Kamis, 26 Oktober 2023

Guru yang Tidak Disangka



Depan Toko Tahilalats

    Rabu malam tanggal 18 Oktober lalu, aku dan seorang teman sedang jalan jalan di Braga, Bandung. Kami memang sedang Short Trip beberapa hari ini di kawasan bandung kota, untuk mencari hal hal yang kami sedang cari haha. Pemberhentian terakhir kami di Toko Tahilalats malam itu, letaknya di Jl. Braga, toko ini tidak hanya menjual makanan dan minuman aja tapi juga menyediakan tempat dengan arsitektur yang modern dan suasana yang "Jarang" ditemui di kafe lainnya. 

    Seperti anak muda lainnya, kami mengambil gambar sebanyak mungkin di tempat itu. Disana juga banyak spot foto yang disediakan, sehingga dengan mudahnya kami berfoto di spot foto yang telah disediakan di seluruh kafe. Kami keluar dari penginapan saat itu sudah jam set 8 malam, sehingga saat di Toko Tahi lalats kami mendekati waktu sudah mau closing atau tutup. Tidak lama dari itu kami memilih untuk pulang, karena perlu membeli beberapa keperluan untuk dipenginapan dan juga untuk makan malam nantinya.

    Saat keluar dari kafe dan sedang berjalan, aku melihat ada seorang bapak yang sedang berdiri membawa banyak buku mengenai Agama Islam ditangannya. Dia terlihat mondar mandir seperti sedang berjualan, tetapi tidak menawarkan ke siapapun yang sedang lalu lalang dihadapannya. Hatiku terpanggil ingin menemuinya, tapi saat itu aku tetap jalan melalui beliau.  Saat itu juga aku menggumam sendiri seperti antara hati dan logika berkecamuk dalam waktu yang singkat, dan ya akhirnya aku memutuskan kembali menghampiri beliau. Aku bilang ke temanku saat itu, "Na, gue mau kesana dulu deh. Beli buku".

"Pa, jual apa?" tanyaku saat itu

"Ini ada Juz'Amma, buku tuntunan sholat" sambil menunjukan buku buku yang di pegangnya

"Boleh liat ga pak, ada buku apa aja" pintaku

"Oh boleh" beliau membiarkan ku melihat lihat buku buku yang lainnya

    Aku melihat banyak buku tentang Agama Islam, dari mulai panduan untuk sholat, mengaji sampai kisah nabi. Kemudian, aku memilih buku dengan isi dzikir dzikir. Ukuran bukunya travel size alias mini gitu, jadi cocok dibawa kemana mana. Meskipun sebetulnya aku ada buku dzikir lebih lengkap, tapi memang niatku ingin membantu bapak ini. Kami berbincang bincang, dari obrolan yang hanya basa basi nanya aku dari mana sampai ke obrolan yang cukup serius yang cukup membuat aku takjub. Awalnya kami mengobrol mengenai kuliah ku, aku semester berapa, jurusan apa dan sebagainya. Sampai saat bapaknya cerita kalau beliau merupakan alumni Unpad, aku lupa jurusannya antara teknik atau apa gitu, Industrinya asing ditelingaku yang aku sendiri anak Komunikasi dan berhubungan dengan media digital kan .. Kemudian, aku tanya tanya lagi. Beliau juga cerita awal beliau kesini (Bandung) tahun 1979, beliau ini perantau dari belitung untuk kuliah disini. Luckily beliau ketemu jodohnya disini, dan menikah sudah punya 2 anak dan juga cucu. Beliau juga cerita kerja di sebuah perusahaan *teknik atau apa ya aku lupa banget karena asing dan cepet* dan kena PHK ketika zamannya Presiden Megawati, ujarnya saat itu. Jujur saat itu kondisi tempat kami mengobrol cukup ramai lalu lalang orang, di waktu yang singkat juga si bapak ini bercerita panjang lebar di depan Toko TahiLalats. 

    Kemudian beliau lanjut bercerita setelah beliau kena PHK, beliau mendapat uang pesangon untuk digunakan membeli rumah sekaligus Usaha. Beliau cerita juga kondisi Braga saat itu, dan juga bandung saat tahun 80an. Seru sekali rasanya mendengar bapak ini bercerita panjang lebar, dari cara beliau bercerita atau berkomunikasi terlihat tertata dari cara pemilihan bahasa, kata, sampai pola pikirnya pun tergambar bahwa beliau memang orang yg cerdas. Beliau juga cerita, sebetulnya kalau ketemu teman teman kuliahnya saat berkuliah di Unpad suka ditanya "Ngapain si jualan kayak gitu?" dan beliau bilang, ya gapapa kan ngisi waktu juga dan berkah. Beliau bilang gamau repotin anak anaknya, meskipun memang anak anaknya sudah cukup memenuhi kebutuhan hidupnya dan istrinya. Beliau juga bilang, "Mau ngapain di rumah bosen, kalau kayak gini kan ada kegiatan dan juga lumayan kan dapat uang juga. Orang masih sehat juga" Aku cukup mengerti dengan keadaannya, menurutku seseorang yang terbiasa sibuk dan punya aktivitas sehari hari, saat pensiun kadar bosannya bisa terlampau sangat tinggi. Aku melihat itu dari Kakek Nenekku sih, berbagai macam kegiatan atau usaha dilakukan meskipun anak dan cucunya melarang.

    Diwaktu yang terbatas, kami bertukar cerita dan sharing cukup intens. Beliau juga cerita mengenai anak anaknya yang lulusan universitas ternama, salah satunya ada yang lulusan Matematika. Beliau cerita, di usia senja seperti ini rasanya sungkan jika terus merepoti anak anaknya apalagi beliau masih sehat juga. Meski begitu, beliau bercerita kalau saat ini istrinya sedang di rumah anaknya yang berada di Tasikmalaya. Sayangnya, aku tidak ingat detail mengenai cerita anak anaknya yang beliau ceritakan. Tapi, aku bisa merasakan dengan sangat betapa beliau bangga dengan keberhasilan anak anaknya. Jelas yaaa, sampai diceritain sedetail itu. Oh ya aku belum bilang, kalau anaknya lulusan Unpad juga dan satunya di ITB. Sayangnya juga, temanku sudah meminta untuk segera kembali ke penginapan. Aku lupa nanya nama bapaknya, padahal beliau udah cerita banyak tentang background dan juga pengalamannya. Sebetulnya ada rasa skeptis dari aku, iya aku kan emang suka cari tau dan analitikal banget ya anaknya. Untuk kroscek apakah bapaknya benar lulusan Universitas itu, tapi terlepas dari itu semua. Aku percaya betul, atas semua sharing yang dibagikan oleh si bapak. Bapaknya juga malah sharing skripsi aku dengan judul yang aku angkat, bahkan beliau tanya aku magang dimana dll. Terlihat jelas, beliau bisa diajak ngobrol banyak hal dan wawasannya cukup luas. Membicarakan teknologi pun ga yang ngang ngeng ngong gitu loh, aku kagum banget sih....

    Seperti menemukan Hidden Gem gitu, ga akan nyangka bisa ketemu beliau dengan cerita dan sharing hidup yang cukup intens di tempat dan situasi yang ga terduga. Aku sampai memuji beliau dengan pengalaman hidupnya, sekaligus dengan kegiatan yang beliau lakukan saat ini. Yaaa, gengsi itu apa sih? Beliau yang sudah berumur aja bisa semangat, masa yang muda banyak gengsinya ya? Aku ganyangka aja bisa ketemu beliau, dan membicarakan isu sosial juga saat itu. KEREN!! Dipikiran ku saat itu sih, ini beliau emang cari temen ngobrol dan aktivitas rutin aja sekaligus cari berkah jualan buku tentang Agama Islam. Makanya ga terlalu nawar nawarin mungkin yaa, yaaa mungkin .. Terlepas apapun itu, aku menemukan makna yang lebih dalam dari perjalanan ini. Aku menemukan arti hidup lagi, memang benar ya kalau pengalaman diri atau sharing dengan orang lain itu yang terbaik untuk jadi mentor diri. Jadi lebih mahal aja sih, ga cuman dapet tempat aesthetic untuk difoto aja tapi dapet yang lebih bermakna dan ada dagingnya. Diakhir aku mau pamit, aku minta foto sama beliau yang siapa tau punya kemungkinan untuk bisa bertemu lagi. Aku juga salim sama bapak ini dan bapaknya doain aku banyak hal, aku bahagia banget malam itu ... Hatiku full ...

    Aku jadi inget kata mamah, "Guru itu ga melulu yang berpakaian rapih dan ditempat yang formal seperti sekolah atau institusi. Tapi kamu bisa temuin dimanapun dan kapanpun, kadang bukan orang yang kamu sangka juga. Siapa pun bisa jadi guru dan kasih kamu arti tentang apa yang kamu cari." Sebetulnya itu yang buat aku jadi makin kaget setelah pertemuan dengan bapak itu, perjalanan ku ke Bandung memang untuk "Menemukan sesuatu dihidupku." dan aku berhasil menemukan kepingin puzzle lainnya melalui obrolan ku dengan beliau.

Kalau kamu, seperti apa dalam usaha "Menemukan"?

Selasa, 17 Oktober 2023

Makna Hidup kali ini

    Pagi ini menyusuri jalan jalan kecil yang ramai, dipenuhi banyak manusia lalu lalang sibuk untuk memulai harinya. Diiringi dengan pedagang kecil di samping kanan kiri dengan makanan pagi yang dijajakan harum tercium. Meski ini hanyalah sebuah rutinitas yang berulang, tetapi jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda akan memiliki maknanya tersendiri. Aku melihat sebuah keindahan penuh makna, seperti seorang ibu yang sedang berbelanja nasi uduk dan mereka yang memenuhi penjual sayuran segar untuk mengolahnya menjadi menu makan hari ini. Dibagian lainnya, penuh kendaraan yang bermacetan dengan mereka yang ingin mencari nafkah dan anak anak berseragam siap belajar. Seorang pedagang tahu, memenuhi sepeda motornya dengan tahu coklat yang dibungkus plastik bening sehingga terlihat oleh kami yang melaluinya. 

    Ada berbagai kisah dan makna dari tumpukan plastik bening berisi tahu coklat, ada perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk bisa "Tahu" itu hadir dalam sebuah piring. Hangat mentari pagi dan burung burung kecil yang beterbangan diatas langit mewarnai pagi hari ini. Sepertinya begitu banyak hal hal kecil yang sering kali terlewati, tanpa disadari karena terlalu fokus atau terdistraksi dengan hal yang sebetulnya tidak terlalu penting untuk bisa menguras energi diri. Pernah merasakan atau menyadarinya juga?

    Terjebak dalam sebuah kotak yang semu, tetapi pikiran melanglang buana keseluruh dunia. Saat menginjak kaki keluar, terlihat banyak sekali keindahan dan kelebihan dalam hal kecil. Sayang sekali rasanya, jika semu dan habis masa kesempatan ini hanya pada isi kepala dan isi dunia dari sudut pandang manusia lain tanpa memaknainya sendiri. Setidaknya isi kepala dan diri merasa dan mengetahui, sebelum bisa dibagi dengan manusia lainnya. Perna merasa sia?

        Meskipun sia - sia itu tidak benar mutlak ada, kecuali mereka atau aku yang merasa dan memojokan diri akan masa yang ada merasa terbuang. Lebih takut untuk tidak hidup, ya walau terkadang di beberapa lembar cerita di hari hari ada masanya tidak selalu baik. Lagi, pun ini hanya tentang makna yang memiliki warna berbeda. Kapan si manusia ga telat sadar?

    Tidak ada waktu yang benar benar pas untuk sebuah keputusan, keyakinan atau pilihan yang diambil. Kecuali memang itu sudah keinginan sendiri yang pada akhirnya membuat sebuah sumbu dan titik menjadi resiko yang perlu ditanggung. Pun memaknai cukup dari banyak hal, agar supaya tidak terlalu terbang tinggi nan jauh sehingga lupa membumi. Kasian kalau terbang terlalu tinggi sehingga tidak menyatu dengan diri sendiri saat ini. Jadi, apa lagi si yang dicari?

Kamis, 12 Oktober 2023

You're Gonna Live Forever In Me

Pagi ini dibuat nostalgia dengan charm liontin kalung punya aku yang ditemuin mamah, Iya charm ini ada bagian lainnya lagi. Langsung deh keinget indahnya masa persahabatan saat SMA dulu, sekaligus putar lagunya John Mayer yang You're Gonna Live Forever In Me.