Seperti dihajar dan dikuliti hidup hidup, diterpa dan dipojokan hingga sesak tidak bisa bernafas. Tiada lagi rasa dan akal yang bisa jernih berpikir. Mulai menggoroti rasa dengan sangat dalam hingga mati semua langkah, tersisa rasa yang terus memuncak dan membludak. Seperti aku melampaui kuasa Tuhan, untuk tidak mencintai makhluknya dengan sangat. Mungkin Tuhan cemburu ..
Keyakinan dan usaha ku akan satu nama, seperti sedang digoyahkan dengan badai yang tida ada hentinya mencoba menguji. Akal dan pikiran ku sering melanglang buana, tapi yakin ku akan rasa telah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat. Kiranya, ini semua yang membuat ku seperti terpopoh. Aku tidak bisa melangkah, ribuan hari telah ku doakan dan panjatkan apakah keyakinan ku tepat atau tidak. Kembali lagi, pada Tuhan yang meyakini akan setiap perjalanannya. Semakin yakin, semakin badai seperti menguji ku hingga aku terhuyung dan terpopoh sesak tidak bisa bernafas. Apa seperti ini?
Sayangku, banyak badai dan pertengkaran kesalahpahaman diantara kita. Mungkin pula, aku yang sering sekali terbang jauh berpikir dan membuat mu kaget dan lelah. Tapi, pada akhirnya aku pun tetap disini tidak bergeser atau melangkah sedikit pun dari sisi mu. Kelak kamu melihat dengan jelas dan memahami ku juga, sebesar apapun masalah dan hal hal yang sering pecah diantara kita aku memahami bahwa kita berproses. Mungkin banyak hal yang terucap, atau tindakan ku yang membuat kamu pusing, pun sama seperti ku. Tapi, tidak ada inginku untuk pergi dari sisimu. Ku biarkan semuanya diselesaikan bersama, meski panas dan perih dihadapi. Mungkin ini caraku mencintai mu, menerima semua. Bukan aku menghitung atau merasa paling banyak berkorban. Bukan pula aku bodoh perihal adanya tuduhan dan kecemburuan mengenai orang lain, aku mencintai mu seutuhnya dirimu sampai dititik ini. Aku percaya dengan mu, percaya dengan diriku. Bukan dan tidak sama sekali. Kelak saat ego mu sudah tidak setinggi ini dan emosi marah mu tidak menyelimuti hatimu yang hangat, kamu akan mengerti seiring bertumbuh dewasanya kamu dan juga aku.
Sayangku, setelah semua marah dan kecemburuan egoku, tetap ku lepas dan membiarkannya. Aku minta maaf kalau kamu merasa dipojokan, tapi aku hanya ingin ini lewat dari benakku dan sudah. Tapi ternyata, kamu memahaminya bahwa aku tidak pernah memikirkan diri dan perasaan mu. Aku sudah penuh dengan diriku sayang, pun saat ke kamu aku penuh dan cukup. Aku banyak dikelilingi oleh cinta yang hebat dan tulus, seperti ini aku. Tanpa ada pura, entah mungkin kesalahpahaman itu terlalu besar dan mengintai hingga kamu kerepotan dan muak. Maafku tulus dan ingin terus beriringan ..
Tidak ada satu pun siapapun di sisi, selain kamu. Terkadang aku bisa lelah, tapi aku tidak pernah menyerah. Dari semua laki laki yang ku temui sejak 3 tahun pertemuan kita, tidak ada satu pun diantara mereka yang berada di sisiku atau merebut posisimu. Kelak kamu mengerti dan memahami denga sudut pandang cinta kasih mu. Sungguh, hanya kamu satu satunya yang telah dan kutetapkan menjadi pemenangnya. Ku biarkan semuanya merasa cemburu dengan mu, bukan kamu yang merasa seperti ini. Sayangku, kekasih hatiku. Ku hilangkan siapapun yang ada di diriku sejak lama, hanya untuk kamu seorang yang penuh cinta dan kasih. Tidak ada satupun siapapun sebelumnya, bisa memenangkan hatiku selain kamu. Sungguh aku, tanyakan semua pada semuanya yang mengenal ku.
Sayangku, kekasihku ..
Kesalahampahaman bisa jadi boomerang dan senjata yang paling jahat untuk menikam, jelas aku memahami saat aku sedang merajuk. Tetap pada akhirnya, ku percayakan semua pada mu. Kelak kamu akan mengerti, aku menanyakan kamu ke semua yang kamu pikir itu selingkuhan ku dan cara menghadapi emosi ku ke kamu. Kesalahpahaman muncul disana dan terlalu jauh, sangat jauh. Ku pahami caramu, aku salah dan ku jaga kepercayaanmu sampai dititik ini. Entah apa sudut pandang dan kesimpulan mu yang mana yang bisa kamu tujukan seperti itu ke aku.
Apa kasih kalah dengan kecemburuan dan ego tinggi? Berpikir untuk melakukan hal yang membuat mu sedih dan kecewa saja, aku sudah tidak bisa.
Bagaimana dengan hal yang keji seperti menduakan mu?
Apa aku terlalu hina dan kotor untuk melakukan hal jahat itu? Aku cukup mulai memahami mu dari cara mencintai dan berhubungan, ku jaga semua karena bentuk hormat dan sayangku.
Bertemu berdua dengan lawan jenis dan lain lain, bukan kah kamu tau semua dan aku selalu memberikan kabar?
Apakah aku pernah berbohong yang membuat ini semua kotor?
Apa aku pernah berpaling saat kamu pergi dari hidupku?
Apa aku pernah punya riwayat hal bodoh dan mendua itu? aku tidak tau apa yang membuat kamu jadi jauh hilang dan tenggelam dengan egomu.
Semua kasih, cinta dan support ku selama ini menjadi bukti ku. Mau seperti apapun itu, aku disisi. Meski keadaan sedang seperti menggoyahkan terlalu jauh.
Kelak kamu akan mengerti dan merasakan cinta yang kamu pertanyakan juga ...
Meski sering aku merajuk, dan butuh validasi dari mu. Ku tau pasti, kamu sungguh. Aku hanya suka merajuk dan bermanja, mendapatkan validasi dari mu seperti sebuah kesenangan yang bisa ku dapatkan berulang. Namun, kiranya aku pun selalu mencari cara dan upaya agar kamu nyaman dan bahagia bersama ku. Tapi, sepertinya kamu berpikir bahwa aku tidak pernah memikirkan mu ya? Pertanyaan mu tentang "Emang semua harus tentang kamu ya?" mungkin, kamu perlu melihat kembali. Semua waktu, tenaga dan materi itu bukan hitungan tapi tentang kamu yang ku rayakan selalu. Maksudku, agar kamu menyadari dan mengerti.. Bahwa kita mendampingi dengan cara masing masing dan terus berada disisi. Kelak kamu akan mengerti, setelah aku bekerja dan juga urusan kuliah mengisi waktu untuk bersama kamu adalah hal yang indah sekalipun aku sedang lelah. Pun kamu juga seperti itu ... Pintu rumahku selalu terbuka lebar, kasihku seluas samudera untuk mu. Meski saat ini, seperti aku asing dengan mu dan didorong sangat jauh ..
Entah apa dan seperti apa, sejak awal aku mengerti bahwa aku masih menjadi bayang dari dia yang selalu kamu cari dan menempel di benakmu. Bukan kah sebetulnya yang perlu dipertanyakan itu kamu? tapi meski begitu, seperti katamu bahwa aku bodoh. Setia dengan orang yang tidak setia, pun tapi aku menganggap mu setia dan cukup dengan ku. Entah apa itu, sejak awal aku selalu melibatkan Tuhan. Mungkin aku bukan orang yang sebaik itu, tapi hanya Tuhan yang menjadi peganganku.. Entah dosa apa yang pernah ku perbuat atau karma apa yang menimpaku, aku selalu percaya pada mu dan tulus hati ku padamu..
Kelak kamu akan mengerti, bahwa kamu selalu ku rayakan dari banyak hal. Kelak kamu akan mengerti dan memahami, doaku selalu terbang tinggi menembus langit dan terdengar nyaring sampai inti bumi pada saat manusia terlelap. Kelak kamu akan mengerti, bahwa cintaku memang seperti ini karena aku telah penuh seorang diri pun penuh dari sekitarku. Tidak ada pura, prasangka dan strategi dengan mu. Entah apa yang kamu rasakan saat ini ..
Aku berharap dan berdoa semoga kamu segera membaik, segala urusanmu dilancarkan dan semua cita atau tujuanmu tercapai. Percayalah, aku selalu ingin melihatmu menang dan berhasil dalam setiap tujuan yang kamu jalani. Meski banyak ujian dan kegagalan, aku percaya ini hanya sebuah proses. Tidak ada aku ingin melepas dan pergi dari sisimu, pun kamu bukan pilihan.
Sayangku, aku sudah cukup matang dan dewasa untuk membangun hubungan dan kehidupanku sendiri. Semua upaya dan rencana adalah bentuk tanggung jawab, integritas dan caraku dalam kehidupan dewasa ini. Semoga kelak kamu akan mengerti dan menerima diriku seutuhnya manusia yang punya banyak kurang juga. Prinsip jelas bahwa tidak bisa ada orang lain, percayalah dan lihat sendiri. Ku percayakan segalanya akan terlihat dengan sendirinya, bahwa Tuhan adil dan tidak pernah tidur. Caraku mungkin kurang bisa berkespresi, tapi aku berupaya. Semoga kelak kamu akan mengerti, bahwa aku selalu sungguh.
Terima kasih, atas segala cinta dan sayang untukku. Menjadi tempat pulang yang hangat untuk semua topeng dan kuatku yang rapuh, kelak kamu akan mengerti kalau kamu sangat berharga untuk ku. Aku tidak tau akan seperti apa ini di masa panas kita, atau hanya aku saja yang merasa? aku berharap akan segera membaik ini semua. Tetapi, jika aku terlalu memuakan untuk mu. Aku tidak tau harus apa .. Aku hanya ingin kamu bahagia dan menang dalam hidupmu. Semoga kamu tidak salah sangka atau merasa risih dengan cinta ku yang seperti ini.
Aku sudah memaafkan mu, jauh jauh hari. Ku coba untuk berdamai dengan keadaan jauh jauh hari, tempatku pulang disini hanya kamu. Meski seperti katamu, kamu tidak ingin aku bergantung padamu. Aku gatau kenapa dan apa yang menyelimuti dirimu sampai dingin. Apakah masalah masalah mu?
Namun, jika memang semua ini tidak ada respon dan rumah kita tidak bisa ditempati lagi. Aku seperti kehabisan cinta, semua cintaku telah ku beri padamu. Percayalah, pergi ku keluar kota untuk merasakan sendiri. Bukankah semua hanya perlu melihat tenang dan tawaku saja? sedang kamu tau rapuh dan lemahku..
Entahlah sayangku, rasanya aku tidak sanggup jika harus menghentikan rasa ku dan tidak disisimu. Coping mechanismku adalah pergi dari sini, agar aku tidak dihantui bayang dan perasaan yang menenggelamkan diri. Aku perlu tetap waras, untuk hidup dan semua yang mereka titipkan di pundakku. Aku bisa membagi porsianku antara perasaan dan kewajibanku di pendidikan atau karir. Buktinya, pendidikan ku sejauh ini masih aman dan melampaui target ku kan? Tapi, urusan perasaan adalah hal yang tidak bisa ku gabungkan dengan akal logika yang terlalu rasional itu. Aku tidak tau seperti apa lagi untuk bisa menunjukan pada mu, mungkin hanya lewat doa doa yang kiranya nanti bisa menghangatkan jiwamu. Sedang semua amarah dan gejolak, aku percaya pada mu selalu... Maaf jika caraku salah ...
Meski begitu, tulisan ini adalah sisi bulan dan emosionalku yang ku kerahkan dari semua perasaanku. Ada beberapa buku juga yang sedang ku tuntaskan, pun tawaran job yang belum ku respon terdapat di Linked in, urusan pekerjaan dan tanggung jawab lainnya yang sedang on going. Oh jangan lupa juga dengan olahraga di rumah yang belum ku rutinkan HAHA pun aku juga sedang gemar mengekplorasi masakan di rumah ...
Dalam semua, pun aku masih berproses .. Semoga kiranya, kekasih hatiku ini segera membaik dan segala urusannya di mudahkan Allah SWT. Pun dengan kita, agar selalu beriringan dan dalam kasih yang hangat selalu ...