Kamis, 31 Desember 2015

Seperti Gadis kecil

Kamu hanya menganggap saya sebagai anak kecil,mungkin lebih tepatnya gadis kecil yang tidak mengerti apapun tentang dunia remaja. Kenapa dunia remaja? Karena sekarang ada dimasa itu.
      Kamu hanya menganggap saya sebagai gadis kecil yang tidak mengerti di masa ini, Hanya menganggap saya sebagai gadis kecil yang tidak mengerti apapun tentang perasaan atau semacamnya. Kamu hanya menganggap saya sebagai itu, sialnya saya. Sialnya yang mengetahui hal itu, sialnya saya.   
Sialnya saya yang ternyata hanya tidak ingin menunjuki itu semua dengan bertingkah seperti gadis kecil polos yang tidak mengerti sama sekali tentang hal itu.
     Kamu hanya menganggap saya sebagai gadis kecil yang menyukai banyak lawan jenis dengan cepat dan membicarakannya tidak dengan logika. Kamu hanya menganggap saya seperti itu, tanpa tahu bagaimana sebenarnya saya. Kamu tidak tahu apa apa tentang saya, tidak tahu. Saya hanya tidak suka, tidak suka. Karena kamu selalu dan selalu berbicara hal itu mengenai saya.

Senin, 28 Desember 2015

Kita

Hay, Ini post pertama gua. Ya agak norak gitu sih,soalnya baru pertama kali nyoba.hehe Ini cuman bacaan bacaan gimana gitu . heheh . Blog ini buat tempat cerita gua gitu sih,ya minta saran dan kritikannya deh. *itu juga kalo ada yang baca* wkwkw
.
.
.
.
.
.
Kita berbeda, kita ada disisi yang berbeda . . .
Kamu disisi sana,dan aku di sisi sini . . .
Kita terhalang oleh kaca besar, kaca besar yang sangat transparan. Yang membuat kita lupa, bahwa kita tidak berada ditempat yang sama. Kita di tempat kita masing masing. Kita hanya bisa Diam. Kita saling mengetahui tapi kita hanya diam, menyimpan perasaan masing masing. . .
Diam . . .
Haha Diam. . .
Kita selalu mencoba melupakan satu sama lain,tapi yang kita dapat adalah selalu kembali satu sama lain. . .
Tapi apakah kamu mau terus terusan seperti ini ??
Kita sangat sangat jarang bicara,kita hanya terdiam diperasaan kita masing masing. Bahkan pada saat kita terdiampun kita mengerti apa yang kita rasakan. .
Sedekat apapun perasaan kita, masih ada kaca besar transparan yang menghalangi kita. Aku ga mungkin memecahkan kaca tersebut untuk pergi ke sisimu, kamu juga ga akan mungkin memecahkan kaca itu lalu pergi kesisiku.
Bagaimana dengan semua ini?
Apakah kita akan terus begini?
Aku,
Aku,
Aku hanya bisa berdoa, berdoa apapun sebisa ku.
Bahkan, untuk sekedar menyayangimu saja aku lewat doa. Segala hal yang berhubungan dengan mu,hanya doa perantara ku. Hanya doa yang bisa membawa segala keinginanku pada mu.....
Aku berharap kamu memecahkan kaca tersebut karna hati mu,bukan karna aku...