Selasa, 17 Oktober 2023

Makna Hidup kali ini

    Pagi ini menyusuri jalan jalan kecil yang ramai, dipenuhi banyak manusia lalu lalang sibuk untuk memulai harinya. Diiringi dengan pedagang kecil di samping kanan kiri dengan makanan pagi yang dijajakan harum tercium. Meski ini hanyalah sebuah rutinitas yang berulang, tetapi jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda akan memiliki maknanya tersendiri. Aku melihat sebuah keindahan penuh makna, seperti seorang ibu yang sedang berbelanja nasi uduk dan mereka yang memenuhi penjual sayuran segar untuk mengolahnya menjadi menu makan hari ini. Dibagian lainnya, penuh kendaraan yang bermacetan dengan mereka yang ingin mencari nafkah dan anak anak berseragam siap belajar. Seorang pedagang tahu, memenuhi sepeda motornya dengan tahu coklat yang dibungkus plastik bening sehingga terlihat oleh kami yang melaluinya. 

    Ada berbagai kisah dan makna dari tumpukan plastik bening berisi tahu coklat, ada perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk bisa "Tahu" itu hadir dalam sebuah piring. Hangat mentari pagi dan burung burung kecil yang beterbangan diatas langit mewarnai pagi hari ini. Sepertinya begitu banyak hal hal kecil yang sering kali terlewati, tanpa disadari karena terlalu fokus atau terdistraksi dengan hal yang sebetulnya tidak terlalu penting untuk bisa menguras energi diri. Pernah merasakan atau menyadarinya juga?

    Terjebak dalam sebuah kotak yang semu, tetapi pikiran melanglang buana keseluruh dunia. Saat menginjak kaki keluar, terlihat banyak sekali keindahan dan kelebihan dalam hal kecil. Sayang sekali rasanya, jika semu dan habis masa kesempatan ini hanya pada isi kepala dan isi dunia dari sudut pandang manusia lain tanpa memaknainya sendiri. Setidaknya isi kepala dan diri merasa dan mengetahui, sebelum bisa dibagi dengan manusia lainnya. Perna merasa sia?

        Meskipun sia - sia itu tidak benar mutlak ada, kecuali mereka atau aku yang merasa dan memojokan diri akan masa yang ada merasa terbuang. Lebih takut untuk tidak hidup, ya walau terkadang di beberapa lembar cerita di hari hari ada masanya tidak selalu baik. Lagi, pun ini hanya tentang makna yang memiliki warna berbeda. Kapan si manusia ga telat sadar?

    Tidak ada waktu yang benar benar pas untuk sebuah keputusan, keyakinan atau pilihan yang diambil. Kecuali memang itu sudah keinginan sendiri yang pada akhirnya membuat sebuah sumbu dan titik menjadi resiko yang perlu ditanggung. Pun memaknai cukup dari banyak hal, agar supaya tidak terlalu terbang tinggi nan jauh sehingga lupa membumi. Kasian kalau terbang terlalu tinggi sehingga tidak menyatu dengan diri sendiri saat ini. Jadi, apa lagi si yang dicari?

Tidak ada komentar: