Sabtu, 23 April 2022

Kompilasi pikiran

Subuh pagi ini, setelah sahur. Sekarang hari ke berapa si?

Tiba tiba semuanya hanya ingin dilepas, seberapa tinggi sih ekspektasi ku ingin didengar dan dimengerti. Bukan, bukan ini. Ini lagi ngawur xexexexe. Biasa, mode baper...

Mungkin ga semua pandai berkomunikasi, atau, berbicara. Oke, mengerti. Tapi, bentuk bentuk rasa sakit dan harapan tinggi dari manusia lain, itu nyata ada. Aduh, rumit deh ya.

Mungkin, ini jadi patah hati terbaik. Semua yang terbaik di positif, pasti ada juga negatifnya. Patah hati, sebenarnya yang patah hanya pikiran ku dan semua ingin, angan dan juga logika. Hahahah. Kalau ngomongin hati, pasti bahagia dan senang. Di sisi lain, aku mengerti porsian ku.

Hahahaha, sampai "kata" pun nyatanya masih belum cukup mengekspresikan rasa. 


Ah, hanya sedang too much in emotion. Like i always do, ill be better dehh, percaya heheh. Kan terbiasa haha hihi heho, gitu kan?


Sebenarnya aku tau jelas, semua permainan dari pikiran itu meminta untuk diselesaikan sampahnya. Seperti terlalu banyak memakai logika, membentengi diri dan membuat pertahanan terlalu tinggi agar hati tersimpan aman. Betapa semua pergejolakan dan pembersihan ini, mentrigger ku lagi. Kenapa harus seribet ini si? Seberapa aku jauh dan lari dari sini, ini akan selalu menarik ku untuk dihadapi. Hahahahah, seperti yang selalu ku bilang, sama denganmu, aku juga wayang Tuhan.


Berarti, masih belum bersih sepenuhnya yaa aku. Setiap aku merasa emosiku terekspos dan orang mengetahui rasaku, ingin segera ku lari dan membuat benteng tinggi agar tak satupun yang mengetahui apa yg menjadi rasa. Seperti, aku tidak percaya dengan hal itu atau, logika ku akan lebih tinggi dan bisa menikam semua yang ingin menyerang masuk ke ruang yg ku simpan dan jaga. Nyatanya, itu semua bukan hal yang baik untuk emosi dan perkembangan diri ku.


Seperti saat ini, sisi shadow ku. Tidak percaya.

Hanya aku disini, yang patah, hati. Sepertinya. Serunya, ternyata aku tulus dan loyal juga. Aku bahkan merasa bodoh kadang, kok bisa jatuh hati dan membuat diriku seterbuka itu tentang rasa pada orang yang tidak ada seleksi apapun dan tidak tau hatinya untuk siapa. Mana bisa si menyalahkan rasa..


Telan saja pil'nya, toh ternyata aku masih bisa menjadi perempuan seutuhnya. Sisi nurturing ku keluar, yg selama ini selalu ku sembunyikan dengan cara menunjukannya dengan candaan yang menyebalkan. Mungkin, itu aku bisa berterima kasih, meskipun rasanya jika diperhitungkan dengan logika dan waktu, aku seperti orang bodoh. Jujur, menyakitkan egoku.


Aku sering bercanda, terlihat santai. Tapi, emang pantas ya dibercandain dan diperlakukan seperti itu?


Seperti rasaku itu ga ada dan aku bukan manusia, hahaha.

Aku menyenangkan yaa? Wkwkwkwkw


Ternyata, aku bisa ga kaku. Aku bisa juga jadi orang yg lembut, dan sisi penyayang ku keluar. Ah tidak, malu!!!!


Tuhan, ini sengaja kan?


Biar aku berani lagi dengan hubungan yang serius dan sehat, biar logika ku yang terlampau parah itu terbuka dan membuka sisi hangat ku kan.

Kalau iya, makasih

gemblengan beberapa tahun belakangan ini,

berhasil.


Aku percaya, dari milyar milyar juta juta, pasti ada satu yang menjadi pasang ku sampai akhir. Percayaa ada yg Tak perlu banyak tanya, tak perlu banyak tenaga, ini terasa mudah.. Wkwkwk ini lirik lagu ges

Mengerti, memahami, dan segala maaf, makasih, tolong terucap. Yaaaudah gituuu....


Kalau permukaan aja, semua orang pasti bisa lihat. Tapi, sampai lapisan terdalam, yaa hanya waktu yg menjawab :p


Tapi, ini maksudnya apa?


Aku percaya sih, cuman asli deh aku udah dealing berbulan bulan tapi masih aja panas. Logika ku ga nyampe.....


Yaudah, closingnya apa ya..

True love.


Dah, ngantuk.

Apakah ini hanya ilusi?

Diluar dari semua pengetahuan maupun love and light,

Mungkin rasa gue hanya ilusi dari rasa keinginan dan gue yang mulai lagi melogikakan rasa.

Hal yang gue ga suka dari diri, rasional keluar dan mendominasi, i mean i can be so bitter and cold, and its not good

Terpenjara dalam ilusi dan bayang sendiri, menyamakan semua rasa yang "pernah" dan "ada sampai saat ini", sebagai sebuah kebodohan dari diri gue. Bahwa, sebodoh itu ya gue di permainkan? Semua rasa tulus dan beneran ini, dilukai dengan ketidak adanya batas yg gue buat.

Mengakui, bahwa gue kurang pintar dan terlalu baik.

Egois. Haha


Apakah ini hanya ilusi?

Atau, hanya tumpukan dari semua luka yang berderet dan belum selesai di bersihkan?


Atau, gue hanya ga pernah begitu bebas dalam mengungkap rasa, hingga saat ada yang menembus semua pertahanan dan topeng, terasa langsung kalah di medan perang..

Rasanya, tidak semudah itu menerima dan memaafkan diri. Ku yakin, sebenarnya ini hanya semua luka dari hal lain yang akhirnya meledak disini. Iya disini.

Persetan.

Dan, gue redam.

Pada semua benang kusut yang ada, dan akhirnya kini, terlihat siapa kan?

Entah penyesalan atau pembelajaran,

Gue hanya meyakini, bahwa ini jalan tuhan, meski dalam hati "eh, gini nih?"

Why can't you, wait for me

Tanpa disadar dan akhirnya disadari,
Meledak, sampai saat ini perjalanan panjang mengenal diri, sayang ..
Sadar dan tidak disadari,
Perubahan signifikan ..
Life purpose, katanya
Blue print, katanya ..
Menyeimbangkan sisi feminin dan "Rasa" ;
Luka, kecemasan, brengsek, logika berlebih,
Melogika - kan "rasa", fiana. 
Ha Ha Ha
Tower moment, awaken dan rebirth.
Sayang, saat ini pun aku hanya menertawai diri lama yang seperti badut ..
Why can't you, wait for me?
Bertransformasi, "being a divine"
She's born to be a Godess
Why can't you, wait for me?
She's magic, she's love and she's light
Why can't you, wait for me?
She's rebirth
Why can't you, wait for me?
She like a phoenix
Why can't you, wait for me?
She's mature enough to be her authentic self
and,
Why can't you, wait for me?
Love ...


-fin🌻

Senin, 18 April 2022

Pasrah

Tanya,

Doa,

Usaha

Pun, harapan.

Telah pudar perlahan ..

Aku pasrah,

Tuhan ...


-fin

Pupus

Pupus,
Harapku,
Seperti semua diberi minus 0,
Jiwaku kuat,
Tapi aku hanya manusia.
Tuhan,
Aku percaya.
Meski,
Minus 0,
Lagi.

-fin

Kesepian dan damai

Aku bertemu ruang, disini.
Menepis semua, hanya untuk diri.
Kesepian dan damai, menjadi satu.
Pun, berharap Tuhan beri aku kekuatannya.

-fin

Seperti bulan

Hilang harap, sayang ...
Terlalu gelap,
Seperti bulan,
Penuh misteri,
Aku semu.
Jangkauanmu tinggi,
Aku tidak menjangkau.
Tidak tau,
Ha ha.

-fin