Kamis, 14 April 2022

Arah

Kita memang tidak bisa memilih dilahirkan dari ras mana, keluarga mana, budaya mana.
Namun, kehidupan ada ditangan kita.
Arah mana yang mau ditempuh?
Rasa apa yang ingin di rasa,
Lingkungan apa yang ingin dibuat,
Mudah rasanya untuk mengatakan,
Tidak mudah, adalah aksi, bukan?


-fin, 10 maret 2022

Kamis, 24 Maret 2022

Seperti Kamu pun, Lelah dan Menyerah

Hanya ingin bersama,
dalam semua.
Namun, Apakah kamu siap?

Percaya diriku tinggi,
tapi, saat badai datang,
kepercayaanku pupus perlahan,
atau, ini kepercayaan diriku?

Seperti kamu pun, lelah dan menyerah ..
Bagaimana jika "Selama" dan "Selalu" ??
Inginku, kamu bahagia dan tenang dalam pelukku.
Apakah ini egois? 

-Fin

Kamu terlalu berharga

Aku tidak ingin egois lebih jauh,
atau terlihat tidak mengerti keadaanmu,
Aku paham betul, Sayang ...
Perjalananku telah diatur olehNya, Sayang ...

Seperti ucapku, saat itu.
Membawa "Tugas dan AmanahNya",
tidak ingin membebani hidupmu,
Kamu terlalu berharga ...

Tuhan dan Semesta selalu menyertaimu,
dan,
semua doa baik ku untukmu ..


-Fin

Perjalanan Jiwa

Mungkin ini hanya tentang "Tradisional"
jauh memang dari kata "Modern",
mengikuti kehidupan yang ada sangat perlu,
tapi, bukankah ini hanya tentang pilihan?

Pikirku, ini jauh lebih menarik dan terbang jauh ..
yang dicari, telah bertemu.
Selesai, Keraguannya.

Selamat, fin .

Tanpa Penghakiman

Setiap makhluk yang datang kepadaku, membuka "Gelas" atau "Lukanya".
Seperti aku belajar lagi untuk menjadi manusia, setiap saatnya.

Tanpa penghakiman,
hanya jiwa yang tersesat dari aslinya,
ini bukan hanya tentang "kartu dan kartu"
tapi, tentang penyembuhan, mengulik diri, 
membersihkan untuk mengetahui jiwa seutuhnya yang menjadi "Manusia"

-Fin

Seperti Hilang Harap

Di bayang dan di harap, lepas ..

saat menepi menyembuh diri,

hati meringis tertindih duka.

Sayang, harus berapa kilometer lagi untuk ku menapaki ini?

sering cemas datang,

keputusan diambil saat hilang kendali,

maaf pun, tak tergubris.

salah pun, resiko jadi manusia kan?

Namun,

Hati tetap percaya padaNya.


-Fin

Takut

Takut, saat itu.
Aku lari, iya pengecut.
Mungkin aku hanya takut,
ah, "Bukan hanya"
aku terlalu takut dan cemas
kamu begitu jauh masuk ke dalam "Jurang Gelapku"

Seperti melucuti semua pelindung dan penjagaanku,
kamu datang membawa "Rasa" yang tak bisa ku logika kan,
menembus semua benteng pertahanan.
Terlalu takut untuk mengakui,
terlalu takut untuk merasa bahwa ini nyata,
Aku terlalu gelap dan banyak luka di dalam.


Terlalu takut terlihat "Lemah"

Apa aku pantas?

Tidak seperti semua,
melihat dan datang saat pondasi utuh dan bersinar,
atau, 
hanya aku yang tak bisa terbuka?

Kedatanganmu membangun semua pecahan - pecahan dan menyusunnya,
membuatku hilang akal dan mengeluarkan semua sisi yang tersembunyi rapat.
Nyatanya, kamu melihat gelapku yang sangat gelap
yang tak satu pun berhasil membuka


-fin