Minggu, 24 Januari 2016

Kebahagiaan itu ga terlihat, terasa begitu saja . . .
Banyak kebahagiaan terlahir dari hal hal kecil, Kebahagian juga ga harus tentang diri sendiri. Melihat orang terdekat bahagia adalah kebahagiaan yang luar biasa bukan? 😊💕

Aaaa gatau kenapa bisa seseneng ini, seneng gitu aja. Ngalir kaya air senengnya wkwkkw, tau orang terdekat senang ikut ikutan seneng. Seneng banget malah, ih aneh ya. Aneh ga sih? Hahahha, tapi emang bener bener seneng gua. Pokoknya senengg, ga perlu dari gua kebahagian itu muncul. Ga perlu gua yang memulai kebahagiaan itu, selama disekitar gua seneng rasa itu akan ada di diri gua.
So, seneng itu akan muncul gitu aja dari hati lu sendiri 🌸

Minggu, 10 Januari 2016

Penilaian orang lain

Kaya judulnya yang di atas, Penilaian orang lain. Setiap orang punya penilaiannya masing masing ke orang yang berbeda juga. Kita semua punya pandangan yang berbeda beda dengan itu semua.

Kali ini gua mau cerita dengan penilaian orang lain kegua yang berbau negatif gitu.
Setiap orang punya penilaian yang berbeda beda dengan diri gua,begitu juga gua kesetiap orang . . .
Tapi,Kebanyakan yang menilai gua selalu berlawanan dengan diri gua, bisa dibilang sangat kurang tepat dengan diri gua.
Jujur, kalau dibilang kesel sih pasti ada namanya juga masih remaja gini, paling hal yang gua lakuin untuk ngebantah itu ya ngelakuin apa yang dibilang engga sama dia. Tapi ada juga rasa cape sama hal kaya gitu, tapi hal yang gua sadari adalah sebaik apapun ke orang lain pasti ada aja yang ga suka. Bener tuh kaya lirik lagunya Taylor Swift yang berbunyi *Haters gonna Hate*. Gua udah tuh bodo amat sama kaya gitu,karena ga akan abisnya kalau didegerin.. Cuman ya cuman,ada aja yang suka ngejatuhin. Kalau dibilang sering jatoh mah sering banget,cuman yang gua tau gua ga mau kalah sama yang ngejatuhin gua. Jatuh atau gagal itu sama aja sihmenurut gua, menurut gua Gagal itu pas gua ga mau bangkit dari keterpurukan gua ..
Nih ya ada juga beberapa orang yang sengaja ngejatohin,sengaja rendahin dan semacemnya ke gua. Gua tau itu semua,Semuanya seriusan. Tapi gua gamau bales, karena kalau gua bales Gua sama pecundangnya dong. Dengan cara orang menilai kaya gitu atau berbuat yang engga engga itu bisa ngelatih diri gua juga sih dan ngebuktiin kalau makin gede itu makin keras lingkungannya cry..
kembali lagi ke Penilaian Orang, Gua percaya Kalau kita semua ini baik dan baik dan baikk ...
Kembali ke topik awal, Penilaian Orang lain itu bisa diartikan macem macem. Tergantung orangnya masing masing sih..

Jumat, 08 Januari 2016

Rumah

"
     Waktu saya masih kecil, Rumah adalah yang saya gambar dikertas putih menggunakan krayon, seharusnya itu terlihat seperti rumah yang saya tinggali. Rumah berarti dimana saya pulang dari sekolah setiap hari untuk makan cemilan dan mengerjakan pr dari sekolah. Tetapi sekarang saya menemukan konsep konsep yang berbeda dengan rumah saya.

Rumah bukan dimana kita tidur saat malam hari, Ini bukan tentang rumah yang berisi dengan keluarga yang tidak pernah berbicara. Bukan tempat dimana saya pura pura tidak ada masalah dan pura pura senyum sehingga mereka tidak mendengar saya dibalik senyum saya.

Rumah adalah teman baik saya di dunia, Tertawa dengan keras sehingga perut sakit. Rumah adalah toko buku dimana saya pergi setelah pulang sekolah untuk menulis dan membaca, Rumah adalah semua musik yang saya dengarkan saat saya sedih. Rumah bukan hanya sekedar rumah, melainkan yang lainnya.

" -Diubah ke bhs.indo dan sedikit perubahan. -yeahlilay

Minggu, 03 Januari 2016

Selamat Tahun baru 2016.

Hay, Selamat tahun baru 2016 semua ^^
Huh, Ini blog ga pernah di bawa kemana mana. Sepi banget ya. Padahal ngarep ada yang komen atau gimana, yah tapi blog ini isi cerita gua semua sih.wkwk
mmm, Yang siders pasti ada nih :D .
Tapi gapapa, Makasih yaa udah ada waktu untuk baca hal yang ga penting :D
Tapi bagi gua ini penting wkwk, soalnya cerita gua. Jajjaaj.
Pasti ada juga yang nunggu nunggu cerita gua ya? *lah geer banget*
Hm, ini udah 2016. Harus lebih, lebih, lebih baik dari tahun lalu yaaa : ) Fight!.
Oh ya, kalau bisa ninggalin jejak yaa : )
Makasih.

Kamis, 31 Desember 2015

Seperti Gadis kecil

Kamu hanya menganggap saya sebagai anak kecil,mungkin lebih tepatnya gadis kecil yang tidak mengerti apapun tentang dunia remaja. Kenapa dunia remaja? Karena sekarang ada dimasa itu.
      Kamu hanya menganggap saya sebagai gadis kecil yang tidak mengerti di masa ini, Hanya menganggap saya sebagai gadis kecil yang tidak mengerti apapun tentang perasaan atau semacamnya. Kamu hanya menganggap saya sebagai itu, sialnya saya. Sialnya yang mengetahui hal itu, sialnya saya.   
Sialnya saya yang ternyata hanya tidak ingin menunjuki itu semua dengan bertingkah seperti gadis kecil polos yang tidak mengerti sama sekali tentang hal itu.
     Kamu hanya menganggap saya sebagai gadis kecil yang menyukai banyak lawan jenis dengan cepat dan membicarakannya tidak dengan logika. Kamu hanya menganggap saya seperti itu, tanpa tahu bagaimana sebenarnya saya. Kamu tidak tahu apa apa tentang saya, tidak tahu. Saya hanya tidak suka, tidak suka. Karena kamu selalu dan selalu berbicara hal itu mengenai saya.

Senin, 28 Desember 2015

Kita

Hay, Ini post pertama gua. Ya agak norak gitu sih,soalnya baru pertama kali nyoba.hehe Ini cuman bacaan bacaan gimana gitu . heheh . Blog ini buat tempat cerita gua gitu sih,ya minta saran dan kritikannya deh. *itu juga kalo ada yang baca* wkwkw
.
.
.
.
.
.
Kita berbeda, kita ada disisi yang berbeda . . .
Kamu disisi sana,dan aku di sisi sini . . .
Kita terhalang oleh kaca besar, kaca besar yang sangat transparan. Yang membuat kita lupa, bahwa kita tidak berada ditempat yang sama. Kita di tempat kita masing masing. Kita hanya bisa Diam. Kita saling mengetahui tapi kita hanya diam, menyimpan perasaan masing masing. . .
Diam . . .
Haha Diam. . .
Kita selalu mencoba melupakan satu sama lain,tapi yang kita dapat adalah selalu kembali satu sama lain. . .
Tapi apakah kamu mau terus terusan seperti ini ??
Kita sangat sangat jarang bicara,kita hanya terdiam diperasaan kita masing masing. Bahkan pada saat kita terdiampun kita mengerti apa yang kita rasakan. .
Sedekat apapun perasaan kita, masih ada kaca besar transparan yang menghalangi kita. Aku ga mungkin memecahkan kaca tersebut untuk pergi ke sisimu, kamu juga ga akan mungkin memecahkan kaca itu lalu pergi kesisiku.
Bagaimana dengan semua ini?
Apakah kita akan terus begini?
Aku,
Aku,
Aku hanya bisa berdoa, berdoa apapun sebisa ku.
Bahkan, untuk sekedar menyayangimu saja aku lewat doa. Segala hal yang berhubungan dengan mu,hanya doa perantara ku. Hanya doa yang bisa membawa segala keinginanku pada mu.....
Aku berharap kamu memecahkan kaca tersebut karna hati mu,bukan karna aku...