Jumat, 03 November 2023

Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang

    Jalan yang jauh jangan lupa pulang, seperti lagu Yura Yunita yang sudah ku putar berulang kali saat ini. Dari Bandung aku kembali ke rumah abah, di Kuningan Jawa Barat. Masih di daerah yang sama, yaitu Jawa Barat. Sebetulnya alasan utama ku short trip adalah fase menemukan untuk kesekian, mungkin akan aku buka sedikit disini. Sebelum aku melakukan short trip ini, aku sempat 2 kali drop. Permasalahan yang sebetulnya bisa dibilang bukan permasalahan juga, eh apa ya? hehe Aku gatau ini apa saat aku drop, aku galau saat itu karena hubungan romansa ku. Drop sampai seperti apa? WKWKW entah karena faktor hormon atau apa, aku sampai tidak bisa bangun aja dari kasur dan seluruh kegiatan ku terhenti, hari ku juga terhenti untuk beberapa hari. Aku "Merasa" perasaan yang mungkin selama ini aku anggap baik baik saja tidak pernah menggerogoti atau mengganggu kehidupanku, mungkin itu yang terlihat dari luar. Entah, tapi saat itu banyak sekali orang terdekatku yang bergiliran mengunjungi ku di rumah hanya untuk memastikan aku baik baik saja. Mungkin mereka khawatir karena aku tidak kunjung memberi kabar dan sosial media ku menghilang, padahal kalau sosial media memang tidak ada kaitannya sih. Pikirku sih saat itu, saat drop yaaa. Aku hanya sedang kelelahan aja sih, jadi bener bener bedrest gitu. Tapi disisi lain, perasaan ku rasanya tercabik, agak sulit untuk dijelaskan dengan kalimat. 

    Anehnya, meski perasaanku rasanya seperti campur aduk dan tercabik perih tergores. Aku tidak bisa menangis dan tidak bisa bercerita apa apa saat itu mengenai perasaan atau isi pikiranku. Kembali lagi, mungkin hormon ku sedang tidak stabil sehingga aku terlalu lebay aja. 2 kali keadaan ku drop, yaaa aku merasa udah ada yang ga beres aja. Mungkin aku butuh pencerahan dan udara segar, meskipun sebetulnya aku juga banyak tuntutan yang tidak bisa ku sebutkan sehingga rasanya sukar untuk bisa berpergian saat itu. Namun, seperti banyak pintu untuk menuju pencerahan yaa HAHA aku bisa punya kesempatan itu. Jujur aja, ada kalimat dari salah satu orang terdekat ku yang sebetulnya kami jarang sekali komunikasi tapi tiba tiba dia berkunjung karena katanya khawatir dengan aku. 

Dia bilang, 

"Fin, masih banyak yang mau liat lu ketawa. Mau liat lu senyum dan bisa ngobrol lagi sama lu. Nih buktinya gua tiba tiba kesini, karena apa? karena ketawa lu yang gua tunggu, senyum lu juga. Gua gatau lu kenapa, tapi masih banyak yang nunggu ketawa lu" 

    Jujur saat dengar omongan itu, aku bingung si mau reaksi apa. Mungkin hal yang bisa aku ucapin yaa rasa syukur aja, karena emang aku ga yang "segitunya" tapi masih banyak yang perduli tanpa aku minta atau harap. Allah baik banget, aku dihadirin dan dikelilingi oleh manusia manusia yang sayang dan perduli dengan ku. Kadang kadang emang aku pengen aja sendiri biar bisa ngerasain emosi dan pikiran diri, bukan karena apa. Tapi mungkin, ada juga momen yang aku ga mau libatin manusia lain di urusan urusan ku. Apapun itu, kalimatnya bikin aku jadi naik moodnya saat itu. Kalimat itu juga mungkin yang perlu didengar dan diketahui banyak orang di luar sana, kalau masih banyak orang disekitar atau yang belum ditemui pengen liat ketawanya, sesimple itu. yaaa meskipun ga sesimple saat aku ketik ini ya hehek

    Mungkin banyak yang mengira kalau aku galau aku akan nangis nangis dan bisa cerita sama mereka untuk bisa melegakan perasaan yang ada di diri. Nyatanya aku ga bisa seperti itu, aku hanya diam, diam dan diam. Tertawa dan masih bisa bercengkrama dengan riang. Tapi sekujur tubuhku rasanya membeku, ada jauh didalam sana terasa beku dan nyelekit seperti tertusuk tusuk. Tapi aku gatau cara ekspresiin dihadapan manusia lain atau menceritakan apa yang ada dibenak, maupun hatiku. Padahal mungkin itu perlu dilakukan agar setidaknya tidak terlalu menyesakkan dada yaa ..

Semakin hari, tubuhku seperti memberi sinyalnya sendiri. Seperti ingin direlease energi yang mengendap dan negatifnya a.k.a emosi, pikiran dari benakku yang tertahan entah karena apa. Aku hanya menangkap there is something wrong about me, i should do something to make my self feel better. Aku suka lama memproses emosi dan perasaan dalam diri, seperti ada jeda membeku. Jadi, yang ku pahami yaa perlu untuk melepaskannya. Dari situlah, aku tau ini adalah hal yang perlu aku cari dan temukan.

    Kembali pada situasiku, kereta ke arah Cirebon pukul 16.50 WIB. Sedang aku sudah check out hotel sejak set-12 siang, aku keliling di sekitaran stasiun bandung karena memang aku tidak ingin kemana mana dan males aja. Penantian berjam jam, membuat aku banyak mikir. Yaaaah kan, mikir lagi... Sebetulnya salah satu alasan kenapa aku pergi ke kota lain dari rumah orang tua ku, menenangkan pikiran dan perasaan diri. Ku lihat baterai hp sudah 30% sedang waktu masih menujukan jam 12 siang, aku ga ada powerbank juga jadi ya aku ke masjid sekalian sholat dzuhur. Aku banyak melamun seorang diri, karena aku dan temanku sudah berpisah tujuan sejak pagi tadi, dia pulang ke arah Jakarta sedang aku akan lanjut ke Cirebon. Dalam perjalanan yang hening ini, aku banyak merasa sepi seorang diri tetapi full. Seperti apa ya menjelaskannya, seperti aku menemukan dirinya seutuhnya meskipun tidak bersama manusia manusia yang ku kenal.

    Aku tertidur di masjid, karena menunggu waktu sekaligus charge hpku. Tau tau sudah mendekati waktu Ashar, tanggung kan waktunya untuk sampai ke ashar jadi aku sholat ashar di masjid. Setelah itu aku bergegas menuju stasiun untuk cetak tiket kereta api. Aku jalan mengitari stasiun bandung, menikmati cuaca di sore hari yang teduh dan ingin hujan sepertinya. Melihat banyak burung yang sedang bergerombol dan memenuhi langit di sore hari itu. Aku seperti didekap hangat oleh cuaca bandung sore itu, disemangati dan disayangi dengan penuh kasih oleh semesta. Keramaian di ruang tunggu seperti menggambarkan isi kepala ku hari hari dan ini justru membuatku merasa aman. Aku duduk dan terfokus melihat lalu lalang manusia yang sedang terburu, melihat warna warna lain di dalam stasiun dan mungkin dengan kisah yang dibawa oleh setiap individu. Dalam Stasiun ada kepergian dan ada juga yang tiba, masing masing membawa kisah dan kasihnya dalam tas yang digunakan dipunggung atau koper yang mereka bawa. Makanan yang dibeli sebagai oleh oleh untuk orang terkasih dan kepulangan dirinya untuk orang terkasih. Kami semua menunggu di ruang tunggu, menunggu waktu untuk keberangkatan dengan melihat seluruh aktivitas itu. Seperti itulah hidup, datang dan pergi. Singgah dan menetap. Pun ketika menetap tidak tau sampai kapan, karena semua ada waktunya.

    Aku menaiki Kereta Ciremai, tujuan akhirku di Stasiun Cirebon dengan waktu perjalanan 4 jam 30 menit. Aku dapat kursi didekat jendela, epik. Selama perjalanan aku lebih banyak memandangi jendela ke arah luar, banyak pemandangan, rumah dan jalan yang dilalui. Aku juga menggunakan earphone ditelingaku untuk mengisi momen agar lebih syahdu aja, lagu yang sedang ku putar akhir akhir ini mengenai kehidupan. Seperti Sisir - Lagu Pejalan, Yura Yunita - Jalan yang jauh jangan lupa pulang, tutur batin, Penjaga hati dll. Ya melow dan sekaligus ningkatin rasa syukur sih. Selama musik diputar, aku melihat ke arah luar dan disitu seperti keadaan, kejadian yang sudah lalu terputar di kepala ku. Seperti sebuah scene film yang terputar di benakku, aku mulai merasakan tubuhku seperti mencair. Seperti keadaan yang kemarin keras, dingin dan beku mulai hangat dan begitu juga dengan air mataku yang mulai mengalir ke pipi. Aku menangis ...

    Akhirnya aku bisa merasakan dan tubuhku tidak menolak, mungkin "Fiana" merasa lebih aman saat jauh dan perjalanan dengan diri sendiri ini. Setelah 5 hari di bandung dan tidak terjadi reaksi apapun, hari itu menjadi jalan yang panjang bagiku. Menangis terisak terdiam seorang diri di perjalanan yang jauh, ketakutanku terlalu besar sehingga aku tidak punya pilihan lain untuk berani. Ku usap air mata yang mengalir, malu karena sampingku ada penumpang lain. Salah satu yang kusadari betul, si periang dan orang yang santai ini sangat private akan kehidupan pribadinya. Tidak ku biarkan sembarang orang masuk jauh dalam rapuh dan hidupku. Setiap manusia punya sisi yang di perlihatkan dan tidak, atau juga yaa memang orangnya seperti itu adanya. 

    Perjalanan mencintai diri adalah proses seumur hidup dan tidak perlu sempurna karena kita hanya manusia biasa yang berproses. Temukan dan bersamai mereka yang menerima dengan lapang kurang lebih diri, sekaligus mau berproses bersama di dunia yang sementara ini. Aku memahami hal lainnya lagi, memaknai teman hidup. Perihal makna yang semu dan bias, aku bisa merasakan dalam perjalanan yang panjang ini. Semua adalah perjalanan di hidup yang panjang ini, membersamai yang membuat bahagia dan mau berproses bersama atau komitmen bareng adalah bentuk kebahagiaan yang tidak ternilai. Temui hal hal yang terus bisa mengisi hari hari yang singkat ini, selain ibadah menjadi tuju. Tertawa dan bercengkrama bisa menjadi obat mujarab dalam hidup. 


Lalu, setelah ini apa lagi?

Tidak ada komentar: