Pada perjalanan melepas kemelekatan dengan hal - hal yang terlalu meracuni diri, diri ini menemui banyak sekali kebisingan maupun keasingan akan diri sendiri. "Konsep Diri" yang awalnya dikira milik "Sang Aku" ternyata hanyalah sebuah ilusi proyeksi bentuk luka akan penjagaan diri. Dalam "Bising", terhenti adalah salah satu tanda untuk "Mengevaluasi". Bertemu dengan tenang dan terkoneksi dengan diri. Bukankah terlalu berlari mengikuti poros hanya akan membuat diri terlepas dari hakikatnya?
Aku menemukan lagi, waktu rehat dari perjalanan yang terlalu cepat dan panjang. Seperti didesak untuk memenuhi banyak bantuan, sehingga ada kalanya aku pun membutuhkan "Diriku" sendiri ...
Memperhatikan semua dengan poros "Waktu" yang paling sesuai dan di masa kini. Tidak terburu, tidak bising, tidak penuh tipu muslihat. "Ada kalanya aku hidup dengan kehendak mu, dan ada kalanya aku dipercepat hidup karena 'Permintaanya'."
Ada ingatan yang terus memudar, perlahan,
hari demi hari dan waktu ke waktu,
semakin memudar ..
Tentang kebersamaan, perbincangan, tawa riang,
senyuman manis dan semua cara kesehariannya.
Mungkin, yang terparah dari bertumbuh adalah "Ingatan yang memudar"...
Laju, pesat, hidupku seorang diri.
Terbentuk dari hangat tawa, rangkulan dan bincang - bincang menghabiskan waktu.
Samar - samar, menjadi abu abu warnanya.
Mungkin terdengar aneh, tapi ingatanku terus tergores waktu dan keadaan.
Pada semua rasa hangat, waktu dan masanya yang telah terlalui ...
1 Maret 2024, Fin