Minggu, 18 Desember 2016

Jurnalistik? kenapa engga ....


Holaha ...

Bahasan gua kali ini yaitu tentang Jurnalistik, yaps sama tuh kaya yang dijudulnya. Gua sendiri kebetulan tertarik sama Dunia ini, kalau menurut gua sendiri Jurnalistik itu luas sih yaaa.. Jadi bukan tentang wartawan aja,tapi meliputi yang lainnya juga yang sama sama terlibat dibidang ini. Untuk terjun ke Dunia Jurnalistik ini ada beberapa hal yang harus diasah.Contohnya kaya gua yang suka nulis sombong dah , itu juga bisa jadi bahan pembelajaran kan dikit dikit buat ngelatih.





Tapi Bukan hanya mengandalkan tulisan nih, etika,sikap dan Analisis juga jadi hal yang penting buat mancay *sejenis cakep* di dunia Jurnalistik nih. Emang sih gua belum belajar ‘Secara Langsung’ tentang Jurnalistik ini sendiri, Tapi kalau pengetahuan tentang Jurnalistik mah adalah dikit dikit.

Pengertian tentang Jurnalistik itu sendiri yaitu mencari,mengumpulkan,menyusun data lalu menulisnya dengan melalui proses editing lalu di Publish melalui Media masa. Kalau Wartawan atau jurnalis adalah seorang yang melakukan Jurnalisme *Jurnalisme atau Jurnalistik itu sama aja*, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat. Nah dulu kegiatan seperti ini di Indonesia itu masih dalam ruang lingkup kecil gitu untuk ngasih ke masyarakatnya karena hanya tersebar media cetak aja, Ga kaya sekarang yang udah bisa kita dapetin dimana aja dengan mudah.

Sejarah singkat perkembangan Jurnalistik di Indonesia

Di Indonesia, Perkembangan kegiatan Jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit. Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.
Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi Jurnalisme. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, Pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih. Masa kekuasaan Presiden Soeharto, banyak terjadi pembredelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Indepen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara.
Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.

Ciri Ciri yang perlu diperhatikan dalam Jurnalistik nih
  • Skeptis
Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu *tuh, ati ati ketipu*. Inti dari skeptis adalah keraguan. Media janganlah puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat. Wartawan haruslah terjun ke lapangan, berjuang, serta menggali hal-hal yang eksklusif. 
  • Bertindak (action)
Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan. 
  • Berubah
Perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi, tapi fasilitator, penyaring dan pemberi makna dari sebuah informasi. 
  • Seni dan Profesi
Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik.
  • Peran Pers
Pers sebagai pelapor, bertindak sebagai mata dan telinga publik, melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka. Selain itu, pers juga harus berperan sebagai interpreter, wakil publik, peran jaga, dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi. 

 Langkah-langkah untuk interview jurnalistik


Wawancara atau interview merupakan kemampuan dasar jurnalistik yang sangat penting. Wawancara bagi televisi atau radio merupakan bagian dari “Show” sehingga tidak terpisahkan dari kinerja media. Kemampuan wawancara jurnalistik ini dapat disaksikan langsung dan seberapa jauh kualitas wawancara dapat disaksikan langsung.
Di sejumlah negara acara wawancara ini bahkan menjadi pertunjukan tersendiri yang sangat penting dan ditunggu-tunggu. Para pewawancara yang sering disebut Talk Show jadi acara menarik, Sekarang banyak kan tuh ya di Indonesia Talk show Talk show gitu. Apaan aja dibahas cuy, sampe yang ga terlalu penting buat publik juga di Share aje. Ini dia langkah langkah Interview :
  • Decide whom to interview
Penting sekali menentukan siapa yang akan Anda wawancara dalam sebuah kasus atau peristiwa. Misalnya siapa yang langsung terlibat dalam peristiwa itu? Siapa yang terkena akibat dari peristiwa itu (misalnya penggusuran)? Siapa yang bertanggung jawab atas kejadian peristiwa itu (misalnya jatuhnya pesawat Adam Air)
  • Persuade reluctant sources
Nara sumber wawancara seharusnya dapat dibujuk untuk memberikan keterangan. Ada beberapa alasan mengapa mereka tidak mau bicara.
a. Mereka tidak memiliki waktu. Maka tawarkan tempat dan waktu yang nyaman bagi mereka. Kita akan datang ke tempat mereka dan kita akan membatasi waktu wawancara.
b. Mereka takut memberikan keterangan. Jelaskan apa yang Anda inginkan. Jelaskan mengapa keterangan mereka itu penting. Kalau mereka takut memberikan wawancara, jangan buat kata-kata “wawancara”, buatlah istilah mau bicara atau ngobrol.
c. Mereka tidak tahun apa yang dikatakan. Mungkin Anda memilih sumber yang salah atau mungkin tidak jelas mengenai apa keinginan Anda. Jelaskan apa yang diinginkan. Mengenai wawancara dengan anak-anak perhatikan unsur-unsur hukum dan etika.
d. Mereka dilindungi. Nara sumber penting ini kadang-kadang terhalang oleh sekretaris, orang humas atau ajuan. Jika memungkinkan tulislah surat permohonan langsung. Atau telepon mereka sesudah bekerja. Jika ada kesempatan menyaksikan mereka bermain olahraga, datangi dengan sopan, siapa tahu bisa. Atau bisa juga didatangi ketika hadir dalam sebuah acara.
  • Prepare for interviews
Adakan penelitian kecil-kecilan mengenai orang yang akan dihadapi. Tanyakan kepada orang lain mengenai nara sumber itu, baca pula tulisan mengenai dirinya. Jika Anda berhadapan dengan orang terkenal, jangan ajukan pertanyaan sama seperti jurnalis lainnya. Ajukan dengan cara dan pandang yang baru. Gunakan pula kekuatan internet untuk menggali data atau bicara dengan rekan jurnalis lainnya.
Selain mengkaji orang yang akan didatangi, Anda juga sebaiknya meneliti topik yang akan dijadikan wawancara. Pengetahuan yang cukup mengenai topik wawancara akan memberi Anda kredibilitas dimata nara sumber. Semakin banyak diketahui topik yang akan dibicarakan, semakin baik liputannya.
  • Know your purpose
Ketahuilah tujuan Anda sebenarnya wawancara itu. Apakah Anda menginginkan wawancara untuk mendapatkan informasi faktual atau apakah Anda ingin hanya reaksi dan tanggapan terhadap situasi tertentu. Bisa pula tujuan wawancara itu untuk mendapatkan pengertian mendalam mengenai seseorang. Tujuan wawancara ini akan memudahkan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan.

Ini dia nih, kalau mau dibuat Berita harus perhatiin ini juga. Sebelum itu,baca dulu pengertian berita nih.
Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan. Banyak kota besar memiliki surat kabar pagi dan petang. Stasiun televisi biasanya memiliki acara berita atau menayangkan berita sepanjang waktu. Kebutuhan akan berita diamati dalam berbagai masyarakat, baik yang melek huruf maupun yang buta huruf.

Anatomi Berita dan Unsur-Unsur

Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian sebagai berikut.
  • Judul atau kepala berita (headline).
  • Baris tanggal (dateline).
  • Teras berita (lead atau intro).
  • Tubuh berita (body).
Bagian-bagian di atas tersusun secara terpadu dalam sebuah berita. Susunan yang paling sering didengar ialah susunan piramida terbalik. Metode ini lebih menonjolkan inti berita saja. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca dalam mengetahui apa yang diberitakan; juga untuk memudahkan para redaktur memotong bagian tidak/kurang penting yang terletak di bagian paling bawah dari tubuh berita (Budiman 2005). Dengan senantiasa meminimalkan aspek nonfaktual yang pada kecenderuangan akan menjadi sebuah opini. Untuk itu, sebuah berita harus memuat "fakta" yang di dalamnya terkandung unsur-unsur 5W + 1H. Hal ini senada dengan apa yang dimaksudkan oleh Lasswell, salah seorang pakar komunikasi (Masri Sareb 2006: 38).
1. Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
2. What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
3. Where - di mana terjadinya peristiwa itu?
4. Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
5. When - kapan terjadinya?
6. How - bagaimana terjadinya?

Sumber Berita

Hal penting lain yang dibutuhkan dalam sebuah proses jurnalistik adalah pada sumber berita. Ada beberapa petunjuk yang dapat membantu pengumpulan informasi, sebagaimana diungkapkan oleh Eugene J. Webb dan Jerry R. Salancik (Luwi Iswara 2005: 67) berikut ini.
1. Observasi langsung dan tidak langsung dari situasi berita.
2. Proses wawancara.
3. Pencarian atau penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik.
4. Partisipasi dalam peristiwa.
Yang diperlukan untuk masuk dalam dunia jurnalistik meliputi hal-hal berikut:
• Minat
• Skill
• Tindakan (bertindak menuju dunia jurnalistik dengan banyak menulis). Identifikasi minat.

Kurang lebih seperti itu,sekarang gua mau balik lagi ke Jurnalistiknya itu.

1.    Kewajiban utama jurnalisme adalah pencarian kebenaran.
Sebagai seorang wartawan kita harus selalu menjunjung kebenaran. Dalam hal ini kebenaran secara fungsional yang tentunya sesuai dengan tugasnya seorang wartawan.
Seorang wartawan yang tidak menjunjung faktor kebenaran dalam liputannya, tentu saja akan merugikan banyak pihak, terutama publik yang  mnejadi korban dari pemberitaan itu. Belum lagi perusahaan yang menjadi kehilangan harga diri sebagai media yang seharusnya menyampaikan kebenaran.
Kebenaran dalam jurnalisme sangat sakral maknanya. Wartawan bertanggung jawab pada publik atas kebenaran yang disampaikannya. Jadi apapun yang terjadi kebenaran adalah hal yang utama yang harus disampaikan oleh wartawan.
Untuk mendapat sebuah kebenaran merupakan sebuah resiko yang dilakukan oleh seorang wartawan, mengingat proses untuk mendapatkan kebenaran itu memerlukan waktu yang panjang. Dia benar – benar dituntut untuk bekerja keras. Medan yang terjal tak jarang di temui oleh wartawan dalam proses peliputan.
Perlu keterampilan – keterampilan khusus wartawan dalam melakukan peliputan dengan narasumber yang berbeda-beda, dari mulai yang ecek-ecek sampai yang professional. Namun, bagaimanapun wartawan harus bertanggung jawab atas berita yang disampaikannya yang tentunya harus mutlak benar. Dengan begitu kita ketahui kenapa elemen pertama dari jurnalisme adalah sebuah kebenaran.
Terkadang prinsip kebenaran terbengkalai manakala media tempat wartawan bekerja menuntut wartawan menghasilkan berita yang sensasional yang beda dari yang lain.

2.    Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga negara.
Loyalitas wartawan seharusnya berujung pada publik, sebagai pembaca dari apa yang kita beritakan. Yang harus selalu diingat oleh wartawan adalah bagaimana membuat suatu berita yang menarik bagi pembaca yang menjunjung kebenaran, dan bagaimana bertanggung jawab pada publik jika berita yang dibuat hanya fiktif padahal sudah jelas yang akan membaca suatu media bukan hanya sekelompok orang, tapi semua orang di bangsa ini bahkan di seluruh dunia.
Media yang jujur, yang lebih memntingkan kepentingan publik lebih menguntungkan perusahaan tersebut, tak hanya soal prestisius, tapi soal financial juga menjadi lebih baik. Kepercayaan yang diberikan publik pada media jangan sampai hilang akibat satu berita bohong dari oknum wartawan.
Padahal untuk memberikan suatu beruta yang benar – benar terjadi, tidak terlalu sulit. Hanya langjkah -langkah sederhana yang harus dilakukan oleh wartawan seperti , liputan, penelusuran sumber berita, wawancara , memilih sumber yang kompeten terhadap kasus yang diangkat. Langkah  - langkah sederhana itu tentunya akan menghindarkan kita dari kebohongan publik. Kita sebagai wartawan dan media seharusnya menyadari arti dari peribahasa akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Akibat satu kesalahan tercemarlah nama baik perusahaan.

3.    Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.
Dengan adanya disiplin verifikasi yang dilakukan wartawan fiktifisasi narasumber tudak akan terjadi. Batas antara fiksi dan jurnalisme harus jelas, jurnalisme tidak bisa digabungkan dengan fiksi. Semuanya harus fakta dan nyata.
Verifikasi itu bersifat personal, oleh karenanya masalah yang hadir adalah standar verifikasi sendiri. Keobjektifan sebuah berita biasanya sering dikaitkan dengan didiplin verifikasi itu sendiri. Padahal, mungkin saja wartawan tidak bisa objektif meskipun harus kita lihat dari sisi manusiawinya tentang latar belakang wartawan tersebut yang berbeda – beda.
Kovach dan Rosenstiel menawarkan lima konsep dalam verifikasi:
•    Jangan menambah atau mengarang apa pun;
•    Jangan menipu atau menyesatkan pembaca, pemirsa, maupun pendengar;
•    Bersikaplah setransparan dan sejujur mungkin tentang metode dan motivasi anda dalam melakukan reportase;
•    Bersandarlah terutama pada reportase Anda sendiri;
•    Bersikaplah rendah hati.
Metode yang kongkrit dalam melakukan verifikasi itu. Pertama, penyuntingan secara skeptis..Kedua, memeriksa akurasi. Ketiga, jangan percaya pada sumber-sumber resmi begitu saja. Keempat, pengecekan fakta.

4.    Jurnalis harus menjaga independensi dari objek liputanya.
Dalam melakukan suatu peliputan, wartawan harus benar-benar independen, melakukan peliputan secara obektif. Tidak terpengaruh pada apapun, kepentingan siapapun, kecuali kepentingan bahwa kita adalah wartwan yang harus menyampaikan berita yang benar – benar terjadi untuk disampaikan pada masyarakat. Tidak peduli siapapun, apapun. Bahkan jika itu menyangkut keluarga kita, dan kita harus memberitakannya jangan anggap itu keluarga. Wartawan harus bertanggung jawab pada publik itu penting dan harus selalu di ingat.
Semangat independensi harus dijunjung tinggi oleh setiap wartawan. Dengan menjunjung kebenaran seperti inilah yang membedakan wartawan dengan profesi lainnya. Intinya independensi wartawan itu membedakan profesi wartwan dengan yang lainnya.

5.    Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau  independen dari kekuasaan.
Dalam memantau kekuasaan, bukan berarti wartawan menghancurkan kekuasaan. Namun tugasnya wartawan sebagai pemantau kekuasaan yaitu turut seta dalam penegakkan demokrasi.
Salah satu dalam cara memantau ini adalah melakukan investigatif reporting. Inilah yang sering menjadi masalah antar wartawan dengan penguasa. Biasanya banyak penguasa yang enggan privasi tentang dirinya dipublikasikan. Namun hal itulah yang harus diketahui oleh rakyat.
Dalam melakukan investigasi terhadap sebuah kasus , seharusnya media melakukan dengan hati – hati. Tak seperti laporan biasanya, penelusuran narasumber benar – benar harus teliti dan apik.
   
6.    Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi.
Seorang wartawan yang bertanggung jawab pada publik  harus mendengarkan apa keinginan publik itu sendiri. Wartawan harus terbuka pada publik untuk mendengarkan segala sesuatunya. Logikanya setiap orang boleh berpendapat dan memiliki rasa ingintahu yang sama. Jadi jika ada anggota publik yang ingin lebih mengetahui dalam sebuah kasus bisa menanyakannya. Bahkan sekarang ini di setiap media cetak disediakan ruang publik seperti surat pembaca. Atau di media elektronik, terdapat alamat fax atau nomor yang disediakan untuk menanggapi atau memberikan komentar.

7.    Jurnalis harus berusaha membuat hal yang penting menjadi menarik dan     relevan.
Wartawan harus tahu tentang komposisi, tentang etika, tentang naik turunnya emosi pembaca dan sebagainya. Berita yang dibuat jangan sampai membosankan bagi pembaca. Jangan sampai berita yang penting jadi tidak penting karena pembaca bosan.   
Berita itu dibuat tidak membosankan dan harus memikat tetapi tetap   relevan. Ironisnya, dua faktor ini justru sering dianggap dua hal yang bertolak belakang. Laporan yang memikat dianggap laporan yang lucu, sensasional, menghibur, dan penuh tokoh selebritas. Tapi laporan yang relevan dianggap kering, angka-angka, dan membosankan.

8.    Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional.
Perlu banyak hal yang dilakukan untuk mendapatkan dan membuat berita yang komprehensive dan proposional. Wartawan tidak hanya menerima fakta yang mudah diraih. Harus ada sesuatu yang menantang dari pekerjaan wartawan pelaporan ivestigasi mewakili berita yang komprehensif dan proposional ini.
Wartawan harus tahu bagaimana caranya melaporkan suatu hal yang bermutu. Berita yang komprehensif bukan berita yang hanya punya judul sensasional  Berita sensasionalhasnya akan memalukan wartwan dan media yang menerbitkannya.

9.    Jurnalis harus diperbolehkan untuk mendengarkan hati nurani pribadinya.
Segala sesuatu yang berasal dari hati nurani akan lebih baik dari apapun. Dari persoalan yang terjadi didalam kehidupan wartawan jawabnnya adalah bersumber pada hati nurani. Wartawan yang berbohong, melakukan fiktifisasi narasumber atau apaun kejahilan seorang wartawan benar – benra harus bersumber pada hati nurani. Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, seorang wartawan harus mendasarkan segala sesuatunya pada hati nurani.
Setiap individu reporter harus menetapkan kode etiknya sendiri, standarnya sendiri dan berdasarkan model itulah dia membangun karirnya. Menjalankan prinsip itu tak mudah karena membutuhkan suasana kerja yang aman dan nyaman, yang bebas dimana setiap orang bisa berpendapat. - See more at: http://fitrienurani.blogspot.co.id/2013/05/sembilan-elemen-jurnalistik.html#sthash.xa91tVeL.dpuf

  • Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran.
Kebenaran dibentuk hari demi hari, lapisan demi lapisan. Ibarat stalagmit, tetes demi tetes kebenaran itu membentuk stalagmit yang besar. Prosesnya memakan waktu yang lama, tetapi dari kebenaran yang sehari-hari tersebut dapat terbentuk bangunan kebenaran yang lebih lengkap.

Dalam hal ini seorang jurnalisme mencari kebenaran bukan dalam tataran filosofis, tapi kebenaran dalam tataran fungsional. Sebagai contoh tabrakan lalu lintas. Hari pertama seorang wartawan memberitakan kecelakaan itu. Dimana, jam berapa, jenis kendaraan apa, nomor polisi berapa, korbannya bagaimana. Hari kedua berita itu mungkin ditanggapi oleh pihak lain, mungkin polisi, mungkin keluarga korbannya. Mungkin ada koreksi, maka pada hari ketiga koreksi itulah yang diberitakan. Ini juga bertambah jika ada pembaca, atau ada tanggapan lewat kolom opini.


  • Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga negara.

“kepada siapa wartawan harus menempatkan loyalitasnya? Pada perusahaannya? Pada pembacanya? Atau pada masyarakat?”

Pertanyaan itu penting karena sejak 1980-an banyak wartawan Amerika yang berubah jadi orang bisnis. Sebuah survei menemukan separuh wartwan Amerika menghabiskan setidaknya sepertiga waktu mereka buat urusan manajemen dari pada jurnalisme. Ini memprihatinkan karena wartawan mempunyai tanggung jawab sosial yang tidak jarang bisa lebih penting dari pada perusahaan diaman mereka bekerja. Uniknya tsnggung jawab itu sekaligus adalah sumber dari keberhasilan perusahaan mereka. Banyak perusahaan media yang mendahulukan kepentingan masyarakat justru lebih menguntungkan dari pada yang hanya mementingkan bisnisnya sendiri.

Dalam bisnis media ada sebuah segitiga. Segi pertama adalah pembaca, pemirsa/pendengar. Sisi kedua adalah pemasang iklan, sedangkan sisi ketiga adalah warga (citizens). Pemirsa, pendengar/pemirsa bukanlah pelanggan, media memberikan berita secara gratis. Sedangkan pemasang iklan adalah pelanggan. Perusahaan media mengkaitkan besarnya bonus/pendapatan redaktur mereka dengan besar keuntungan yang diperoleh perusahaan. Sebenarnya hal ini bisa menghilangkan tanggung jawab sosial para redaktur. Mengkaitkan pendapatan seorang redaktur dengan penjualan iklan/keuntungan perusahaan sangat mungkin untuk mengingkari prinsip loyalitas redaktur terhadap masyarakat. Loyalitas mereka bisa bergeser pada peningkatan keuntungan perusahaan karena dari sana pula mereka mendapatkan bonus.


  • Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.

Disiplin mampu membuat wartawan menyaring desas-desus, gosip, ingatan yang keliru, manipulasi, guna mendapatkan informasi yang akurat. Disiplin verifikasi inilah yang membedakan jurnalisme dengan hiburan, propaganda, fiksi/seni. Tujuan dari disiplin verifikasi adalah untuk mencapai kebenaran.


  • Jurnalis harus menjaga independensi dari objek liputannya.

Wartawan harus bersikap independen terhadap orang-orang yang mereka liput. Semangat dan pikiran untuk bersikap independen lebih penting dari apapun. Tapi wartawan yang beropini juga harus tetap menjaga akurasi dari data-datanya. Mereka harus tetap melakukan verifikasi, mengabdi pada kepentingan masyarakat, dan memenuhi berbagai ketentuan lain yang harus ditaati seorang wartawan.

Independensi harus dijunjung tinggi diatas identitas lain seorang wartawan. Jadi sebagai wartawan kita harus sebisa mungkin bersikap independen, tanpa takut dan tanpa tekanan, tanpa konflik kepentingan.


  • Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau independen dari kekuasaan.

Salah satu cara yang dilakukan wartawan dalam pemantauan adalah dengan melakukan investigative reporting yaitu sebuah jenis reportase dimana si wartawan berhasil menunjukkan siapa yuang salah, siapa yang melakukan pelanggaran hukum, yang seharusnya jadi terdakwa, dalam suatu kejahatan publik yang sebelumnya dirahasiakan.

Salah satu konsekuensi dari investigasi adalah kecenderungan media bersangkutan mengambil sikap terhadap isu dimana mereka melakukan investigasi. Ada yang memakai istilah advocacy reporting untuk mengganti istilah investigative reporting karena adanya kecenderungan ini. Padahak hasil investigasi bisa salah, dan dampak yang ditimbulkan sangat besar. Tidah hanya orang-orang yang didakwa dibuat menderita tapi juga reputasi media yang bersangkutan bisa tercemar. Mungkin karena resiko ini, banyak media besar serba tanggung dalam melakukan investigasi. Media lebih suka memperdagangkan labelnya saja tapi tidak benar-benar masuk kedalam investigasi.


  • Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi.

Forum publik merupakan media dimana orang-orang bisa menyampaikan pendapatnya, kritiknya, dan sebagainya. Dalam forum publik ini setiap orang dapat menyalurkan aspirasinya, berupa kritikan, pendapat, dan lain-lain untuk mengungkapkan suatu kebenaran dari sebuah berita dimedia.

Dengan teknologi modern membuat forum ini semakin bernuansa. Sekarang ada siaran langsung televisi maupun chatroom di internet. Tapi kecepatan yang menyertai teknologi baru ini juga meningkatkan kemampuan terjadinya distorsi maupun informasi yang menyesatkan sehingga dapat merusak reputasi jurnalisme.


  • Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan.

Menarik dan relevan dianggap sebagai dua hal yang bertolak belakang. Laporan yang menarik dianggap sebagai laporan yang lucu, sensasional, menghibur, dan penuh dengan tokoh selebritas. Sedangkan laporan yang relevan dianggap sebagai berita yang kering, angka-angka, dan membosankan. Padahal masyarakat menginginkan kedua faktor tersebut terdapat didalam berita yang dikonsumsinya. Tetapi banyak wartawan (media) yang lebih suka menekankan sensasi dari suatu berita dari pada isu yang relevan.


  •  Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional.

Elemen ini bisa terpenuhi oleh wartawan jika wartawan tersebut tidak hany menerima fakta yang tidak terlalu mudah untuk diraih. Jadi wartawan harus terus menerus menggali lebih jauh fakta- fakta dan menyusunnya dalam sebuah konteks. Ia harus pintar-pintar memilih berita mana yang diangkat, berita mana yang penting, berita mana yang dijadikan berita utama. Dalam pemilihan berita harus subjektif karena wartawan harus senantiasa ingat agar proporsional dalam menyajikan berita.


  • Jurnalis harus diperbolehkan mendengarkan hati nurani personalnya.
Wartawan yang independen adalah wartawan yang bisa exercise hati nuraninya tanpa tekanan dan tanpa iming-iming, termasuk tekanan atasan dan tekanan kehilangan pekerjaan. Jika seorang wartawan meyakini suatu kebenaran, tapi dia takut mengungkapkanya itu sama saja bohong. Seorang wartawan harus berani mengungkapkan suatu kebenaran, karena wartawan itu sendiri adalah independen.


Sembilan Elemen ini Dikutip dari buku Bill kovach dan Tom Rosenstiel, Oh ya sebagai penutup. Gua ada bacaan semacem tips gitu siapa tau terdorong gitu.



"Salah satu tip untuk memasuki dunia jurnalistik adalah kesiapan dari dalam diri kita. Apakah kita benar-benar senang melihat bagaimana kesibukan para wartawan, presenter televisi atau radio, dan berbagai tokoh jurnalistik berbicara soal media? Jika ya, maka teruskan pada tahap berikutnya. Mengapa minat menggebu ini penting? Karena dengan modal inilah semua kesulitan bisa diselesaikan. Minat yang tinggi dinggal digabung dengan skills, misalnya membuat cv dan wawancara.


Jika minat sudah ada, maka mulailah bertindak menuju dunia jurnalistik dengan banyak menulis, banyak membuat analisa, dan membuat opini di media massa di kota Anda. Identifikasi minat Anda. Bila bermimat di dunia sastra, mulailah dengan menulis puisi, prosa, atau cerpen. Mulailah sekarang juga apalagi bagi yang akan lulus. Tulisan Anda di sebuah media daerah atau bahkan media nasional akan memperkuat bobot Anda dibandingkan dengan rekan lainnya ketika sama-sama mengajukan lamaran ke sebuah perusahaan. Jika tidak bisa dimuat, saran Mochtar Lubis, buatlah tulisan setiap hari – sekali lagi setiap hari – di buku harian Anda. Membiasakan memberi komentar dan deskripsi akan memberikan kekuatan dan modal penting dalam liputan di masa datang. Saran Mochtar Lubis – tokoh sastra ini – sangatlah berarti karena begitu Anda memang tuts komputer atau pena, kadang-kadang Anda tidak berani mengungkapkan perasaan, opini atau argumentasi. Anda menjadi pemalu.
Nah bagaimana Anda bisa pemalu menulis komentar tentang peristiwa di sekitar Anda mulai dari kasus korupsi, banjur, got mampet, kemarau panjang dan angkot yang tidak disiplin, kalau bisa berbicara dan berdebat dengan rekan Anda tentang suatu masalah yang lagi hot. Kebiasaan menulis buku harian – tidak selalu tentang romantisme Anda – mengenai topik sosial, nasional dan internasional akan membuat Anda terbiasa dan terbuka dalam mengajuka pendapat. Anda juga bisa terbiasa menuliskan secara runtut dan logis. Bila sudah selesai, kaji dan baca kembali. Siapa tahu memang dari situ kelihatan bakat Anda dalam penulisan. Tidak selalu tentu tulisan pertama akan menjadi karya yang terpuji, tetapi Anda telah mengawali langkah untuk memasuki karir di dunia jurnalistik.
Sekali lagi mulailah menulis. Tulis apa saja, beri komentar apa saja. Lalu perlahan-lahan buatlah ulasan terhadap peristiwa yang menarik minat Anda. Keluarkanlah seluruh pengetahuan dan daya analisa Anda, niscaya ini akan menuntun ke dunia lebih luas dalam tahap awal dunia jurnalistik.
Jangan menyerah jika selama satu hari, Anda tidak menulis apapun karena merasa buntu pikiran. Saat kesulitan seperti itulah yang menentukan apakah Anda menyerah atau terus maju”.






Jadi gimana, Tertarik untuk masuk ke dalam dunia Jurnalistik? Silahkan tuangkan saran atau komennya di kolom komentarnya yaa:)
1.    Kewajiban utama jurnalisme adalah pencarian kebenaran.
Sebagai seorang wartawan kita harus selalu menjunjung kebenaran. Dalam hal ini kebenaran secara fungsional yang tentunya sesuai dengan tugasnya seorang wartawan.
Seorang wartawan yang tidak menjunjung faktor kebenaran dalam liputannya, tentu saja akan merugikan banyak pihak, terutama publik yang  mnejadi korban dari pemberitaan itu. Belum lagi perusahaan yang menjadi kehilangan harga diri sebagai media yang seharusnya menyampaikan kebenaran.
Kebenaran dalam jurnalisme sangat sakral maknanya. Wartawan bertanggung jawab pada publik atas kebenaran yang disampaikannya. Jadi apapun yang terjadi kebenaran adalah hal yang utama yang harus disampaikan oleh wartawan.
Untuk mendapat sebuah kebenaran merupakan sebuah resiko yang dilakukan oleh seorang wartawan, mengingat proses untuk mendapatkan kebenaran itu memerlukan waktu yang panjang. Dia benar – benar dituntut untuk bekerja keras. Medan yang terjal tak jarang di temui oleh wartawan dalam proses peliputan.
Perlu keterampilan – keterampilan khusus wartawan dalam melakukan peliputan dengan narasumber yang berbeda-beda, dari mulai yang ecek-ecek sampai yang professional. Namun, bagaimanapun wartawan harus bertanggung jawab atas berita yang disampaikannya yang tentunya harus mutlak benar. Dengan begitu kita ketahui kenapa elemen pertama dari jurnalisme adalah sebuah kebenaran.
Terkadang prinsip kebenaran terbengkalai manakala media tempat wartawan bekerja menuntut wartawan menghasilkan berita yang sensasional yang beda dari yang lain.

2.    Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga negara.
Loyalitas wartawan seharusnya berujung pada publik, sebagai pembaca dari apa yang kita beritakan. Yang harus selalu diingat oleh wartawan adalah bagaimana membuat suatu berita yang menarik bagi pembaca yang menjunjung kebenaran, dan bagaimana bertanggung jawab pada publik jika berita yang dibuat hanya fiktif padahal sudah jelas yang akan membaca suatu media bukan hanya sekelompok orang, tapi semua orang di bangsa ini bahkan di seluruh dunia.
Media yang jujur, yang lebih memntingkan kepentingan publik lebih menguntungkan perusahaan tersebut, tak hanya soal prestisius, tapi soal financial juga menjadi lebih baik. Kepercayaan yang diberikan publik pada media jangan sampai hilang akibat satu berita bohong dari oknum wartawan.
Padahal untuk memberikan suatu beruta yang benar – benar terjadi, tidak terlalu sulit. Hanya langjkah -langkah sederhana yang harus dilakukan oleh wartawan seperti , liputan, penelusuran sumber berita, wawancara , memilih sumber yang kompeten terhadap kasus yang diangkat. Langkah  - langkah sederhana itu tentunya akan menghindarkan kita dari kebohongan publik. Kita sebagai wartawan dan media seharusnya menyadari arti dari peribahasa akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Akibat satu kesalahan tercemarlah nama baik perusahaan.

3.    Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.
Dengan adanya disiplin verifikasi yang dilakukan wartawan fiktifisasi narasumber tudak akan terjadi. Batas antara fiksi dan jurnalisme harus jelas, jurnalisme tidak bisa digabungkan dengan fiksi. Semuanya harus fakta dan nyata.
Verifikasi itu bersifat personal, oleh karenanya masalah yang hadir adalah standar verifikasi sendiri. Keobjektifan sebuah berita biasanya sering dikaitkan dengan didiplin verifikasi itu sendiri. Padahal, mungkin saja wartawan tidak bisa objektif meskipun harus kita lihat dari sisi manusiawinya tentang latar belakang wartawan tersebut yang berbeda – beda.
Kovach dan Rosenstiel menawarkan lima konsep dalam verifikasi:
•    Jangan menambah atau mengarang apa pun;
•    Jangan menipu atau menyesatkan pembaca, pemirsa, maupun pendengar;
•    Bersikaplah setransparan dan sejujur mungkin tentang metode dan motivasi anda dalam melakukan reportase;
•    Bersandarlah terutama pada reportase Anda sendiri;
•    Bersikaplah rendah hati.
Metode yang kongkrit dalam melakukan verifikasi itu. Pertama, penyuntingan secara skeptis..Kedua, memeriksa akurasi. Ketiga, jangan percaya pada sumber-sumber resmi begitu saja. Keempat, pengecekan fakta.

4.    Jurnalis harus menjaga independensi dari objek liputanya.
Dalam melakukan suatu peliputan, wartawan harus benar-benar independen, melakukan peliputan secara obektif. Tidak terpengaruh pada apapun, kepentingan siapapun, kecuali kepentingan bahwa kita adalah wartwan yang harus menyampaikan berita yang benar – benar terjadi untuk disampaikan pada masyarakat. Tidak peduli siapapun, apapun. Bahkan jika itu menyangkut keluarga kita, dan kita harus memberitakannya jangan anggap itu keluarga. Wartawan harus bertanggung jawab pada publik itu penting dan harus selalu di ingat.
Semangat independensi harus dijunjung tinggi oleh setiap wartawan. Dengan menjunjung kebenaran seperti inilah yang membedakan wartawan dengan profesi lainnya. Intinya independensi wartawan itu membedakan profesi wartwan dengan yang lainnya.

5.    Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau  independen dari kekuasaan.
Dalam memantau kekuasaan, bukan berarti wartawan menghancurkan kekuasaan. Namun tugasnya wartawan sebagai pemantau kekuasaan yaitu turut seta dalam penegakkan demokrasi.
Salah satu dalam cara memantau ini adalah melakukan investigatif reporting. Inilah yang sering menjadi masalah antar wartawan dengan penguasa. Biasanya banyak penguasa yang enggan privasi tentang dirinya dipublikasikan. Namun hal itulah yang harus diketahui oleh rakyat.
Dalam melakukan investigasi terhadap sebuah kasus , seharusnya media melakukan dengan hati – hati. Tak seperti laporan biasanya, penelusuran narasumber benar – benar harus teliti dan apik.
   
6.    Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi.
Seorang wartawan yang bertanggung jawab pada publik  harus mendengarkan apa keinginan publik itu sendiri. Wartawan harus terbuka pada publik untuk mendengarkan segala sesuatunya. Logikanya setiap orang boleh berpendapat dan memiliki rasa ingintahu yang sama. Jadi jika ada anggota publik yang ingin lebih mengetahui dalam sebuah kasus bisa menanyakannya. Bahkan sekarang ini di setiap media cetak disediakan ruang publik seperti surat pembaca. Atau di media elektronik, terdapat alamat fax atau nomor yang disediakan untuk menanggapi atau memberikan komentar.

7.    Jurnalis harus berusaha membuat hal yang penting menjadi menarik dan     relevan.
Wartawan harus tahu tentang komposisi, tentang etika, tentang naik turunnya emosi pembaca dan sebagainya. Berita yang dibuat jangan sampai membosankan bagi pembaca. Jangan sampai berita yang penting jadi tidak penting karena pembaca bosan.   
Berita itu dibuat tidak membosankan dan harus memikat tetapi tetap   relevan. Ironisnya, dua faktor ini justru sering dianggap dua hal yang bertolak belakang. Laporan yang memikat dianggap laporan yang lucu, sensasional, menghibur, dan penuh tokoh selebritas. Tapi laporan yang relevan dianggap kering, angka-angka, dan membosankan.

8.    Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional.
Perlu banyak hal yang dilakukan untuk mendapatkan dan membuat berita yang komprehensive dan proposional. Wartawan tidak hanya menerima fakta yang mudah diraih. Harus ada sesuatu yang menantang dari pekerjaan wartawan pelaporan ivestigasi mewakili berita yang komprehensif dan proposional ini.
Wartawan harus tahu bagaimana caranya melaporkan suatu hal yang bermutu. Berita yang komprehensif bukan berita yang hanya punya judul sensasional  Berita sensasionalhasnya akan memalukan wartwan dan media yang menerbitkannya.

9.    Jurnalis harus diperbolehkan untuk mendengarkan hati nurani pribadinya.
Segala sesuatu yang berasal dari hati nurani akan lebih baik dari apapun. Dari persoalan yang terjadi didalam kehidupan wartawan jawabnnya adalah bersumber pada hati nurani. Wartawan yang berbohong, melakukan fiktifisasi narasumber atau apaun kejahilan seorang wartawan benar – benra harus bersumber pada hati nurani. Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, seorang wartawan harus mendasarkan segala sesuatunya pada hati nurani.
Setiap individu reporter harus menetapkan kode etiknya sendiri, standarnya sendiri dan berdasarkan model itulah dia membangun karirnya. Menjalankan prinsip itu tak mudah karena membutuhkan suasana kerja yang aman dan nyaman, yang bebas dimana setiap orang bisa berpendapat. - See more at: http://fitrienurani.blogspot.co.id/2013/05/sembilan-elemen-jurnalistik.html#sthash.xa91tVeL.dpuf

Kamis, 01 Desember 2016

Kenalan yuk sama After Effects

Holaha, Kali ini gua mau berbagi pengetahuan nih tentang ngedit mengedit video gitu deh. Software yang mau gua kasih tau yaitu After Effects nih cuy. Eh tapi udah tau belum Apa itu Software? nah bagi yang belum tau Software itu apa, Jadi Software itu nama lain dari Perangkat Lunak sama halnya kaya Hardware yaitu Perangkat keras kaya Komputer,keyboard dan yang bisa disentuh secara nyata gitu deh. 
                Sedangkan Software Sebaliknya , yaitu Perangkat lunak yang ga bisa disentuh dan dilihat secara fisik kaya komputer, Ga berwujud tapi bisa dioperasikan kaya microsoft dll deh wkwkwkw, *maaf ya gaje,emg gaje* .Sebelum gua jelasin tentang software itu,gua mau cerita dikit nih. kalau sebenernya gua juga masih proses belajar gunain software ini nih,jadi disini saling berbagi Ilmu aja yaa...



Apa sih after effects itu ?

Hasil gambar untuk logo after effects

              Adobe After Effects adalah produk peranti lunak yang dikembangkan oleh Adobe, digunakan untuk film dan pos produksi pada video. Pada awalnya merupakan sebuah software produk dari Macromedia yang sekarang sudah menjadi salah satu produk Adobe.
Adobe After Effects adalah sebuah software yang sangat profesional untuk kebutuhan Motion Graphic Design. Dengan perpaduan dari bermacam-macam software Design yang telah ada, Adobe After Effects menjadi salah satu software Design yang handal. Standart Effects yang mencapai sekitar 50 macam lebih, yang sangat bisa untuk mengubah dan menganimasikan objek. Disamping itu, membuat animasi dengan Adobe After Effects, juga bisa dilakukan dengan hanya mengetikkan beberapa kode script yang biasa disebut Expression untuk menghasil pergerakan yang lebih dinamis.
Adobe After Effects memiliki fitur-fitur penting, misalnya Adobe After Effects memiliki alat untuk membuat Shape (seperti yang terdapat pada Adobe Photoshop). Pada Adobe After Effects terdapat Keyframe seperti yang terdapat pada Adobe Flash (cara menganimasikannya juga hampir sama). Terdapat juga Expression yang hampir mirip dengan Action Script pada Flash, dan masih banyak lagi yang lain.

                Untuk gua sendiri After Effects itu Software yang keren banget deh *serius* kalau untuk opening film dan tugas tugas misalnya, ini membuat tugas video atau film lu jadi makin keren. Misalnya film lu biasa aja *Misalnya* tapi karena opening yang lu buat make nih software dan lu juga buatnya mantep beh kebantu lu asli dah. Tapi kalau bisa ya harus bagus ya filmnya dan juga ya efek efek di film film mantep itu juga efeknya dari sini nih trus juga sama motion graphic. Tau ga motion graphic? aduh mantep asli itu kalau gua liat liat di yutub,liat dah.. Tapi ya gitu,pas kalian buat motin graphic itu kalian harus sabar dan telaten dan juga kreatif. untuk gua sendiri,gua juga masih belajar buat itu,karena proses yang cukup lama ya dikarenakan sering gua tinggal tinggal. Oh ya,motion graphic juga mainin warna.. jadi ya bisain deh mainin warnanyaa *Sejujurnya gua juga ga terlalu bisa mainin warna,cuman bisain aja namnya juga belajar* sebenernya masih banyak lagi deh,kalau yang disebutin di atas itu cuman sebagiannya aja... Ngemeng mulu ya gua,  abis saking terpesonanya sama nih software coeg...
Pokoknya After Effect itu untuk menambahkan efek-efek visual di video lu deh

Sejarah After Effects

                After Effects awalnya diciptakan oleh Company of Science and Art di Providence, RI,  ( CoSA) USA. Versi 1.0 dirilis pada Januari 1993. Versi 2.1 memperkenalkan  PowerPC Acceleration pada tahun 1994. CoSA bersama dengan After Effects kemudian diakuisisi oleh perusahaan Aldus pada bulan Juli 1993; perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Adobe pada tahun 1994, dan dengan itu PageMaker dan After Effects. Rilis pertama oleh Adobe untuk After Effects adalah versi 3.0.

Dukungan Plug-In After Effects

                 After Effects telah luas dalam mendukung Plug-In, dan berbagai plug-in pihak ketiga yang tersedia. Berbagai plug-in gaya ada, seperti sistem partikel untuk efek realistis untuk hujan,salju,kebakaran,dll.
Dengan atau tanpa pihak plug-in ketiga , After Effects dapat me-render (kalkulasi matematis) efek 3D. Beberapa dari plug-3D menggunakan layer dasar 2D dari After Effects. Illustrator grafis juga dapat dipanggil (di-load : red) dan dirender dalam 3D menggunakan plug-in seperti Zaxwerks Invigorator 3D Pro. Beberapa Vendor plug-in terkenal :  Automatic Duck, BorisFX, Conoa, Cycore Effects, DigiEffects, Digital Anarchy, Digital Film Tools, Digital Trove, The Foundry, FXhome, GenArts, GridIron Software, Noise Industries, RE:Vision Effects, Red Giant Software, Synthetic Aperture, Trapcode, Video Copilot, and Zaxwerks. Selain efek 3D, ada plug-in untuk membuat tampilan video seperti film atau kartun, simulasi kebakaran, asap, atau air, sistem partikel, gerak lambat; grafik animasi membuat, grafik, dan lain visualisasi data; menghitung gerakan 3D kamera dalam shot video 2D; meliuk menghilangkan, kebisingan, atau tali-temali baris; jadwal menerjemahkan dari FCP atau Avid; menambahkan koreksi warna high-end dan perbaikan alur kerja dan efek visual lainnya.


Nah ini dia dalemnya,okeh this is it ...




Tata Letak

layout after effect

Kita mulai pembahasan dari atas tampilan software ini. Disana terdapat beberapa menu. Lalu dibagian bawahnya terdapat Toolbar yang terdiri dari banyak icon yang merupakan tool operasional program.
Lalu bagian kiri terdapat sejenis library dan juga tampilan thumbnail dari elemen yang ada bila di seleksi.
Dibagian kanan terdapat pallete-pallete seperti Character, paragraph, info dan lain-lain.
Dibagian bawah terdapat sejenis detail effect, timeline, dan akan bertambah jendela bagian ini dalam bentuk tabs. Contohnya saat kita mengklik menu Composition > Add to Render Queue. Maka tampilan bawah ini berubah menjadi jendela tersebut.

Penggunaan

              Penggunaan After ini secara prosedur mungkin agak membingungkan. Namun tentu ada alasan mengapa agak rumit seperti demikian. Prosedurnya yaitu saat anda membuka program ini, anda tidak menemukan apa-apa. Anda diharuskan untuk membuat komposisi baru dengan cara mengklik menu Composition > New Composition (ctrl+n). Isikan opsi-opsi yang ada dalam jendela yang keluar seperti nama komposisi, width dan height video, Pixel Ratio, Frame rate, kualitas resolusi saat pengeditan, dan juga durasi.
Lalu import footage (video dasar) yang anda punya kedalam library, termasuk juga gambar-gambar atau file audio yang anda punya. Caranya dengan mengklik menu file > import > file (ctrl+i).
Lalu tinggal menyeret elemen-elemen apa saja yang ada di library tadi kedalam timeline, memberi efek, menambahkan mask, memanipulasi gambar, dan sebagainya. Intinya proses pembuatan efek dilakukan.
Saat efek atau projek sudah selesai. Tahap akhirnya yaitu merender projek tersebut. Render adalah proses untuk menyatukan file projek kita, menjadi file yang berformat openable, yakni berformat yang mudah dibuka seperti avi, wmf, gif dan sebagainya.

Fungsi - Fungsi Penting Tools Panel (Toolbar) + Shortcut

Gambar Toolbar

Di Sudut Kiri Atas terdapat Tools Panel atau biasa disebut Toolbar. Toolbar ini berfungsi sebagai tempat alat-alat untuk memberi kemudahan bagi kita dalam mengedit video. Anda bisa mengklik pada segitiga kecil untuk mengeluarkan fitur tersembunyi yang lain. 

Penjelasan dan Fungsi dari Tools di Toolbar dari kiri ke kanan :

Selection tool : Difungsikan untuk memilih, menggeser serta menggulung layer bar yang ada di Timeline panel.
Hand tool : Untuk menggeser area panel yang tersembunyi pada saat diperbesar melebihi ukuran panel.
Zoom : Berfungsi untuk memperbesar atau memperkecil tampilan dokumen pada lembar kerja Anda.
Rotation tool : Sebagai pemutar untuk merubah rotasi dari objek.
Camera tool : Tools ini hanya dapat digunakan pada layer camera saja. Berfungsi untuk merotasikan kamera secara bebas.



Gambar Tools Panel Tambahan 

Penjelasan dan Fungsi dari Tools di Toolbar dari kiri ke kanan :
  • Unified Camera Tool Hanya digunakan pada layer camera. Untuk merotasikan kamera secara bebas.

  • Orbit Camera Tool Untuk merotasikan kamera

  • Track XY Camera Tool Untuk menggerser kamera berdasarkan sumbu XY

  • Track Z Camera Tool Untuk mengatur jarak kamera terhadap objek
Pan Behind (Anchor Point) : Berfungsi untuk memindahkan titik tumpuan dari sebuah objek.
Mask and Shape tool : Digunakan untuk membuat shape (persegi, lingkaran, bintang, dll) serta untuk membuat masking dengan cara double klik pada shape yang di inginkan.
  • Rectangle Tool Berfungsi untuk menggambar persegi dengan sisi yang lancip

  • Rounded Rectangle Tool Berfungsi untuk membuat persegi dengan sisi tumpul

  • Ellipse Tool Berfungsi untuk menggambar elips dan lingkaran

  • Polygon Tool Berfungsi untuk menggambar segibanyak

  • Stat Tool Berfungsi untuk menggambar bentuk bintang
Pen dan Draw tool : Tool yang dapat digunakan untuk membuat dan menggambar objek secara bebas.
  • Pen Tool Untuk membuat shape bebas

  • Add Vertex Tool Untuk menambahkan vertex point sebuah shape

  • Delete Vertex Tool Untuk mengurangi vertex point sebuah shape

  • Convert Vertex Tool Untuk membuat kurva atau garis lengkung
Type tool : Digunakan untuk membuat sebuah teks pada composition panel baik itu secara horizontal maupun vertical.
  • Horizontal Type Membuat teks horizontal

  • Vertical Type Membuat teks vertical
Brush : Digunakan untuk menggoreskan sebuah warna pada layer yang di Anda inginkan.
Clone Stamp : Berfungsi untuk menyalin sebuah gambar dari layer satu ke layer yang lain.
Eraser tool : Digunakan untuk menghapus isi dari sebuah layer.
Roto Brush tool : Tool ini biasa digunakan untuk mengisolasi sebuah objek yang di inginkan.
Puppet tool : Untuk membuat titik tumpuan pada sebuah gambar yang akan di animasikan.



Nah,untuk selanjutnya gua mau kita belajar bareng nih cara buat intro film. Ini dia tutorialnya ...

1. Pertama, buat Composition baru pada menu Composition > New Composition. Atau supaya lebih gampang gunakan shortcut Ctrl+N. Pada jendela Composition, ubah namanya menjadi Intro lalu atur Width=352 dan Height=288. pada Pixel Aspect Ratio, pilih Square Pixels dan Frame Rate=25

2. Butlah teks menggunakan Type Tool (Ctrl+T). Disini, saya membuat huruf PERMANA. Itu kepanjangan nama saya gan, sekalian buat watermark…

3.  Seleksi layer teks, lalu pada menu Effect > Generate > Ramp.

4. Nah, pada parameter Ramp, atur Start Color=hitam dan End Color=putih lalu atur Point/Titik warna seperti gambar dibawah.

5. Dengan menggunakan Pan Behind Tool (Y), geser Pivot/Pusat gerakan ke tengah-bawah teks. Lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah…

6. Seleksi layer teks, lalu pada menu Edit > Duplicate atau Ctrl+D untuk menggandakan layer. Kalau berhasil, maka layer teks akan menjadi 2

7. Pada layer PERMANA 2 (layer paling atas), tekan tombol S pada keyboard untuk membuka parameter Scale. Perbesar nilai Scale tersebut sedikit dengan mendrag nilainya. (ingat, jangan mengubah nilai terlalu besar karena ini hanya untuk mendapatkan ilusi ketebalan teks saja). Setelah itu, di parameter Ramp atur Start Color=Putih dan End Color=Hitam. Kalau berhasil, maka teks akan terlihat mempunyai ketebalan.

8. Seleksi kedua layer lalu tekan Ctrl+Shift+C. Pada jendela Pre-Compose yang muncul, ubah namanya menjadi teks lalu klik OK

9. Di Composition Intro, sekarang kedua layer teks akan menjadi satu.


10. Sekarang, import Gambar tekstur yang anda punya lalu masukkan ke timeline. Tempatkan tekstur pada posisi paling bawah agar tidak menghalangi layer teks. Saya mendapatkan tekstur tersebut di CGTextures.com dan VideoCopilot.net secara Cuma-Cuma alias gratis…

11. Ubah semua layer menjadi 3D  dengan mengaktifkan ceklis 3D Layer berbentuk kubus sehingga terlihat seperti gambar bawah.
 

12. Mada menu Layer > New > Camera. Pada jendela yang muncul, klik saja Ok. Disini, kita membuat layer kamera.

13. Kembali lagi ke menu Layer > New > Null Object. Nah, disini kita membuat Null Object yang akan mengatur gerakan kamera.

14. Klik menu dropdown Parent pada layer Camera lalu pilih Null 1. ini akan membuaat Gerakan Null Object mempengaruhi camera. Sehingga bila kita menggerakan Null object, maka kamerapun akan bergerak..

15. Seleksi layer teks lalu duplikat dengan Ctrl+D dan ubah layer teks yang baru ini namanya menjadi Bayangan

6. Seleksi layer bayangan, lalu pada menu Effect > Blur and Sharpen > CC Radial Blur.

17. Di parameter CC Radial Blur, atur Type=Fadding Zoom dengan nilai Amount=7 dan geser titik Center jauh ke atas seperti gambar dibawah.

18. Masih layer Bayangan dalam keadaan terseleksi, pada menu Effect > Generate > Fill.


Ubah Color menjadi warna hitam. Sekarang, teks terlihat mempunyai bayangan…..


19. Oke, sekarang kita telah selesai mendesain tampilannya. Sekarang saatnya menganimasikan semua layer. Are you Ready …???
Sebelum menganimasikan, kita akan menyembunyikan dulu layer bayangan. Caranya seleksi layer bayangan lalu tekan tombol T pada Keyboard untuk membuka parameter Opacity lalu atur nilainya menjadi 0 (Nol).

20. Ubah pandangan view 3D Popup menjadi Top, lalu geser timeline kurang lebih ke detik pertama. Seleksi layer Teks, lalu geser posisinya pada sumbu Z ke belakang kamera (lihat gambar). Tekan tombol P pada keyboard lalu klik ikon stopwatch untuk membuat Keyframe. Keyframe ini ditandai dengan titik kuning pada timeline.


21. Geser timeline kurang lebih 3 sampai 4 frame kedepan, lalu geser posisi layer Teks kebelakang, kembali seperti semula.

22. Ubah lagi pandangan View 3D Popup menjadi Active Camera.

23. Seleksi layer Bayangan lalu geser timeline ke detik pertama (sejajar dengan keyframe layer teks). Tekan tombol T pada keyboard untuk membuka pengaturan Opacity, lalu klik ikon Stopwatch untuk membuat keyframe. Aktifkan enable Motion Blur lalu aktifkan Ceklis Motion blur disemua layer kecuali Null Object.

24. Geser timeline kurang lebih  3 sampai 4 frame kedepan (sejajar dengan keyframe layer teks), lalu atur nilai opacity menjadi 100%.


25. Seleksi Layer Null Object lalu tekan tombol P pada keyboard untuk membuka Position. Geser timeline ke posisi seperti gambar dibawah (satu frame sebelum keyframe teks). Klik ikon Stopwatch untuk mengaktifkan keyframe.


26. Geser timeline satu frame kedepan (untuk menggeser timeline frame per frame, gunakan tombol next frame pada toolbar time control). Geser posisi Null Object pada Viewport sedikit untuk memberikan kesan bergetar.

27. Geser lagi timeline satu frame kedepan dan geser kembali posisi nul object pada Viewport sedikit. Lakukan ini sampai anda mendapat 6 keyfame dengan menggeser posisi Null Object secara acak pada Viewport.

28. Daaann... coba klik tombol Play atau gunakan tombol Spasi pada keyboard untuk melihat hasilnya. Saya mendapatkan hasil seperti gambar dibawah:

Nah gimana Bisa ga? wakakak gua juga masih ada yang gagal tadi, *kenapa ga pake nama gua aja? kan gua bilangnya kita belajar bareng,gua juga belajar dari sini kok* hehehe. Oya gua mau ngasih link nih untuk yang mau liat hasil Buatan dari software ini,tapi gua dari yutub punya orang nih dia linknya https://www.youtube.com/watch?v=aDB4sbayssc asli punya dia keren banget ini mah udah mantep liat deh...


                     And done Seperti yang sudah diketahui kalau gua juga masih belajar,gua hanya ingin mempermudah kalian untuk ngedapetin informasi. Dan berhubung gua juga masih sekolah smk trus disekolah juga diajarin ginian pas deh gua bagi kekalian,Gua juga masih belajar kok apalagi gua juga lagi mempersiapkan buat Uji Kompetensi yang waktunya bisa dihitung bulan. Gini emang kalau Smk, Double Ujiannya. Dan juga gua jurusan Multimedia jadi berhubungan deh sama ginian,jadi kalau ada yang ngebayangin anak multimedia itu enak doang mending kamu sini masuk jurusan ini biar ngerasain gimana hehe. eh kok malah curhat sih yaa.. Ini emang dari berbagai sumber,alias ga murni isi otak gua semua. Tapi bukan berarti disini ga ada dari hasil pemikiran gua,tetep ada kok. Oke jadi Dibawah ini tertera berbagai sumber yang telah membantu gua untuk membantu mendapatkan Informasi.
Oh yaa,jangan lupa untuk komen yaa.. Gua minta saran yaa untuk buat apa di tulisan selanjutnya,Terima Kasih sudah Baca:)






Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_After_Effects
https://www.ilmuwebsite.com/mengenal-after-effec
http://www.ilmugrafis.com/after-effect.php?page=penjelasan-fungsi-tools-panel-di-after-effect
http://rikybobotoh.blogspot.co.id/2013/10/belajar-after-effect.html
http://www.cgrafis.com/2012/10/membuat-intro-film-dengan-after-effect.html

Rabu, 30 November 2016

Pemberitahuan

Holaha!

gua cuman mau ngasih tau, saat ini gua masih belum cerita cerita lagi dikarenakan jarang make laptop buat ngeblog. dan juga lagi sibuk sama tugas tugass dan ulangan ulangan..
cuman ada beberapa cerita yang akan dipost, sat ini masih jadi draft dikarenakan bahan yang masih kurang.. dan juga saat ini gua akan serius sama blog gua,karena guru gua bilang kalau ngasih informasi atau cerita jangan tanggung tanggung jadi gua akan memulai itu semua dari awal. bukan berarti gua kan menghapus sebelumnya tetapi menjadi acuan gua untuk menjadikan tulisan gua lebih bagus. Gua juga mohon pengertiannya untuk para sider,untuk sekedar komen ke blog gua ini. Dikarenakan gua sangat membutuhkan komentar untuk membangun blog yang berisi informasi atau cerita cerita gua. Terima Kasih

Kamis, 23 Juni 2016

Jakcloth lebaran 2016.

Hayy siders, hay nersss. Gua dateng lagi nih hahaha.
         Eh iyaa kalian udah tau belum kalau jakcloth lebaran udah buka dari 18 juni kemarin loh, sampai tanggal 26 juni 2016 ini nih nersss. Jadi masih bisa deh kalau kalian mau kesana nih nersss, oh iya di jakcloth itu ada 300 brand baju yang pastinya keren keren banget deh nersss. Apalagi kalau lu sering beli ke distro, nah mendingan lu datang ke jakcloth aja nersss harganya juga lebih murah dari yang di distro. Jangan sia siain nih nersss, gua ya kalau dompet gua ga kempes. Beh udah kesana nersss, tapi ya mau gimana ya nersss namanya juga pelajar. Liburan ya duit seret padahal butuh duitnya banyak ya :' huhuhu.
     Oh iyaa gua juga dateng pas jakcloth summerfest 2016 kemarin loh nersss, gua dateng pas libur sekolah. Untunya ps jumat itu libur jadi gua bisa kesana, pdahal gua maunya hari pertama tuh nersss. Tapi gapapa yang penting gua kesana, disana gua beli di babyrock, tonik sama yomi. Kalo sepupu gua di beda beda toko lagi, jadi tuh kita bertigaan lama banget. Soalnya kan beda beda selera dan toko ya nersss jadi ya gituu. Mana kita bertiga harus jalan dulu dari gbk ke stasiun palmerah nersss wkwkkw demi jakcloth nersss, pas dikereta pun berdiri. Pas nyampe rumah rasa cape terbayar dengan hasil belanja gua dari jakcloth nersss. Ya tapi tetep si pas gua mau tidur, kaki gua sakit banget parah wkwkkw.
Itu pengalaman pas ke jakcloth summer fest kemarin nersss.
    Oh iyaa, btw nih ya nerss. Jakcloth ngadain semacem kompetinsi gitu deh nersss, jadi lu harus buat meme bertema jakcloth. Anything u want, but temanya jakcloth. Nah terua hasil meme lu itu dikirim ke jakcloth.mipro@gmail.com . Nah gua si baca di instagram ya nersss, jadi dia bilang jangan lupa hastag dan mention ke @jakcloth nah berarti itu meme lu juga harus di upload di instagram dan jangan lupa kasib hastag #memejakcloth sama mention ke @jakcloth.
Gua juga ikutan kok, tapi hasil editan gua ga good good amat nersss. Soalnya kan pake hp yaa, tapi ceritanya ya sama kaya diri gua yang sekarang kok. Aseli dah. Ya semoga aja si ya panitia jakclothnya ngasih kesempatan gua buat dapet juara wokwokwok kan sekarang bulan ramadhan tuh ya moga moga gitu dikabul, apalagi membantu gua yang duit seret dari orang tua kan. Aduh gua yakin kalau dia tepat ngasih pemenang ituu, insha allah ya pasti mereka dapet berkah ya. Wkwkkww aamiin .... hm 3 orang yang akan ngedapetin voucher 500k nersss, So lucky ya pasti mereka :'' . Semoga gua bisa jadi salah satu itu ya wkwkwk . *Wey lu kalau ngarep gausah ketinggian, kalo jatoh sakit* udah kaya ngarep ke doi emang, udah gitu nunggu juga lagi yaa :'' duh duh duh.. semoga dia peka .. wkwkkw siapa coba yang peka... wkwkkw
Yaudahh gitu dulu ya nersss, bhayyyyy....
Oh iyaa kalau kalian mau liat hasil meme  gua yang kaco, ini dia linknya https://www.instagram.com/p/BG-QfptuEhc/ .
Thanku

23.6.16

Hayyy sidersss, welcome back to my blog:)))
Haduh nersss gua ga bisa tidur nih, parah banget. Padahal gua udah ngantuk bener nih, sekarang udah jam 00:52. Mana harus saur, sekarang kan lagi bulan ramadhan soalnya. Hais, liburan sebulan cuman buat tidur siang doang astagaa. Parah ya, gile. Huf, nersss bulan ramadhan tahun ini rasanya beda banget deh. Gua tau pada tumbuh kan bukan berubah hahaha. Gua aga kecewa nersss sama sikap seseorang Tapi tahun kemarin gua kelas satu naik kelas dua cuy wkwkwk, tapi gua menyeimbangin. Giliran gua kaya gini, gua yang disindir mulu :'' wkwkwk. Btw bukan itu si nersss masalahnya. Idfc.
      Gua pengen dapet suasana yang gua banget nersss, udah dua tahun sekolah gua belum bener bener full dapet yang bisa jadiin gua yang guanya keluar banget nih nersss. Tapi gua sangat sangat bersyukur sih udah dua tahun ini ngedapetin banyak banget pengalaman dan nambah wawasan gua nih nersss.
Oh iya nih nersss, gua pengen bisa jadi panitia panitia acara acara keren dan penting gitu deh nersss kaya contohnya jakcloth, atau konser musik yang keren keren gitu wkkwkw.
      Tapi jadi panitia acara yang oke gitu dehh, yang muda lah. Gua pengen banget tuh bisa jadi bagian sebuah acara, pasti seru yaaa. Teruss gua pengen bisa jadi reporter gitu tapii yang nanya ke artis artis dalam negri dan luar yang top top gitu sii samaa idol idol gua. Jadi nih misalnya ada konser dari salah satu idol gua nih, nanti gua dari tempat kerja gua ditugasin untuk mewawancarai merekaa nah tapi sebelum itu gua harus nonton konsernya terlebih dahulu untuk bisa ngedapetin topiknya. Wkwkkwkw.
      Nih nersss, gua sering loh latian dikamar wkwkwkkwkwkw lucu kali yaaa.
Nah terus gua bisa temenan sama idol idol guee aduhhh gilee mimpi gua ya :''hhahaha
But, who knows?
Tapi kendala gua untuk saat ini si bahasa doang si, bahasa inggris gua masih ancur banget gilaa. Makanya gua harus belajar banget nih, sekarang aja gua membiasakan membaca cerita yang berbahasa inggris, supaya nambah kosa kata. Dan ngedengerin suara di film luar yg bahasa inggris dengan benar benar. Huff, untungnya sih gua punya temen temen yang ngebantu gua untuk belajar bahasa inggris gua yang belepotan ini wkwkwk.
Oh iyaa nersss, gua juga mau jadi penulis lhoo. Jadi tulisan itu didapet dari hasil pas gua keliling indonesia atau luar negri nersss wkwkwk jadi gua gafokus fokus amat sii. Cuman gua yakin gua pasti bisa, dari sekarang gua harus bener bener tekun sama apa yang gua tuju. Mimpi doang ga akan jadi kenyataan kan. Hm wkwkkw
Makanya gua harus membuat mimpi ini menjadi nyata dan lebih hebat dari mimpi ini . Hehehe
Untuk fnlynersss juga harus gitu yaaa, kita sama sama berjuang untuk mimpiii kitaaa okeeeeee. Dah siders dan daah fnlynersss.
Ps ;
Fnlynersss atau nersss ; sebutan untuk penggemar blog ini.

Senin, 02 Mei 2016

Hari ini

Gua mau cerita nih, hari ini tumben banget upacara. Biasanya tuh ga pernah, soalnya lapangannya kan gabisa dipake. Skip-
Gua debat mulu sama temen gua yang nyebelinnya ga ketulungan *lebay ya*, tau ga gara gara apa? Cuman gara-gara pacar pacar w. (Dibaca bias/idol) hm. Gua debat tuh, tau ga hasilnya apa? Gua yang menang diperdebatan itu. Anzas. Sebenernya gua ga begitu suka kalo gua debat tapi gua yang menang, apalagi kalau sama cowo. Coba deh pikir, masa cewe lebih menang. Gapapa sih, cuman kan gimana gitu ya. Ini bukan ngebicarain temen guanya ya, tapi tentang debat menurut gua. Okeh tuh yaa abis itu gua merasa bersalah sama temen gua itu, wkwkwk. Gua takutnya tuh bocah nganggepnya beneran. But sudahlah, sudah berlalu.
Oh iya tadi itu ....
Sumpah ya gua gaenak banget.
Jadi temen gua tuh ya kaya suka sama sahabat gua, emang sih pasti ngakunya karena sahabatan. But, yang gua liat itu beda. Si temen gua tuh ga menyadari perasaannya kalau dia udah mulai Punya perasaan lebih dari sahabat. Anjirrr yaaaa...
Gua sih ngeship aja sama mereka, cuman sahabat gua itu suka sama sahabatnya dia. Duh, ya gitu deh. Complicated yaa.wkwkkw
Duh kok jadi gua yang ribet.wkkwwk
Eh abisnya sih, gua liat tadi tuh temen gua terganggu dengan kehadiran gua. Hm.
Hm ...
Gua tau gua tau posisi w gimana.
Huhh,Mayan lega sih.wkwkkw