Diluar dari semua pengetahuan maupun love and light,
Mungkin rasa gue hanya ilusi dari rasa keinginan dan gue yang mulai lagi melogikakan rasa.
Hal yang gue ga suka dari diri, rasional keluar dan mendominasi, i mean i can be so bitter and cold, and its not good
Terpenjara dalam ilusi dan bayang sendiri, menyamakan semua rasa yang "pernah" dan "ada sampai saat ini", sebagai sebuah kebodohan dari diri gue. Bahwa, sebodoh itu ya gue di permainkan? Semua rasa tulus dan beneran ini, dilukai dengan ketidak adanya batas yg gue buat.
Mengakui, bahwa gue kurang pintar dan terlalu baik.
Egois. Haha
Apakah ini hanya ilusi?
Atau, hanya tumpukan dari semua luka yang berderet dan belum selesai di bersihkan?
Atau, gue hanya ga pernah begitu bebas dalam mengungkap rasa, hingga saat ada yang menembus semua pertahanan dan topeng, terasa langsung kalah di medan perang..
Rasanya, tidak semudah itu menerima dan memaafkan diri. Ku yakin, sebenarnya ini hanya semua luka dari hal lain yang akhirnya meledak disini. Iya disini.
Persetan.
Dan, gue redam.
Pada semua benang kusut yang ada, dan akhirnya kini, terlihat siapa kan?
Entah penyesalan atau pembelajaran,
Gue hanya meyakini, bahwa ini jalan tuhan, meski dalam hati "eh, gini nih?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar