menjadi individu yang utuh dan tugas sebagai pasangan adalah membersamai bukan untuk mengubah. Kecuali perubahan itu datang dari diri sendiri dan terinspirasi sendiri, tanpa paksaan. Tentunya proses dan perkembangan ada, intropeksi diri pun perlu didalamnya untuk bisa menjadi cermin satu sama lain. Tapi tujuannya untuk menjadi versi terbaik dan rumah berproses satu sama lain yang dibersamai, kan? Lirik ini banyak menggambarkan keadaan hubungan yang kita ini satu sama lain punya, jadi musuh, teman, partner di segala. Cinta adalah sesuatu yang terus disiram, diisi, dilengkapi, diterima, dikasihi dalam semua. Pun dirayakan dalam semua juga kan? Kurang lebih kita ada, tinggal dibersamai dengan dia yang ingin bersama terus. Cantik. Tanpa takut, pura dan cemas. Tulus mengasihi, canda tawa, tangis terpopoh bersama. Cinta. Setia satu sama lain, dikala seluruh telah kita miliki di pertemanan atau lingkungan pekerjaan. Saling percaya, saling memaafkan, saling menerima satu sama lain dan dibangun terus. Tidak membiarkan orang lain ikut mengontrol hubungan, karena ini antara 2 individu yang saling. Komitmen kan? Indah..
    
    Ada habit ku yang ku perhatikan polanya berulang saat dengan awan, pun dengan yang saat ini, aku bisa menunjukan sisi gelap dan emosionalku yang tidak disangka. Si tenang dan santai ini punya sisi sedih yang mendalam juga. Entah seperti apa dan bagaimana, sepertinya kurang lebih setelah 8 bulan kami mengenal. Kami kembali menjadi satu individu yang utuh tanpa bersama. Tentu itu jadi hal yang berat buat aku, tapi disisi lain pun aku sedang drop dan sakit. Jadi ga bisa deh yang gimana banget ...

    Ada hal yang ku mengerti setelah perjalanan panjang dengan bertemu diri sendiri saat ini, aku berikan seluruh cinta dan ketulusan hati. Intentions ku pure, tanpa pura. Ternyata tidak semua yang mendapatkan cinta dan kasihku, punya gelas yang cukup besar untuk bisa menampungnya. Pun, bukan berarti aku kehilangan cinta untuk diriku atau hal yang aku tuju. Tidak seperti itu .. Seperti yang aku jelaskan di atas, bahwa aku udah lama banget banget ga punya hubungan romansa dengan orang lain. Aku pernah cinta monyet pacaran bocah waktu SMP, tapi pun yaa ga ketemu yang kayak orang pacaran gitu loh. Karena pacar ku saat itu juga sahabatnya kakak sepupu ku, jadi kalau udah ketemu langsung aja bisa salting plus ortu aku strict saat itu. Aku juga ga paham, apa itu bisa di sebut pacar ya? Setelah aku masuk SMA, aku hanya fokus dengan pendidikan dan syukur alhamdulillahnya di kelilingi sahabat sahabat baik yang aku selalu di rayakan. Aku selalu penuh sama keluarga, sahabat di sekolah saat SMA , pun sahabat sahabat ku di rumah dan saat SMP. Rasa cukup aja saat itu .. Memang ada yang mendekatiku, tapi besar cintanya tidak bisa mengimbangi apa yang sudah ku punya. Masa remaja dan transisiku ke dewasa, full diisi dengan mengejar cita, pendidikan dan dibersamai orang orang terkasih. Sampai pun aku freelance di event event yang ada di Industri kreatif, ga ada satu pun yang membuat aku jatuh hati. Feels so weird? haha sebetulnya sejak awal SMA, aku menaruh hatiku ke seseorang semacam cinta diam diam (?) aku jadikan dia sebagai motivasi ku untuk berkembang. Mungkin semacam kalau kamu suka sama idol yaa, gitu deh. Caraku menyukainya ya dengan belajar, mengejar cita dan berkembang. Kurang lebih itu terus berlangsung sampai akhirnya aku bersama Awan, makanya ku bilang saat itu dia pemenangnya. Ada banyak yang berusaha terus untuk mengambil hatiku saat itu, tapi tidak masuk kriteria ku HAHAH njier. Agak sulit untuk jatuh suka dan jatuh hati, untuk ku. Pun untuk bisa dekat dengan ku ke arah hubungan, bukan seperti itu? wkwkwk Aku mengucapkan banyak terima kasih untuk kalian yang telah sungguh merebut hatiku tapi tidak sampai, sekarang kalian sudah bahagia dan bersama dengan pasangan kalian. Langgeng dan penuh tawa juga hubungannya, Selamat yaaa! Aku memang perlu sedikit ekstra aja hahaha

    Ternyata itu adalah akhir dan awal dari hidupku, aku tuangkan keadaan ku dengan awan ke sebuah karya lukisan pertama ku yang ku pamerkan di acara kampus yang ku buat juga haha. Awan menjadi salah satu yang abadi dalam karya ku, di "Tower Moment". Sebetulnya memang saat itu juga menjadi perjalanan yang panjang untuk diriku sendiri di sisi spiritual, semua akal logika rasional ku terkikis. Kebetulan yang mulai buka itu Awan dan Hubungan romansa ku yang menjadi portal perubahan itu semua. Ya namanya juga fins ya, kalau ga dijadiin tulisan, foto, masuk deh ke ranah baru yaitu lukisan.

    Hubungan adalah cermin diri, untuk melihat kurang dan lebih diri. Awan menjadi cermin ku, setelah perjalanan dengannya. Aku banyak merenung dan menepi, seperti sebuah tamparan dan penglihatan yang makin terbuka dengan jelas. Awan mengantarkan ku, pada proses transisi paling hebat dan jauh dalam diri "Fin". Kembali pada judul yang ku buat, saat ini aku banyak mengerti lagi tentang diri. Bahwa aku sungguh, pun mungkin banyak yang awalnya understimate karena aku sangat ramah dan social butterfly? pun, tapi aku selalu punya batasan dalam semua, semua pun akhirnya tau kan? hehe Aku terlalu rasional, menyembunyikan perasaan dan sulit mengekspresikan kelemahan ku ke pasangan ku, pun komunikasi saat itu yang sepertinya memburuk. Seperti yang ku bilang, riang dan penuh warna itu seperti kesulitan di temui saat masa bersama dengan awan, mungkin. Dalam perjalanan panjang itu, aku menemukan banyak takut dan kurang. Rasa tidak percaya diri dan harapan yang seperti didepak. Dibenak ku, ya sudah kalau sudah ada ga perlu lagi ina itu. Nyatanya tidak seperti itu, sometime you can choose the wrong one, or maybe, seseorang yang hanya membersamai di waktu tertentu, seperti untuk membuka portal lainnya dalam hidup. Sebaik, serapih apapun itu aku berusaha untuk menyaring yang bisa masuk ke dalam hidupku, jika memang takdirnya menginginkan ku seperti itu, ya terjadi lah. Nasib mungkin bisa sesuai kendali ku, tapi ada hal lain yang kuasanya lebih besar. Iya, Takdir Tuhan. Aku terlalu picky, sangat picky untuk pasangan. Namun, seperti takdir Tuhan dan garisnya mengizinkan ku pada jalan ini. Apa yang bisa ku perbuat? namanya juga masih manusia.

    Cinta dan kasih ku hebat, sangat hebat. Mungkin kamu akan kesulitan untuk menampung, menerima dan merasakannya. Mungkin kamu juga belum pernah diterima, disayangi, dicintai dengan penuh. Mungkin kamu akan kebingungan, karena gelas mu tidak cukup besar sedang kasih ku seperti air yang telah memenuhi seluruh gelas yang kamu punya. Seperti kasih ibu yang tiada tara ke anaknya. Seperti yang ku katakan sebelumnya, aku telah penuh dan tumbuh dibersamai dengan mereka yang selalu merayakan ku. Mungkin pula, akhirnya hal ini yang membuatku sempat picky untuk seseorang yang punya gelar "Pacar aku" dan kaget juga saat tidak terbalas dengan setara. Ini cukup rumit, but i really know what i bring to the table. Urusan hati memang tidak bisa dibantah atau dilogikakan dengan seluruh teori atau rasional ku, maka terkadang ini udah bukan kuasa ku lagi perihal rasa.

    Kisah awan sudah selesai, tempat yang spesial saat ini sudah terisi. Awan menjadi salah satu yang pernah membawaku ke sisi diriku yang terkubur lama, pun sisi rasionalku sudah tidak separah dulu saat bersama awan. Tapi, satu hal yang ku sadari. Saat aku bersama awan pun, awan mengakui bahwa cinta dan kasih ku besar, ya kan? Kamu tidak punya cukup gelas untuk menampung seluruh yang ku beri, kamu tenggelam didalamnya dan beranjak keluar agar tidak tenggelam. Kami masih saling mencari satu sama lain. Awan saat itu masih memiliki tempat yang indah, mungkin aku juga didirinya? tapi, prosesnya terlalu lama atau aku yang justru akhirnya memutuskan bersama dengan yang lain. Jeda setahun, aku tau perlu untuk melanjutkan dan memberikan kesempatan. Aku jadi banyak berubah lagi, tidak ada siapa pun yang ku berani buka hati karena aku masih yakin Awan akan kembali. Justru malah aku tolak banyak yang berusaha mendekat, saat aku tidak ingin bersama orang itu, memasuki PDKT langsung cut off aja jangan hanya karena kesepian atau untuk chat. Aku seperti itu saat itu HAHA anjir ya. Lagi lagi, wanita selalu ingin kejelasan meskipun sudah menunggu lama. Aku berhenti..

Benar seperti yang awan katakan dan banyak yang mengatakan ini ke aku, bahwa ketulusan itu menakutkan. Ketulusanku maksudnya. Aku baru memahami itu semua, bahwa aku tidak pernah berprasangka buruk dan membuat strategi atau berpura. Orang tuaku, keluargaku dan orang terdekatku yang memberikan ku cinta. Mereka merayakan ku dengan hangat, tidak sempurna tapi cukup. Tulisan ini bukan tentang awan, atau aku yang masih belum selesai dengannya. Awan hanya menjadi jembatan dan cermin ku saat proses 3 tahun lalu. Kini, aku menemukan kepingin puzzle lainnya dalam proses mengenal diriku lagi, lagi dan lagi. Aku tidak akan berhenti menjadi pahit, hanya karena cinta yang ku berikan tidak dihargai atau apa lah. Aku akan tetap menjadi seperti ini, seperti biasa. Sesuatu yang kamu berikan akan selalu kembali ke kamu, apapun itu. Aku tau, aku sungguh dan jujur. I know what i bring to the table and, just let God do the rest. Tuhan adil, dan semua akan selalu terlihat juga. Kalau ada yang merajuk dan mengatakan yang tidak tidak, biarlah saja. Bukankah seseorang itu sudah jelas terlihat seperti apa, dari semua yang mengenal dan mengetahuinya? tidak perlu repot repot membenarkan sesuatu yang sudah benar. Begitu juga dengan diriku kan? Everybody know it, pun kamu pun mengenalku, thats me. enough hehe

When your intentions are pure, you dont lose anyone. People lose you.

Jumat, 03 November 2023

Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang

    Jalan yang jauh jangan lupa pulang, seperti lagu Yura Yunita yang sudah ku putar berulang kali saat ini. Dari Bandung aku kembali ke rumah abah, di Kuningan Jawa Barat. Masih di daerah yang sama, yaitu Jawa Barat. Sebetulnya alasan utama ku short trip adalah fase menemukan untuk kesekian, mungkin akan aku buka sedikit disini. Sebelum aku melakukan short trip ini, aku sempat 2 kali drop. Permasalahan yang sebetulnya bisa dibilang bukan permasalahan juga, eh apa ya? hehe Aku gatau ini apa saat aku drop, aku galau saat itu karena hubungan romansa ku. Drop sampai seperti apa? WKWKW entah karena faktor hormon atau apa, aku sampai tidak bisa bangun aja dari kasur dan seluruh kegiatan ku terhenti, hari ku juga terhenti untuk beberapa hari. Aku "Merasa" perasaan yang mungkin selama ini aku anggap baik baik saja tidak pernah menggerogoti atau mengganggu kehidupanku, mungkin itu yang terlihat dari luar. Entah, tapi saat itu banyak sekali orang terdekatku yang bergiliran mengunjungi ku di rumah hanya untuk memastikan aku baik baik saja. Mungkin mereka khawatir karena aku tidak kunjung memberi kabar dan sosial media ku menghilang, padahal kalau sosial media memang tidak ada kaitannya sih. Pikirku sih saat itu, saat drop yaaa. Aku hanya sedang kelelahan aja sih, jadi bener bener bedrest gitu. Tapi disisi lain, perasaan ku rasanya tercabik, agak sulit untuk dijelaskan dengan kalimat. 

    Anehnya, meski perasaanku rasanya seperti campur aduk dan tercabik perih tergores. Aku tidak bisa menangis dan tidak bisa bercerita apa apa saat itu mengenai perasaan atau isi pikiranku. Kembali lagi, mungkin hormon ku sedang tidak stabil sehingga aku terlalu lebay aja. 2 kali keadaan ku drop, yaaa aku merasa udah ada yang ga beres aja. Mungkin aku butuh pencerahan dan udara segar, meskipun sebetulnya aku juga banyak tuntutan yang tidak bisa ku sebutkan sehingga rasanya sukar untuk bisa berpergian saat itu. Namun, seperti banyak pintu untuk menuju pencerahan yaa HAHA aku bisa punya kesempatan itu. Jujur aja, ada kalimat dari salah satu orang terdekat ku yang sebetulnya kami jarang sekali komunikasi tapi tiba tiba dia berkunjung karena katanya khawatir dengan aku. 

Dia bilang, 

"Fin, masih banyak yang mau liat lu ketawa. Mau liat lu senyum dan bisa ngobrol lagi sama lu. Nih buktinya gua tiba tiba kesini, karena apa? karena ketawa lu yang gua tunggu, senyum lu juga. Gua gatau lu kenapa, tapi masih banyak yang nunggu ketawa lu" 

    Jujur saat dengar omongan itu, aku bingung si mau reaksi apa. Mungkin hal yang bisa aku ucapin yaa rasa syukur aja, karena emang aku ga yang "segitunya" tapi masih banyak yang perduli tanpa aku minta atau harap. Allah baik banget, aku dihadirin dan dikelilingi oleh manusia manusia yang sayang dan perduli dengan ku. Kadang kadang emang aku pengen aja sendiri biar bisa ngerasain emosi dan pikiran diri, bukan karena apa. Tapi mungkin, ada juga momen yang aku ga mau libatin manusia lain di urusan urusan ku. Apapun itu, kalimatnya bikin aku jadi naik moodnya saat itu. Kalimat itu juga mungkin yang perlu didengar dan diketahui banyak orang di luar sana, kalau masih banyak orang disekitar atau yang belum ditemui pengen liat ketawanya, sesimple itu. yaaa meskipun ga sesimple saat aku ketik ini ya hehek

    Mungkin banyak yang mengira kalau aku galau aku akan nangis nangis dan bisa cerita sama mereka untuk bisa melegakan perasaan yang ada di diri. Nyatanya aku ga bisa seperti itu, aku hanya diam, diam dan diam. Tertawa dan masih bisa bercengkrama dengan riang. Tapi sekujur tubuhku rasanya membeku, ada jauh didalam sana terasa beku dan nyelekit seperti tertusuk tusuk. Tapi aku gatau cara ekspresiin dihadapan manusia lain atau menceritakan apa yang ada dibenak, maupun hatiku. Padahal mungkin itu perlu dilakukan agar setidaknya tidak terlalu menyesakkan dada yaa ..

Semakin hari, tubuhku seperti memberi sinyalnya sendiri. Seperti ingin direlease energi yang mengendap dan negatifnya a.k.a emosi, pikiran dari benakku yang tertahan entah karena apa. Aku hanya menangkap there is something wrong about me, i should do something to make my self feel better. Aku suka lama memproses emosi dan perasaan dalam diri, seperti ada jeda membeku. Jadi, yang ku pahami yaa perlu untuk melepaskannya. Dari situlah, aku tau ini adalah hal yang perlu aku cari dan temukan.

    Kembali pada situasiku, kereta ke arah Cirebon pukul 16.50 WIB. Sedang aku sudah check out hotel sejak set-12 siang, aku keliling di sekitaran stasiun bandung karena memang aku tidak ingin kemana mana dan males aja. Penantian berjam jam, membuat aku banyak mikir. Yaaaah kan, mikir lagi... Sebetulnya salah satu alasan kenapa aku pergi ke kota lain dari rumah orang tua ku, menenangkan pikiran dan perasaan diri. Ku lihat baterai hp sudah 30% sedang waktu masih menujukan jam 12 siang, aku ga ada powerbank juga jadi ya aku ke masjid sekalian sholat dzuhur. Aku banyak melamun seorang diri, karena aku dan temanku sudah berpisah tujuan sejak pagi tadi, dia pulang ke arah Jakarta sedang aku akan lanjut ke Cirebon. Dalam perjalanan yang hening ini, aku banyak merasa sepi seorang diri tetapi full. Seperti apa ya menjelaskannya, seperti aku menemukan dirinya seutuhnya meskipun tidak bersama manusia manusia yang ku kenal.

    Aku tertidur di masjid, karena menunggu waktu sekaligus charge hpku. Tau tau sudah mendekati waktu Ashar, tanggung kan waktunya untuk sampai ke ashar jadi aku sholat ashar di masjid. Setelah itu aku bergegas menuju stasiun untuk cetak tiket kereta api. Aku jalan mengitari stasiun bandung, menikmati cuaca di sore hari yang teduh dan ingin hujan sepertinya. Melihat banyak burung yang sedang bergerombol dan memenuhi langit di sore hari itu. Aku seperti didekap hangat oleh cuaca bandung sore itu, disemangati dan disayangi dengan penuh kasih oleh semesta. Keramaian di ruang tunggu seperti menggambarkan isi kepala ku hari hari dan ini justru membuatku merasa aman. Aku duduk dan terfokus melihat lalu lalang manusia yang sedang terburu, melihat warna warna lain di dalam stasiun dan mungkin dengan kisah yang dibawa oleh setiap individu. Dalam Stasiun ada kepergian dan ada juga yang tiba, masing masing membawa kisah dan kasihnya dalam tas yang digunakan dipunggung atau koper yang mereka bawa. Makanan yang dibeli sebagai oleh oleh untuk orang terkasih dan kepulangan dirinya untuk orang terkasih. Kami semua menunggu di ruang tunggu, menunggu waktu untuk keberangkatan dengan melihat seluruh aktivitas itu. Seperti itulah hidup, datang dan pergi. Singgah dan menetap. Pun ketika menetap tidak tau sampai kapan, karena semua ada waktunya.

    Aku menaiki Kereta Ciremai, tujuan akhirku di Stasiun Cirebon dengan waktu perjalanan 4 jam 30 menit. Aku dapat kursi didekat jendela, epik. Selama perjalanan aku lebih banyak memandangi jendela ke arah luar, banyak pemandangan, rumah dan jalan yang dilalui. Aku juga menggunakan earphone ditelingaku untuk mengisi momen agar lebih syahdu aja, lagu yang sedang ku putar akhir akhir ini mengenai kehidupan. Seperti Sisir - Lagu Pejalan, Yura Yunita - Jalan yang jauh jangan lupa pulang, tutur batin, Penjaga hati dll. Ya melow dan sekaligus ningkatin rasa syukur sih. Selama musik diputar, aku melihat ke arah luar dan disitu seperti keadaan, kejadian yang sudah lalu terputar di kepala ku. Seperti sebuah scene film yang terputar di benakku, aku mulai merasakan tubuhku seperti mencair. Seperti keadaan yang kemarin keras, dingin dan beku mulai hangat dan begitu juga dengan air mataku yang mulai mengalir ke pipi. Aku menangis ...

    Akhirnya aku bisa merasakan dan tubuhku tidak menolak, mungkin "Fiana" merasa lebih aman saat jauh dan perjalanan dengan diri sendiri ini. Setelah 5 hari di bandung dan tidak terjadi reaksi apapun, hari itu menjadi jalan yang panjang bagiku. Menangis terisak terdiam seorang diri di perjalanan yang jauh, ketakutanku terlalu besar sehingga aku tidak punya pilihan lain untuk berani. Ku usap air mata yang mengalir, malu karena sampingku ada penumpang lain. Salah satu yang kusadari betul, si periang dan orang yang santai ini sangat private akan kehidupan pribadinya. Tidak ku biarkan sembarang orang masuk jauh dalam rapuh dan hidupku. Setiap manusia punya sisi yang di perlihatkan dan tidak, atau juga yaa memang orangnya seperti itu adanya. 

    Perjalanan mencintai diri adalah proses seumur hidup dan tidak perlu sempurna karena kita hanya manusia biasa yang berproses. Temukan dan bersamai mereka yang menerima dengan lapang kurang lebih diri, sekaligus mau berproses bersama di dunia yang sementara ini. Aku memahami hal lainnya lagi, memaknai teman hidup. Perihal makna yang semu dan bias, aku bisa merasakan dalam perjalanan yang panjang ini. Semua adalah perjalanan di hidup yang panjang ini, membersamai yang membuat bahagia dan mau berproses bersama atau komitmen bareng adalah bentuk kebahagiaan yang tidak ternilai. Temui hal hal yang terus bisa mengisi hari hari yang singkat ini, selain ibadah menjadi tuju. Tertawa dan bercengkrama bisa menjadi obat mujarab dalam hidup. 


Lalu, setelah ini apa lagi?

Kelak Kamu akan Mengerti

    Seperti dihajar dan dikuliti hidup hidup, diterpa dan dipojokan hingga sesak tidak bisa bernafas. Tiada lagi rasa dan akal yang bisa jernih berpikir. Mulai menggoroti rasa dengan sangat dalam hingga mati semua langkah, tersisa rasa yang terus memuncak dan membludak. Seperti aku melampaui kuasa Tuhan, untuk tidak mencintai makhluknya dengan sangat. Mungkin Tuhan cemburu ..

Keyakinan dan usaha ku akan satu nama, seperti sedang digoyahkan dengan badai yang tida ada hentinya mencoba menguji. Akal dan pikiran ku sering melanglang buana, tapi yakin ku akan rasa telah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat. Kiranya, ini semua yang membuat ku seperti terpopoh. Aku tidak bisa melangkah, ribuan hari telah ku doakan dan panjatkan apakah keyakinan ku tepat atau tidak. Kembali lagi, pada Tuhan yang meyakini akan setiap perjalanannya. Semakin yakin, semakin badai seperti menguji ku hingga aku terhuyung dan terpopoh sesak tidak bisa bernafas. Apa seperti ini?

    Sayangku, banyak badai dan pertengkaran kesalahpahaman diantara kita. Mungkin pula, aku yang sering sekali terbang jauh berpikir dan membuat mu kaget dan lelah. Tapi, pada akhirnya aku pun tetap disini tidak bergeser atau melangkah sedikit pun dari sisi mu. Kelak kamu melihat dengan jelas dan memahami ku juga, sebesar apapun masalah dan hal hal yang sering pecah diantara kita aku memahami bahwa kita berproses. Mungkin banyak hal yang terucap, atau tindakan ku yang membuat kamu pusing, pun sama seperti ku. Tapi, tidak ada inginku untuk pergi dari sisimu. Ku biarkan semuanya diselesaikan bersama, meski panas dan perih dihadapi. Mungkin ini caraku mencintai mu, menerima semua. Bukan aku menghitung atau merasa paling banyak berkorban. Bukan pula aku bodoh perihal adanya tuduhan dan kecemburuan mengenai orang lain, aku mencintai mu seutuhnya dirimu sampai dititik ini. Aku percaya dengan mu, percaya dengan diriku. Bukan dan tidak sama sekali. Kelak saat ego mu sudah tidak setinggi ini dan emosi marah mu tidak menyelimuti hatimu yang hangat, kamu akan mengerti seiring bertumbuh dewasanya kamu dan juga aku. 

    Sayangku, setelah semua marah dan kecemburuan egoku, tetap ku lepas dan membiarkannya. Aku minta maaf kalau kamu merasa dipojokan, tapi aku hanya ingin ini lewat dari benakku dan sudah. Tapi ternyata, kamu memahaminya bahwa aku tidak pernah memikirkan diri dan perasaan mu. Aku sudah penuh dengan diriku sayang, pun saat ke kamu aku penuh dan cukup. Aku banyak dikelilingi oleh cinta yang hebat dan tulus, seperti ini aku. Tanpa ada pura, entah mungkin kesalahpahaman itu terlalu besar dan mengintai hingga kamu kerepotan dan muak. Maafku tulus dan ingin terus beriringan ..

Tidak ada satu pun siapapun di sisi, selain kamu. Terkadang aku bisa lelah, tapi aku tidak pernah menyerah. Dari semua laki laki yang ku temui sejak 3 tahun pertemuan kita, tidak ada satu pun diantara mereka yang berada di sisiku atau merebut posisimu. Kelak kamu mengerti dan memahami denga sudut pandang cinta kasih mu. Sungguh, hanya kamu satu satunya yang telah dan kutetapkan menjadi pemenangnya. Ku biarkan semuanya merasa cemburu dengan mu, bukan kamu yang merasa seperti ini. Sayangku, kekasih hatiku. Ku hilangkan siapapun yang ada di diriku sejak lama, hanya untuk kamu seorang yang penuh cinta dan kasih. Tidak ada satupun siapapun sebelumnya, bisa memenangkan hatiku selain kamu. Sungguh aku, tanyakan semua pada semuanya yang mengenal ku.

        Sayangku, kekasihku ..

    Kesalahampahaman bisa jadi boomerang dan senjata yang paling jahat untuk menikam, jelas aku memahami saat aku sedang merajuk. Tetap pada akhirnya, ku percayakan semua pada mu. Kelak kamu akan mengerti, aku menanyakan kamu ke semua yang kamu pikir itu selingkuhan ku dan cara menghadapi emosi ku ke kamu. Kesalahpahaman muncul disana dan terlalu jauh, sangat jauh. Ku pahami caramu, aku salah dan ku jaga kepercayaanmu sampai dititik ini. Entah apa sudut pandang dan kesimpulan mu yang mana yang bisa kamu tujukan seperti itu ke aku. 

Apa kasih kalah dengan kecemburuan dan ego tinggi? Berpikir untuk melakukan hal yang membuat mu sedih dan kecewa saja, aku sudah tidak bisa. 

Bagaimana dengan hal yang keji seperti menduakan mu? 

Apa aku terlalu hina dan kotor untuk melakukan hal jahat itu? Aku cukup mulai memahami mu dari cara mencintai dan berhubungan, ku jaga semua karena bentuk hormat dan sayangku. 

Bertemu berdua dengan lawan jenis dan lain lain, bukan kah kamu tau semua dan aku selalu memberikan kabar? 

Apakah aku pernah berbohong yang membuat ini semua kotor? 

Apa aku pernah berpaling saat kamu pergi dari hidupku? 

Apa aku pernah punya riwayat hal bodoh dan mendua itu? aku tidak tau apa yang membuat kamu jadi jauh hilang dan tenggelam dengan egomu.

Semua kasih, cinta dan support ku selama ini menjadi bukti ku. Mau seperti apapun itu, aku disisi. Meski keadaan sedang seperti menggoyahkan terlalu jauh. 

Kelak kamu akan mengerti dan merasakan cinta yang kamu pertanyakan juga ...

Meski sering aku merajuk, dan butuh validasi dari mu. Ku tau pasti, kamu sungguh. Aku hanya suka merajuk dan bermanja, mendapatkan validasi dari mu seperti sebuah kesenangan yang bisa ku dapatkan berulang. Namun, kiranya aku pun selalu mencari cara dan upaya agar kamu nyaman dan bahagia bersama ku. Tapi, sepertinya kamu berpikir bahwa aku tidak pernah memikirkan mu ya? Pertanyaan mu tentang "Emang semua harus tentang kamu ya?" mungkin, kamu perlu melihat kembali. Semua waktu, tenaga dan materi itu bukan hitungan tapi tentang kamu yang ku rayakan selalu. Maksudku, agar kamu menyadari dan mengerti.. Bahwa kita mendampingi dengan cara masing masing dan terus berada disisi. Kelak kamu akan mengerti, setelah aku bekerja dan juga urusan kuliah mengisi waktu untuk bersama kamu adalah hal yang indah sekalipun aku sedang lelah. Pun kamu juga seperti itu ... Pintu rumahku selalu terbuka lebar, kasihku seluas samudera untuk mu. Meski saat ini, seperti aku asing dengan mu dan didorong sangat jauh ..

Entah apa dan seperti apa, sejak awal aku mengerti bahwa aku masih menjadi bayang dari dia yang selalu kamu cari dan menempel di benakmu. Bukan kah sebetulnya yang perlu dipertanyakan itu kamu? tapi meski begitu, seperti katamu bahwa aku bodoh. Setia dengan orang yang tidak setia, pun tapi aku menganggap mu setia dan cukup dengan ku. Entah apa itu, sejak awal aku selalu melibatkan Tuhan. Mungkin aku bukan orang yang sebaik itu, tapi hanya Tuhan yang menjadi peganganku.. Entah dosa apa yang pernah ku perbuat atau karma apa yang menimpaku, aku selalu percaya pada mu dan tulus hati ku padamu..

Kelak kamu akan mengerti, bahwa kamu selalu ku rayakan dari banyak hal. Kelak kamu akan mengerti dan memahami, doaku selalu terbang tinggi menembus langit dan terdengar nyaring sampai inti bumi pada saat manusia terlelap. Kelak kamu akan mengerti, bahwa cintaku memang seperti ini karena aku telah penuh seorang diri pun penuh dari sekitarku. Tidak ada pura, prasangka dan strategi dengan mu. Entah apa yang kamu rasakan saat ini ..

Aku berharap dan berdoa semoga kamu segera membaik, segala urusanmu dilancarkan dan semua cita atau tujuanmu tercapai. Percayalah, aku selalu ingin melihatmu menang dan berhasil dalam setiap tujuan yang kamu jalani. Meski banyak ujian dan kegagalan, aku percaya ini hanya sebuah proses. Tidak ada aku ingin melepas dan pergi dari sisimu, pun kamu bukan pilihan.

Sayangku, aku sudah cukup matang dan dewasa untuk membangun hubungan dan kehidupanku sendiri. Semua upaya dan rencana adalah bentuk tanggung jawab, integritas dan caraku dalam kehidupan dewasa ini. Semoga kelak kamu akan mengerti dan menerima diriku seutuhnya manusia yang punya banyak kurang juga. Prinsip jelas bahwa tidak bisa ada orang lain, percayalah dan lihat sendiri. Ku percayakan segalanya akan terlihat dengan sendirinya, bahwa Tuhan adil dan tidak pernah tidur. Caraku mungkin kurang bisa berkespresi, tapi aku berupaya. Semoga kelak kamu akan mengerti, bahwa aku selalu sungguh.

Terima kasih, atas segala cinta dan sayang untukku. Menjadi tempat pulang yang hangat untuk semua topeng dan kuatku yang rapuh, kelak kamu akan mengerti kalau kamu sangat berharga untuk ku. Aku tidak tau akan seperti apa ini di masa panas kita, atau hanya aku saja yang merasa? aku berharap akan segera membaik ini semua. Tetapi, jika aku terlalu memuakan untuk mu. Aku tidak tau harus apa .. Aku hanya ingin kamu bahagia dan menang dalam hidupmu. Semoga kamu tidak salah sangka atau merasa risih dengan cinta ku yang seperti ini. 

Aku sudah memaafkan mu, jauh jauh hari. Ku coba untuk berdamai dengan keadaan jauh jauh hari, tempatku pulang disini hanya kamu. Meski seperti katamu, kamu tidak ingin aku bergantung padamu. Aku gatau kenapa dan apa yang menyelimuti dirimu sampai dingin. Apakah masalah masalah mu?

Namun, jika memang semua ini tidak ada respon dan rumah kita tidak bisa ditempati lagi. Aku seperti kehabisan cinta, semua cintaku telah ku beri padamu. Percayalah, pergi ku keluar kota untuk merasakan sendiri. Bukankah semua hanya perlu melihat tenang dan tawaku saja? sedang kamu tau rapuh dan lemahku.. 

Entahlah sayangku, rasanya aku tidak sanggup jika harus menghentikan rasa ku dan tidak disisimu. Coping mechanismku adalah pergi dari sini, agar aku tidak dihantui bayang dan perasaan yang menenggelamkan diri. Aku perlu tetap waras, untuk hidup dan semua yang mereka titipkan di pundakku. Aku bisa membagi porsianku antara perasaan dan kewajibanku di pendidikan atau karir. Buktinya, pendidikan ku sejauh ini masih aman dan melampaui target ku kan? Tapi, urusan perasaan adalah hal yang tidak bisa ku gabungkan dengan akal logika yang terlalu rasional itu. Aku tidak tau seperti apa lagi untuk bisa menunjukan pada mu, mungkin hanya lewat doa doa yang kiranya nanti bisa menghangatkan jiwamu. Sedang semua amarah dan gejolak, aku percaya pada mu selalu... Maaf jika caraku salah ...

Meski begitu, tulisan ini adalah sisi bulan dan emosionalku yang ku kerahkan dari semua perasaanku. Ada beberapa buku juga yang sedang ku tuntaskan, pun tawaran job yang belum ku respon terdapat di Linked in, urusan pekerjaan dan tanggung jawab lainnya yang sedang on going. Oh jangan lupa juga dengan olahraga di rumah yang belum ku rutinkan HAHA pun aku juga sedang gemar mengekplorasi masakan di rumah ...

Dalam semua, pun aku masih berproses .. Semoga kiranya, kekasih hatiku ini segera membaik dan segala urusannya di mudahkan Allah SWT. Pun dengan kita, agar selalu beriringan dan dalam kasih yang hangat selalu ...

Kamis, 26 Oktober 2023

Guru yang Tidak Disangka



Depan Toko Tahilalats

    Rabu malam tanggal 18 Oktober lalu, aku dan seorang teman sedang jalan jalan di Braga, Bandung. Kami memang sedang Short Trip beberapa hari ini di kawasan bandung kota, untuk mencari hal hal yang kami sedang cari haha. Pemberhentian terakhir kami di Toko Tahilalats malam itu, letaknya di Jl. Braga, toko ini tidak hanya menjual makanan dan minuman aja tapi juga menyediakan tempat dengan arsitektur yang modern dan suasana yang "Jarang" ditemui di kafe lainnya. 

    Seperti anak muda lainnya, kami mengambil gambar sebanyak mungkin di tempat itu. Disana juga banyak spot foto yang disediakan, sehingga dengan mudahnya kami berfoto di spot foto yang telah disediakan di seluruh kafe. Kami keluar dari penginapan saat itu sudah jam set 8 malam, sehingga saat di Toko Tahi lalats kami mendekati waktu sudah mau closing atau tutup. Tidak lama dari itu kami memilih untuk pulang, karena perlu membeli beberapa keperluan untuk dipenginapan dan juga untuk makan malam nantinya.

    Saat keluar dari kafe dan sedang berjalan, aku melihat ada seorang bapak yang sedang berdiri membawa banyak buku mengenai Agama Islam ditangannya. Dia terlihat mondar mandir seperti sedang berjualan, tetapi tidak menawarkan ke siapapun yang sedang lalu lalang dihadapannya. Hatiku terpanggil ingin menemuinya, tapi saat itu aku tetap jalan melalui beliau.  Saat itu juga aku menggumam sendiri seperti antara hati dan logika berkecamuk dalam waktu yang singkat, dan ya akhirnya aku memutuskan kembali menghampiri beliau. Aku bilang ke temanku saat itu, "Na, gue mau kesana dulu deh. Beli buku".

"Pa, jual apa?" tanyaku saat itu

"Ini ada Juz'Amma, buku tuntunan sholat" sambil menunjukan buku buku yang di pegangnya

"Boleh liat ga pak, ada buku apa aja" pintaku

"Oh boleh" beliau membiarkan ku melihat lihat buku buku yang lainnya

    Aku melihat banyak buku tentang Agama Islam, dari mulai panduan untuk sholat, mengaji sampai kisah nabi. Kemudian, aku memilih buku dengan isi dzikir dzikir. Ukuran bukunya travel size alias mini gitu, jadi cocok dibawa kemana mana. Meskipun sebetulnya aku ada buku dzikir lebih lengkap, tapi memang niatku ingin membantu bapak ini. Kami berbincang bincang, dari obrolan yang hanya basa basi nanya aku dari mana sampai ke obrolan yang cukup serius yang cukup membuat aku takjub. Awalnya kami mengobrol mengenai kuliah ku, aku semester berapa, jurusan apa dan sebagainya. Sampai saat bapaknya cerita kalau beliau merupakan alumni Unpad, aku lupa jurusannya antara teknik atau apa gitu, Industrinya asing ditelingaku yang aku sendiri anak Komunikasi dan berhubungan dengan media digital kan .. Kemudian, aku tanya tanya lagi. Beliau juga cerita awal beliau kesini (Bandung) tahun 1979, beliau ini perantau dari belitung untuk kuliah disini. Luckily beliau ketemu jodohnya disini, dan menikah sudah punya 2 anak dan juga cucu. Beliau juga cerita kerja di sebuah perusahaan *teknik atau apa ya aku lupa banget karena asing dan cepet* dan kena PHK ketika zamannya Presiden Megawati, ujarnya saat itu. Jujur saat itu kondisi tempat kami mengobrol cukup ramai lalu lalang orang, di waktu yang singkat juga si bapak ini bercerita panjang lebar di depan Toko TahiLalats. 

    Kemudian beliau lanjut bercerita setelah beliau kena PHK, beliau mendapat uang pesangon untuk digunakan membeli rumah sekaligus Usaha. Beliau cerita juga kondisi Braga saat itu, dan juga bandung saat tahun 80an. Seru sekali rasanya mendengar bapak ini bercerita panjang lebar, dari cara beliau bercerita atau berkomunikasi terlihat tertata dari cara pemilihan bahasa, kata, sampai pola pikirnya pun tergambar bahwa beliau memang orang yg cerdas. Beliau juga cerita, sebetulnya kalau ketemu teman teman kuliahnya saat berkuliah di Unpad suka ditanya "Ngapain si jualan kayak gitu?" dan beliau bilang, ya gapapa kan ngisi waktu juga dan berkah. Beliau bilang gamau repotin anak anaknya, meskipun memang anak anaknya sudah cukup memenuhi kebutuhan hidupnya dan istrinya. Beliau juga bilang, "Mau ngapain di rumah bosen, kalau kayak gini kan ada kegiatan dan juga lumayan kan dapat uang juga. Orang masih sehat juga" Aku cukup mengerti dengan keadaannya, menurutku seseorang yang terbiasa sibuk dan punya aktivitas sehari hari, saat pensiun kadar bosannya bisa terlampau sangat tinggi. Aku melihat itu dari Kakek Nenekku sih, berbagai macam kegiatan atau usaha dilakukan meskipun anak dan cucunya melarang.

    Diwaktu yang terbatas, kami bertukar cerita dan sharing cukup intens. Beliau juga cerita mengenai anak anaknya yang lulusan universitas ternama, salah satunya ada yang lulusan Matematika. Beliau cerita, di usia senja seperti ini rasanya sungkan jika terus merepoti anak anaknya apalagi beliau masih sehat juga. Meski begitu, beliau bercerita kalau saat ini istrinya sedang di rumah anaknya yang berada di Tasikmalaya. Sayangnya, aku tidak ingat detail mengenai cerita anak anaknya yang beliau ceritakan. Tapi, aku bisa merasakan dengan sangat betapa beliau bangga dengan keberhasilan anak anaknya. Jelas yaaa, sampai diceritain sedetail itu. Oh ya aku belum bilang, kalau anaknya lulusan Unpad juga dan satunya di ITB. Sayangnya juga, temanku sudah meminta untuk segera kembali ke penginapan. Aku lupa nanya nama bapaknya, padahal beliau udah cerita banyak tentang background dan juga pengalamannya. Sebetulnya ada rasa skeptis dari aku, iya aku kan emang suka cari tau dan analitikal banget ya anaknya. Untuk kroscek apakah bapaknya benar lulusan Universitas itu, tapi terlepas dari itu semua. Aku percaya betul, atas semua sharing yang dibagikan oleh si bapak. Bapaknya juga malah sharing skripsi aku dengan judul yang aku angkat, bahkan beliau tanya aku magang dimana dll. Terlihat jelas, beliau bisa diajak ngobrol banyak hal dan wawasannya cukup luas. Membicarakan teknologi pun ga yang ngang ngeng ngong gitu loh, aku kagum banget sih....

    Seperti menemukan Hidden Gem gitu, ga akan nyangka bisa ketemu beliau dengan cerita dan sharing hidup yang cukup intens di tempat dan situasi yang ga terduga. Aku sampai memuji beliau dengan pengalaman hidupnya, sekaligus dengan kegiatan yang beliau lakukan saat ini. Yaaa, gengsi itu apa sih? Beliau yang sudah berumur aja bisa semangat, masa yang muda banyak gengsinya ya? Aku ganyangka aja bisa ketemu beliau, dan membicarakan isu sosial juga saat itu. KEREN!! Dipikiran ku saat itu sih, ini beliau emang cari temen ngobrol dan aktivitas rutin aja sekaligus cari berkah jualan buku tentang Agama Islam. Makanya ga terlalu nawar nawarin mungkin yaa, yaaa mungkin .. Terlepas apapun itu, aku menemukan makna yang lebih dalam dari perjalanan ini. Aku menemukan arti hidup lagi, memang benar ya kalau pengalaman diri atau sharing dengan orang lain itu yang terbaik untuk jadi mentor diri. Jadi lebih mahal aja sih, ga cuman dapet tempat aesthetic untuk difoto aja tapi dapet yang lebih bermakna dan ada dagingnya. Diakhir aku mau pamit, aku minta foto sama beliau yang siapa tau punya kemungkinan untuk bisa bertemu lagi. Aku juga salim sama bapak ini dan bapaknya doain aku banyak hal, aku bahagia banget malam itu ... Hatiku full ...

    Aku jadi inget kata mamah, "Guru itu ga melulu yang berpakaian rapih dan ditempat yang formal seperti sekolah atau institusi. Tapi kamu bisa temuin dimanapun dan kapanpun, kadang bukan orang yang kamu sangka juga. Siapa pun bisa jadi guru dan kasih kamu arti tentang apa yang kamu cari." Sebetulnya itu yang buat aku jadi makin kaget setelah pertemuan dengan bapak itu, perjalanan ku ke Bandung memang untuk "Menemukan sesuatu dihidupku." dan aku berhasil menemukan kepingin puzzle lainnya melalui obrolan ku dengan beliau.

Kalau kamu, seperti apa dalam usaha "Menemukan"?

Selasa, 17 Oktober 2023

Makna Hidup kali ini

    Pagi ini menyusuri jalan jalan kecil yang ramai, dipenuhi banyak manusia lalu lalang sibuk untuk memulai harinya. Diiringi dengan pedagang kecil di samping kanan kiri dengan makanan pagi yang dijajakan harum tercium. Meski ini hanyalah sebuah rutinitas yang berulang, tetapi jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda akan memiliki maknanya tersendiri. Aku melihat sebuah keindahan penuh makna, seperti seorang ibu yang sedang berbelanja nasi uduk dan mereka yang memenuhi penjual sayuran segar untuk mengolahnya menjadi menu makan hari ini. Dibagian lainnya, penuh kendaraan yang bermacetan dengan mereka yang ingin mencari nafkah dan anak anak berseragam siap belajar. Seorang pedagang tahu, memenuhi sepeda motornya dengan tahu coklat yang dibungkus plastik bening sehingga terlihat oleh kami yang melaluinya. 

    Ada berbagai kisah dan makna dari tumpukan plastik bening berisi tahu coklat, ada perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk bisa "Tahu" itu hadir dalam sebuah piring. Hangat mentari pagi dan burung burung kecil yang beterbangan diatas langit mewarnai pagi hari ini. Sepertinya begitu banyak hal hal kecil yang sering kali terlewati, tanpa disadari karena terlalu fokus atau terdistraksi dengan hal yang sebetulnya tidak terlalu penting untuk bisa menguras energi diri. Pernah merasakan atau menyadarinya juga?

    Terjebak dalam sebuah kotak yang semu, tetapi pikiran melanglang buana keseluruh dunia. Saat menginjak kaki keluar, terlihat banyak sekali keindahan dan kelebihan dalam hal kecil. Sayang sekali rasanya, jika semu dan habis masa kesempatan ini hanya pada isi kepala dan isi dunia dari sudut pandang manusia lain tanpa memaknainya sendiri. Setidaknya isi kepala dan diri merasa dan mengetahui, sebelum bisa dibagi dengan manusia lainnya. Perna merasa sia?

        Meskipun sia - sia itu tidak benar mutlak ada, kecuali mereka atau aku yang merasa dan memojokan diri akan masa yang ada merasa terbuang. Lebih takut untuk tidak hidup, ya walau terkadang di beberapa lembar cerita di hari hari ada masanya tidak selalu baik. Lagi, pun ini hanya tentang makna yang memiliki warna berbeda. Kapan si manusia ga telat sadar?

    Tidak ada waktu yang benar benar pas untuk sebuah keputusan, keyakinan atau pilihan yang diambil. Kecuali memang itu sudah keinginan sendiri yang pada akhirnya membuat sebuah sumbu dan titik menjadi resiko yang perlu ditanggung. Pun memaknai cukup dari banyak hal, agar supaya tidak terlalu terbang tinggi nan jauh sehingga lupa membumi. Kasian kalau terbang terlalu tinggi sehingga tidak menyatu dengan diri sendiri saat ini. Jadi, apa lagi si yang dicari?

Kamis, 12 Oktober 2023

You're Gonna Live Forever In Me

Pagi ini dibuat nostalgia dengan charm liontin kalung punya aku yang ditemuin mamah, Iya charm ini ada bagian lainnya lagi. Langsung deh keinget indahnya masa persahabatan saat SMA dulu, sekaligus putar lagunya John Mayer yang You're Gonna Live Forever In Me. 

Kamis, 28 September 2023

Senin, 16 Mei 2022

Hal hal yang disyukuri

HUAHAHAHAH
tar dulu, ketawa dulu ...
okaiii, setelah postingan yang terakhir dan terasa sangat amat emosional, dan seperti curhat ...
kali ini, mari coba untuk bisa menulis hal hal yang disyukuri untuk meningkatkan vibrasi juga ehehek

Bersyukur masih diberi kesadaran untuk memperbaiki diri sendiri, dari kesalahan, apa yang perlu dikembangkan dan apa yang perlu dipertahankan dalam diri. Sebuah kesadaran yang spesial bukan?

    Aku pernah bilang belum ya, kalau proses detox diri atau awaken benar benar selalu membuat ku berusaha untuk menyadari diri dan belajar lagi dan lagi. Setelah fase tower moment yang banyak mengikis habis sampai -0, rasanya untuk membangun "Rumah" baru itu tidak mudah. Maksudku, aku sedang proses disitu. Unconditional love, ke diri sendiri. Okey okey, padahal ku janji untuk cerita awaken ku ya? tapi belum ehehehekk...

Tapi, tau ga sih spiritual journey? hm, kok balik lagi sih ke sini HAHAHA

okay,

Hal hal yang disyukuri hari ini, awal nulis ini hari sabtu malam dan saat ini hari senin ehehe. Hari ini libur lagi, karena hari waisak. Meskipun hari libur, pekerjaan tetap saja berjalan. Hal lain yang disyukuri, 2 hari kemarin full tidur HAHAHAH rasanyaa enak banget sumpahh fufufu

Hal yang disyukuri, masih bernafas, diberi kesehatan sama Allah dan bisa makan dengan nikmat HEHEHE tanpa ke tiga hal pokok ini, tidak mudah tsay untuk menjalani hidup, ya ga? ya dong.

    Kalau sehat, bisa bantu orang sekitar, bisa ngelakuin aktivitas sehari hari, bisa ketemu temen temen dan banyak orang baik di luar sana ehehe. Seru banget sih, masih bisa nulis di buku, dengerin cerita orang orang, ngobrol sama adik adik, ngobrol sama mamah, keluarga bahkan bisa tidur pulas pun udah anugerah banget xixixi

Hal yang sangat disyukuri banget, bisa damai dan tenang. Belajar dan belajar untuk diri, jiwa dan meningkatkan hidup gitu. eh, berat ga sih?

    Seperti yang pernah ku bahas, tidak melulu tentang gula gula saja. yaaa, pasti ada masa gelap, kegelisahan, kecemasan, kesepian pun menghampiri diri. But, one thing that ive learned is never give up, terus saja mau maju dan belajar dari semua hal, namanya juga manusia.

    Oh iya, sekarang setiap minggu ini aku lagi nonton anime SPY x Family. Seru loh, ini juga ada di youtube dan aplikasi BStasion. Udah minggu ke 6, aku rutin mengikuti. tumben banget lho, aku mau nunggu series dan gaa yang tergebu gebu gitu. Biasanya, aku lebih memilih nonton yang sudah tamat dan ga perlu nunggu perminggu minggu lagi. Cuman kalau ini, emang aku juga ga nunggu banget, karena hari hari berjalan sangat cepat dan tau tau udah muncul itu anime HAHAHA jadiiii, ini juga jadi salah satu hal yang perlu disyukuri. Sesimple ini ya?

    Selain itu, bisa makan indomie goreng setengah mateng dengan telor yang setengah mateng ditambah bon cabeee itu juga enak banget loh. Bisa olahrgaa keliling perumahan sini, menghirup udara segar, duduk dibawah pohon sambil melihat lalu lalang kendaraan pun sangat amat disyukuri sama aku hehehe

Eh, ngobrol sama temen ku di warkop tempat favoritku juga jadi hal yang bikin aku sangat amat mensyukuri hidup juga. Ngobrol dan bersama dengan orang orang yang ku sayang, EHEHEHEk jadi <3 <3 <3 gini dehhh. Terus teruss, bisa tidur ditemenin mamah sambil diusap usap punggungnyaa juga bikin aku bersyukur banget bisa hidup. Masih banyakk bangettttt, hal hal yang disyukuri sama aku. But, one important thing is, God is good dan aku bersyukur masih bisa beribadah ke Tuhan yang satu dan maha esa ini. Tanpa sang pencipta, aku ga tau deh seperti apa. Suara yang terngiang di inti bumi, langit dan di kesunyian saat manusia manusia terlelap, Dia sang maha segalanya, ada dan mendengar. Memberi semua, tanpa diminta bahkan memberi berlebih yang diminta. Percaya dan bersandar, menjadi cukup. tentunya, fase yang panjang telah dilewati untuk bisa ada dititik sepercaya ini dan bersyukur itu, memang "bersyukur" itu hal yang wajib bukan? Tentu saja, tidak melepas tanggung jawab dan bersandar gitu aja tanpa usaha yaaa, ehehehe.

hm, apalagi ya? doakan aku yaa, Semoga kedamaian dan keselamatan menyertai kita, semua.

Udah terrlalu banyak hal yang ga baik dan buat diri jauh dari "Cahaya". Mengapresiasi hal hal kecil, menghargai dan mensyukuri yang ada, gapapa kan?

Happy holiday peopleeee


mac lov, fin <3 :)

Rabu, 04 Mei 2022

Kepercayaan

"ya karena lu menghindar
lu bilang ngadepin, tapi ga sepenuhnya
lu distraksiin sama semua kerjaan
lu terlalu melogikakan rasa dan ada teori teori dari setiap rasa yang lu akui
lu cukup terima, kalau lu sakit hati dan lagi galau, gausah pake tapi
jangan lu kejar nyari kegiatan biar produktif untuk menghindari dan biar ga keinget
kadang lu perlu mengakui kalau lu masih manusia, gue gatau lu seprofesonal apa untuk bisa ngebedain itu. ambil waktu untuk diri lu sendiri. lu bilang bisa menerima, tapi menurut gue engga pi. lu masih pake logika dan teori, cukup terima
ini perjalanan hidup, jadi nikmatin dulu abis itu bangun. selama ini berbulan bulan lu ngapain? itu waktu yang lama. terlalu banyak distraksi doang, tapi ga bener bener lu hadapin rasanya.
gausah ngebadut, tau kan lu harus kasih diri lu dulu baru orang lain.
stop dulu terima clientnya dan ambil waktu untuk rasain semuanya, dulu juga lu gini, tapi kalau yg sekarang ga separah yang dulu sih hahahaha
Kadang gue pengen kayak lu si pi, lu bisa banget bisa bedain kapan profesional dan engga. tapi, gue ga kuat. Jangan paksa diri lu
selesain pi, dan lepasin. sesuatu yang untuk lu, pasti selalu ada jalan.  Hidup lu terus berjalan, waktu juga. Udah puas puasin waktu untuk patah hatinya, kayak yang pernah lu bilang. lu ga akan bisa lupain, tapi lu bisa tinggalin perasaan itu. sama kayak ke temen, keluarga dan orang orang yang pernah hadir. Kangen itu wajar pi, tapi lu perlu hidup dan berhak hidup juga. tapi, ini kan omongin perasaan yang perlu diterima dan diakui pi HAHAHA
lu ga salah orang kan cerita ke gue? respon gue bener ga si hahaha
lu aturan mudik lah, padahal hari ini gue mau ngevlog nih hahahah"

Banyak hal sebenarnya, kalau pun dijabarkan kiranya kesimpulan percakapan kami seperti ini. Datang dan menangis merengek, karena menyimpan seorang diri, semua.  ku rasa, bom waktunya sangat bagus meledaknya hahaha. ini ga dibenarkan,,

Sejujurnya, beberapa waktu lalu aku hanya sedang fokus dengan beberapa hal, selain mengurus banyak shadow diri, generational trauma, dan beberapa urusan dimensi lain maupun kehidupan pribadi yang sedang disusun lagi. Aku ga bisa fokus banget memakai untuk melihat dan membedah perasaaanku sendiri 100%, ada si ada. seperti meditasi, doa, nulis dan lainnya. Tapi, sepertinya ini ke trigger. Ku pikir telah baik baik saja, ternyata masih ada shadow dan hal hal yang minta diakui lagi. Kali ini, minta lebih. Aku sering cerita, ke Tuhan, Semesta dan spirit guide. bahkan aku meminta, tapi sepertinya memang ini masih jadi perjalanan pertumbuhan jiwa untuk ku. Kalau ditanya sakit atau tidak, jujur sakit banget.. 

Sering ga si? ngerasa udah berdamai dan bisa nih menghadapi, karena udah bisa menjalani hidup lagi. Eh tapi, ternyata urusan hati belum beres. Patah hati, hahahaha rasa yang "hehehehe"

Bagian pembersihan diri dan ini mau ngajarin aku apa lagi ya? ada hal baru apa ya yang perlu dijalani?

tuhkan, pakai teori dan pengetahuan dan ga let it flow..

Pada akhirnya, aku tidak telalu kuat untuk melanjutkan menulis selain berdoa baik agar hatiku bisa kembali membaik dan bisa sepenuhnya melihat kasih dan cinta ke semua.

asli, ga ada energi untuk lanjutin ini :"

Aku membutuhkan beberapa hari, karena ada kesempatan untuk off dari semuanya, akan ku pakai untuk merenungi rasa dan mengajaknya berpelukan.

Aku tetap percaya, bahwa aku bisa membuat bersih ruang dan rasa yang murni untuk my future spouse n my one n only. Hanya itu yang ku punya, paling berharga. asik ehehehe

bisa kan ya? berdamai dengan diri dan membersihkan semua kotor :)

tuhkan, ngebadut lagi. haha hihi, haha hihi bercanda mulu :")

y kan tuhan? bantu aku ya, disetiap jalannya. meskipun kemarin suka oleng dan nyebelin, tapi harusnya udah dimaafin kan?

ku pengen menertawakan diriku sendiri, dan ngakak

makasih, Allah baik.

Sabtu, 23 April 2022

Kompilasi pikiran

Subuh pagi ini, setelah sahur. Sekarang hari ke berapa si?

Tiba tiba semuanya hanya ingin dilepas, seberapa tinggi sih ekspektasi ku ingin didengar dan dimengerti. Bukan, bukan ini. Ini lagi ngawur xexexexe. Biasa, mode baper...

Mungkin ga semua pandai berkomunikasi, atau, berbicara. Oke, mengerti. Tapi, bentuk bentuk rasa sakit dan harapan tinggi dari manusia lain, itu nyata ada. Aduh, rumit deh ya.

Mungkin, ini jadi patah hati terbaik. Semua yang terbaik di positif, pasti ada juga negatifnya. Patah hati, sebenarnya yang patah hanya pikiran ku dan semua ingin, angan dan juga logika. Hahahah. Kalau ngomongin hati, pasti bahagia dan senang. Di sisi lain, aku mengerti porsian ku.

Hahahaha, sampai "kata" pun nyatanya masih belum cukup mengekspresikan rasa. 


Ah, hanya sedang too much in emotion. Like i always do, ill be better dehh, percaya heheh. Kan terbiasa haha hihi heho, gitu kan?


Sebenarnya aku tau jelas, semua permainan dari pikiran itu meminta untuk diselesaikan sampahnya. Seperti terlalu banyak memakai logika, membentengi diri dan membuat pertahanan terlalu tinggi agar hati tersimpan aman. Betapa semua pergejolakan dan pembersihan ini, mentrigger ku lagi. Kenapa harus seribet ini si? Seberapa aku jauh dan lari dari sini, ini akan selalu menarik ku untuk dihadapi. Hahahahah, seperti yang selalu ku bilang, sama denganmu, aku juga wayang Tuhan.


Berarti, masih belum bersih sepenuhnya yaa aku. Setiap aku merasa emosiku terekspos dan orang mengetahui rasaku, ingin segera ku lari dan membuat benteng tinggi agar tak satupun yang mengetahui apa yg menjadi rasa. Seperti, aku tidak percaya dengan hal itu atau, logika ku akan lebih tinggi dan bisa menikam semua yang ingin menyerang masuk ke ruang yg ku simpan dan jaga. Nyatanya, itu semua bukan hal yang baik untuk emosi dan perkembangan diri ku.


Seperti saat ini, sisi shadow ku. Tidak percaya.

Hanya aku disini, yang patah, hati. Sepertinya. Serunya, ternyata aku tulus dan loyal juga. Aku bahkan merasa bodoh kadang, kok bisa jatuh hati dan membuat diriku seterbuka itu tentang rasa pada orang yang tidak ada seleksi apapun dan tidak tau hatinya untuk siapa. Mana bisa si menyalahkan rasa..


Telan saja pil'nya, toh ternyata aku masih bisa menjadi perempuan seutuhnya. Sisi nurturing ku keluar, yg selama ini selalu ku sembunyikan dengan cara menunjukannya dengan candaan yang menyebalkan. Mungkin, itu aku bisa berterima kasih, meskipun rasanya jika diperhitungkan dengan logika dan waktu, aku seperti orang bodoh. Jujur, menyakitkan egoku.


Aku sering bercanda, terlihat santai. Tapi, emang pantas ya dibercandain dan diperlakukan seperti itu?


Seperti rasaku itu ga ada dan aku bukan manusia, hahaha.

Aku menyenangkan yaa? Wkwkwkwkw


Ternyata, aku bisa ga kaku. Aku bisa juga jadi orang yg lembut, dan sisi penyayang ku keluar. Ah tidak, malu!!!!


Tuhan, ini sengaja kan?


Biar aku berani lagi dengan hubungan yang serius dan sehat, biar logika ku yang terlampau parah itu terbuka dan membuka sisi hangat ku kan.

Kalau iya, makasih

gemblengan beberapa tahun belakangan ini,

berhasil.


Aku percaya, dari milyar milyar juta juta, pasti ada satu yang menjadi pasang ku sampai akhir. Percayaa ada yg Tak perlu banyak tanya, tak perlu banyak tenaga, ini terasa mudah.. Wkwkwk ini lirik lagu ges

Mengerti, memahami, dan segala maaf, makasih, tolong terucap. Yaaaudah gituuu....


Kalau permukaan aja, semua orang pasti bisa lihat. Tapi, sampai lapisan terdalam, yaa hanya waktu yg menjawab :p


Tapi, ini maksudnya apa?


Aku percaya sih, cuman asli deh aku udah dealing berbulan bulan tapi masih aja panas. Logika ku ga nyampe.....


Yaudah, closingnya apa ya..

True love.


Dah, ngantuk.

Apakah ini hanya ilusi?

Diluar dari semua pengetahuan maupun love and light,

Mungkin rasa gue hanya ilusi dari rasa keinginan dan gue yang mulai lagi melogikakan rasa.

Hal yang gue ga suka dari diri, rasional keluar dan mendominasi, i mean i can be so bitter and cold, and its not good

Terpenjara dalam ilusi dan bayang sendiri, menyamakan semua rasa yang "pernah" dan "ada sampai saat ini", sebagai sebuah kebodohan dari diri gue. Bahwa, sebodoh itu ya gue di permainkan? Semua rasa tulus dan beneran ini, dilukai dengan ketidak adanya batas yg gue buat.

Mengakui, bahwa gue kurang pintar dan terlalu baik.

Egois. Haha


Apakah ini hanya ilusi?

Atau, hanya tumpukan dari semua luka yang berderet dan belum selesai di bersihkan?


Atau, gue hanya ga pernah begitu bebas dalam mengungkap rasa, hingga saat ada yang menembus semua pertahanan dan topeng, terasa langsung kalah di medan perang..

Rasanya, tidak semudah itu menerima dan memaafkan diri. Ku yakin, sebenarnya ini hanya semua luka dari hal lain yang akhirnya meledak disini. Iya disini.

Persetan.

Dan, gue redam.

Pada semua benang kusut yang ada, dan akhirnya kini, terlihat siapa kan?

Entah penyesalan atau pembelajaran,

Gue hanya meyakini, bahwa ini jalan tuhan, meski dalam hati "eh, gini nih?"

Why can't you, wait for me

Tanpa disadar dan akhirnya disadari,
Meledak, sampai saat ini perjalanan panjang mengenal diri, sayang ..
Sadar dan tidak disadari,
Perubahan signifikan ..
Life purpose, katanya
Blue print, katanya ..
Menyeimbangkan sisi feminin dan "Rasa" ;
Luka, kecemasan, brengsek, logika berlebih,
Melogika - kan "rasa", fiana. 
Ha Ha Ha
Tower moment, awaken dan rebirth.
Sayang, saat ini pun aku hanya menertawai diri lama yang seperti badut ..
Why can't you, wait for me?
Bertransformasi, "being a divine"
She's born to be a Godess
Why can't you, wait for me?
She's magic, she's love and she's light
Why can't you, wait for me?
She's rebirth
Why can't you, wait for me?
She like a phoenix
Why can't you, wait for me?
She's mature enough to be her authentic self
and,
Why can't you, wait for me?
Love ...


-fin🌻

Senin, 18 April 2022

Pasrah

Tanya,

Doa,

Usaha

Pun, harapan.

Telah pudar perlahan ..

Aku pasrah,

Tuhan ...


-fin

Pupus

Pupus,
Harapku,
Seperti semua diberi minus 0,
Jiwaku kuat,
Tapi aku hanya manusia.
Tuhan,
Aku percaya.
Meski,
Minus 0,
Lagi.

-fin