Kamis, 24 Februari 2022

mungkin?

Hari ini, pernah ku lihat jauh hari sebelumnya..

Sebuah "Penglihatan", mungkin?

atau, sebuah sugesti alam bawah sadar?

Satu hal yang sangat ku terima, Aku bersyukur dan penuh hikmat akan hari ini.

Meski telah banyak yang ku relakan,

jauh di atas langit terbang menggema,

jauh di inti bumi, terdengar nyaring.

Tuhan, maha pendengar dan mengetahui, bukan?


-Fin, 24 Februari 2022

Minggu, 20 Februari 2022

Bahagia

Mungkin lebih sering terdengar bahwa aku naif,

naif terlihat tidak memperdulikan mu,

atau, naif bahwa aku bisa hidup disini dan menjalankannya.

Aku hanya berusaha berjuang untuk mendapatkan "Kebahagiaan" itu,

kurang lebih, aku banyak belajar dari mu.

Hari ini aku bahagia, iya hari ini

Kembali ke tempat, "aku disini aman".

Setelah perjalanan naik dan turun, tempat ini "Menerima"

Kurang lebih, memang pasti di setiap hal.

Namun, jika ku bisa memilih

aku akan memilih untuk terus bersama mu,

karena dengan mu, bahagia ku tambah terus HAHAHA.

Aku pikir, ini hanya tentang perjalanan saja.

Seperti papah yang pergi dari dunia, karena Tuhan jauh lebih sayang

aku berusaha untuk menerima keadaan, 

meskipun didalam seperti tsunami,

usaha dan doa sudah diupayakan,

berarti memang Semesta sedang memberi jalan ini, ya kan?

aku yang naif atau terlalu berpikir positif?


-Fin, 20 februari 2022



Sabtu, 19 Februari 2022

Teman Hidup

 Teman seangkatan ku mayoritas sedang berjuang untuk rezekinya,

baru memulai, rata - rata

dan, baru terlihat "Gemilangnya" ..

Sedang aku disini,

sudah merindukan "Teman Hidup"

Sebagai teman seperjalanan dan sampai akhir ...

Pencarianku terhenti di Tuhan,

berusaha tetap, percaya dan menyerahkan adalah kunci ..

Seperti katanya, 

ini hanya tentang perjalanan dan waktu setiap manusia : )

-Fin, 18 Februari 2022

Asing

 Akhir akhir ini aku merasa asing

Apa aku terlalu cepat?

atau, mereka yang baru saja di fase ini?
tunggu, kenapa aku melihat keluar?

tapi, bukankah ini hanya tentang perjalanan dan waktu?

Asing ...

Asing memang wajar yah?

Aku hanya ingin berjalan dalam kestabilan,

memang riuh ramai tetap masih ada.

Namun, stabil dan aman menjadi prioritas

dan akan selalu diusahakan.

-fin, 18 Februari 2022

Kamis, 17 Februari 2022

Tanya Aku

Seperti semua di kepala yang tak bisa dihindarkan,

Meluap dan meledak.

Seperti semua perasaan yang minta dirasakan,

Aku kewalahan menghadapi rasa.

Mungkin yang ku ingin, hanya merasa ringan dan mudah di dada, dan juga kepala tentunya.

Seperti caraku menulis mulai kehilangan rasanya,

Dan cara ku berbicara mulai menghilang dari bagaimana mengungkap rasa.

Tanya aku, “Apakah kamu benar benar baik baik saja?”

Semua hal memang hanya sementara, termasuk ini kan?

I just wanna feel better in this stillness.

Setelah semua hal, aku tetap percaya pada hal baik, kejaiban dan cinta.

-fin, 17 Februari 2022.

Minggu, 21 Juni 2020

Kembali Bekerja di tengah Pandemi, di Masa New Normal

Ruang kerja Inten, Ciater. (Sumber Foto: Penulis-Fiana Auliya Nurhan)
Tangerang Selatan – Pemerintah telah mengumumkan adanya fase new normal untuk tetap menjalani kegiatan seperti biasa ditengah keadaan pandemi, dengan tetap mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang berlaku. Sejak 5 juni kegiatan seperti bekerja, tempat ibadah, mall dan tempat umum lainnya mulai dibuka kembali dengan tetap mengikuti aturan berlaku.
Begitu juga dengan Meka Hajiah (20), pekerja di Inten cabang Ciater, tempat Bimbingan Belajar. Telah mulai masuk kerja sejak 5 juni lalu, setelah sebelumnya bekerja dari rumah atau WFH (Work From Home). Sabtu(20/06/2020)

“Iya fi udah mulai masuk ke kantor lagi dari pas pemerintah ngeluarin pengumuman adanya new normal, ya enak sih soalnya jadi ga di rumah mulu. Kalau di rumah mulu kan bosen ya, beda aja gitu vibesnya” Ujar Meka.
Suasana Ruang Belajar Kosong
(Sumber Foto: Penulis-Fiana Auliya Nurhan)

Menurutnya, untuk saat ini kegiatan belajar mengajar offline masih melalui online. Namun, untuk yang aktif kerja di tempat hanya 3 orang, Kepala Cabang, Sekretaris, dan Office Boy.

“Nggak berjalan seperti biasa si, jam kerja dikurangin, jumlah orang dalam tempat kerja juga dikurangin sama ga ada siswa yang belajar di tempat. 1 minggu itu masuk 3 hari sekarang, mulai dari jam 09.00-17.00. Biasanya kan 5 hari dalam seminggu, sekarang sisanya dijadiin hari libur sih fi” Jelas Meka.

Adanya New Normal ditengah pandemi seperti ini, sedikit banyak perubahan yang ada. Dari jam kerja dan jumlah orang yang dibatasi dalam ruangan, karena mengikuti aturan yang berlaku demi menjaga kesehatan bersama di masa pandemi.

Meka sedang Bekerja,
Tidak lupa menggunakan Protokol Kesehatan.
(Sumber Foto: Penulis-Fiana Auliya Nurhan)

Meka juga mengikuti aturan yang berlaku dan anjuran protokol kesehatan yang ada, seperti jaga jarak, penggunaan face shield, masker dan tidak lupa untuk jaga kebersihan tangan.

“Senin depan sih (22 Juni 2020), udah mulai belajar di tempat fi. Tapi masih mengikuti aturan yang berlaku gitu, kaya jaga jarak dan dibatasi didalam ruangannya.” Jelas Meka. (FA)

Jumat, 19 Juni 2020

Kuliah Online Selama Pandemi, Bisnis Makanan dari Rumah Diminati

Salah satu menu favorit, Bucket Mie Pangsit, Bsd. (Sumber Foto : Narasumber-Annisa Desyanti)
TANGERANG SELATAN - Sejak dipindahkannya kegiatan belajar dari rumah selama pandemi, membuat banyak pelajar/mahasiswa bosan dengan rutinitas yang ada.
Annisa Desyanti (20) kerap di sapa Ades, seorang Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta pun ikut merasakan hal tersebut. Rutinitas kuliah setiap hari yang biasa dilakukan setiap hari, dari BSD-UNJ , kini ia harus melakukan semua kegiatannya dari rumah. Kamis(18/06/2020)
Ades mengisi waktu luangnya dengan mencoba berjualan makanan ringan yang dibuatnya, sudah 3 minggu ini ia mencoba berjualan.
“Buat ngisi waktu luang fi, karena bosen ngerjain tugas mulu, malah lebih seru main masak-masakan atau jualan gitu.” Ujar Ades.
Ades mengolah kulit pangsit untuk dijadikan cemilan, dengan berbagai bentuk kreasi dan rasa yang digabungkan. Bermula dari rasa penasaran, lalu ia membuatnya dan ternyata mudah. Untuk varian awal, ia membuat Hot Pangsit isi bihun,ayam,sosis pedas, Stick Pangsit, Keripik Pangsit dan Pangsit Mulur dengan varian rasa yang beraneka. Harga beriksar dari Rp2.500-Rp5000, sangat terjangkau untuk berbagai kalangan.

Keripik Pangsit rasa Original.
(Sumber Foto : Narasumber-Annisa Desyanti)



“Sebenernya dari dulu juga emang pengen jualan. Tiap gua upload masak-masak ke Instagram pasti ada yang bales suruh jualan. Tapi kan gua ngampus, jaraknya lumayan jauh dari rumah, harus berangkat pagi dan pulang sore itu juga sampai rumah malem. Makanya ga sempet kalo sambil jualan. Nah, karena sekarang di rumah aja, makanya coba jualan deh.” Ujar Ades.
Menurutnya adanya pandemi seperti ini merupakan hikmah untuk dirinya, bisa memulai usaha yang sempat tertunda oleh kesibukan.
“Iyaa fi waktunya pas, tapi duitnya yang ga pas. Padahal awalnya bukan mau jualan ini loh, tapi karena terbatas modlal jadi yaudah. Soalnya ini juga kan pake modal sendiri dan seadanya karena kan kita lagi ga ngampus jadi ga dapet duit jajan, jadilah coba ngotak ngatik kulit pangsit buat aneka cemilan.” Ujar Ades.

Keripik Pangsit rasa Balado.
(Sumber Foto : Narasumber-Annisa Desyanti)



Untuk pemasaran melalui online, seperti Shopee, Base (Lapak) Twitter, Status di whatsapp dan sosial media lainnya. Bisa juga pengiriman secara Cash On Delivery atau COD, di lokasi yang sudah ditentukan atau bisa diantar sampai ke rumah dikenakan ongkos kirim. Sejauh ini baru teman dekat yang sama lokasinya, belum pengiriman jarak jauh.
Selama kuliah online di rumah, banyak kegiatan yang sebelumnya tidak bisa dilakukan karena terhambat dengan kegiatan yang padat. Adanya pandemi menjadi hikmah tersendiri untuk Ades, karena bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan sebelumnya. Begitu juga dengan mahasiswa atau pelajar lain yang ingin mencoba, tidak ada salahnya jika ingin melakukan kegiatan yang tidak bisa dilakukan sebelumnya. 
Selamat Mencoba.. (FA)





Nama                     : Fiana Auliya Nurhan
Nim                       : 1971503303
Jurusan                  : Public Relations
Mata Kuliah          : Bahasa Jurnalistik
Kelompok             : YG
Dosen Pengampu  : Dra. Rachmi Kurnia Siregar, M.I.Kom